Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Wajak

0 Comments

Mengacu surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang No. 440/276/35.07.103/2021 tertanggal 21 Januari 2021, jadwal Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) pada hari ketujuh adalah Puskesmas Kasembon. Namun kemudiian direvisi untuk mendahulukan puskesmas yang akan melakukan replikasi SMARThealth di tahun 2021 ini. Akhirnya jadwal Puskesmas Kasembon ditukar dengan Puskesmas Wajak, yang sebelum direvisi jatuh pada hari ke-36.

Bimtek hari ketujuh ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Wajak yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman No. 161 RT 03 RW 05 Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (04/02/2021).

Bimtek ini menghadirkan PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan 13 perawat desa yang ada di lingkungan kerja Puskesmas Wajak, yang meliputi Wajak, Ngembal, Sukolilo, Sukoanyar, Kidangbang, Blayu, Patok Picis, Bambang, Bringin, Sumber Putih, Dadapan, Wonoayu, dan Codo.


Peserta Bimtek di Puskesmas Wajak

Mengawali pertemuan bimtek yang dimulai pukul 09.40 WIB ini diisi dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Puskesmas drg. Hennie Norhayati. Dalam sambutannya, Kapus mengucapakan selamat datang kepada rombongan Dinkes, dan mewanti-wanti perawat desa untuk mempersiapkan diri dalam bimtek ini agar semua program bisa berjalan dengan baik.

Sambutan yang kedua oleh Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Paulus pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada Kapus Wajak yang telah berkenan memfasilitasi pertemuan bimtek ini.

“Bimtek tahun ini bersifat terpadu antara PTM dan Keswa. Di dalamnya ada koordinasi, evaluasi, dan sosialisasi”, jelas Paulus Gatot Kusharyanto.

Tujuan umumnya adalah dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan program PTM dan Keswa di Kabupaten Malang. Sedangkan tujuan khusunya adalah untuk mengetahui apakah program PTM dan Keswa sudah berjalan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Sambutan dari Kepala Puskesmas Wajak dan Kasi PTM dan Keswa

Selain itu, Paulus juga membahas persiapan replikasi SMARThealth di lingkungan wilayah kerja Puskesmas Wajak. Pada tahun 2020 Dinkes sudah melatih perawat dan kader di dua desa, yaitu Dadapan dan Sukolilo. Diharapkan tahun 2021 ini Puskesmas Wajak bisa memberikan pelatihan terkait SMARThealth di 11 desa lainnya yang ada di lingkungan Puskesmas Wajak.

Setelah sambutan, acara pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns, selaku Koordinator Progam PTM, dengan mengambil judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM)”.

Nur Ani Sahara memulai paparannya dengan menjelaskan sasaran dan target capaian dalam SPM yang diberlakukan secara nasional. Perlahan tapi jelas, Nur Ani Sahara menerangkan target capaian SPM. Pengalamannya sebagai staf PTM memang tak diragukan lagi. Ia mampu mengilustrasikan agar apa yang disampaikan bisa dengan mudah dimengerti dan dipahami oleh perawat desa yang hadir dalam bimtek ini.

Setelah mengerti dengan target sasaran dan capaiannya, peserta pertemuan ditanya perihal jumlah penduduk yang ada di desa di mana perawat tersebut bertugas. Mengetahui jumlah penduduk itu sangatlah penting, karena melalui itu perawat desa akan mampu menghitung jumlah capaian SPM yang ada di desanya.


Materi SPM PTM

Kemudian para perawat desa diajak mempraktekkan menghitung target capaian SPM di tahun 2021 ini. Dengan menghitung sendiri target sasaran dan capaiannya, perawat desa akan bisa merencanakan agenda kerjanya untuk memenuhi capaian SPM tersebut.

Menurut Nur Ani Sahara, pengalaman tahun lalu banyak capaian SPM yang tidak terpenuhi. Diakui oleh Nur Ani Sahara, memang masa pandemi ini menjadi kendala. Namun disinyalir juga belum adanya pelaksanaan program yang terpadu. Jika berjalan sendiri-sendiri akan terasa kesulitan dalam pemenuhan capaian SPM. Oleh karena itu harus sinergi (terpadu).

Contohnya target skrining untuk usia produktif misalnya sebanyak 54 ribu orang. Kegiatannya mengandalkan pertemuan Posbindu setiap bulannya yang rata-rata dihadiri oleh 40 orang saja. Ini kalau dikalikan 12 setahunnya hanya bisa diskrining 480 orang.

Oleh karena itu, perawat desa perlu mencari terobosan-terobosan guna memenuhi capaian SPM tersebut. Misalnya pada saat konseling dari pintu ke pintu (kopipu), perawat bisa sekalian melakukan skrining, atau pada saat periksa ke Ponkesdes maupun Puskesmas, pasien juga bisa diskrining dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien.


Praktek ePuskesmas

Nanti pada saat pelaksanaan replikasi SMARThealth, momen ini juga bisa membantu menaikkan capaian SPM. Posbindu SMARThealth tidak harus pas kegiatan di Balai Desa, akan tetapi bisa juga kunjungan ke rumah. Karena setiap kader nantinya akan diberi 1 tas berisi SMARThealth Kit. Inovasi SMARThealth memungkinan kader terlatih untuk mendatangi warga.

Kedepannya Posbindu juga akan seperti Posyandu dalam pelaksanaan programnya. Setiap RW memiliki 1 Posbindu, sehingga kesempatan untuk meningkatkan capaian SPM semakin bertambah.

Tak hanya berlaku pada skrining usia produktif saja, skrining Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) juga bisa menjalin komunikasi dengan bagian Kesehata Produksi (Kespro).

SPM itu terkait kemampuan wilayah yang tulang punggungnya adalah perawat desa. Untuk merencanakan agenda kerjanya di tahun 2021 ini, perawat desa harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu yang berdasrkan tahun lalu dikarenakan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) kurang, pandemi COVID-19, dan jumlah sasaran yang datang, orangnya itu-itu saja. Setelah mengetahui penyebabnya, diharapkan perawat desa sudah harus memulai mempersiapkan terobosan untuk memenuhi sasaran SPM.


Materi Keswa

Kemudian setelah itu, Nur Ani Sahara mengajak peserta pertemuan bimtek untuk mempraktekkan ePuskesmas. Dengan dibantu oleh Candra Hernawan, S.Kom, staf PTM yang membidangi IT, praktek ePuskesmas langsung bersifat demo. Semua peserta pertemuan juga diharapkan membuka laptop atau tablet yang dibawanya.

Mereka diajari mempraktekkan ePuskesmas Skrining PTM Dalam Gedung dan Luar Gedung. Dari data pasien bila ditambah skrining sudah akan menjadi 1 SPM bila diinput di ePuskesmas Skrining PTM Dalam Gedung. Sementara itu, pada Skrining PTM Luar Gedung, jika muncul belum diskrining, berarti harus diskrining dengan buat baru.

Peserta pertemuan juga harus tahu bahwa orang-orang yang datang periksa ke Puskesmas terus ditambah skrining pada hari itu juga maka pengukuran tensi bisa dimasukkan. Namun, apabila input skrining mengalami beda hari maka pasien harus diukur kembali tensinya.

Pukul 11.37 WIB acara bimtek dilanjutkan dengan pemaparan materi Keswa dari Gatot Sujono, S.St. M.Pd, penanggung jawab Keswa di Seksi PTM dan Keswa. Dalam paparannya, Gatot Sujono menerangkan bahwa ODGJ itu tidak lepas dari SPM dan PKP sehingga perawat desa diharapkan mampu menghitung target sasaran Keswa yang ada di desanya berdasarkan materi yang diajarkan.


Materi Indera

Menurut Gatot Sujono, capaian SPM di Puskesmas Wajak ini dikatakan bagus. Di Wajak tidak ditemukan ada nama yang dobel, tapi untuk status obat masih dijumpai ada yang kosong. Selain itu, masih ada misinterpretasi dalam pelaksanaan Keswa dalam memenuhi target sasaran dan capaiannya.

Yang dianggap Keswa, bukan hanya kunjungan ODGJ ke Puskesmas saja. Tapi harus ada kunjungan perawat dan kader ke rumah ODGJ. Oleh sebab itu, idealnya di setiap desa harus ada Posbindu Jiwa. Kalau belum ada, perlu disiapkan kader untuk Keswa di setiap Posbindu.

Gatot Sujono juga mengingatkan kepada peserta pertemuan bimtek ini, bahwa yang mengisi kohort adalah perawat desa. Hal ini karena yang tahu permasalahan Keswa di desa adalah perawat yang bertugas di desa itu. Maka dari itu, diharapkan PP Keswa harus mulai mengajari perawat desa.

Selain itu, Gatot Sujono juga mengakui peliknya pengurusan rujukan ODGJ yang kurang mampu atau tanpa identitas. ODGJ yang terus kontrol kalau tidak ada KIS atau asuransi, akan mengalami kerepotan. Saran Gatot, dalam hal ini perawat desa perlu berkomunikasi dengan Kepala Desa mengenai permasalahan ODGJ tersebut.

Usai materi Keswa, acara dilanjutkan dengan penjelasan Kristina Dewi, A.Md. Keb., perihal capaian skrining indera. Target capaian yang seharusnya 40%, pada tahun 2020 terpenuhi 23%.

Diakui oleh Kristina bahwa skrining indera sebenarnya hanya sedikit, yaitu katarak, refraksi mata dan selumen. Hanya saja mungkin karena cuma tiga pertanyaan dalam skrining itu acapkali terlupakan.

Kemudahan dalam skrining indera dibandingkan dengan skrining yang lainnya adalah skrining indera bisa dilakukan di tahun yang berbeda. Kalau tahunnya masih sama dinamakan follow up.

Semua program di Dinkes, kecenderungannya sekarang harus dengan skrining. Untuk indera mulai tahun ini yang diminta adalah by name, by address.

Tepat pukul 12.12 WIB acara pertemuan bimtek ini paripurna sudah. Dalam closing statementnya, Paulus mempertegas kembali bahwa dalam upaya memenuhi target sasaran dan capaian SPM memang harus koordinasi lintas program. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, termasuk juga dukungan dari pihak desa agar programnya menjadi mandiri. *** [040221]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Uji Coba eKader Pascaperbaikan

0 Comments

Hari Jumat (05/02/2021) ini, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) mendapat undangan untuk meeting dengan Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Meeting diadakan di Ruang Seksi PTM dan Keswa yang baru saja selesai direnovasi, yang berada di Jalan Panji No. 120 Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Acara yang dimulai pada pukul 09. 14 WIB itu, diawali dengan sambutan dari Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Dalam sambutannya, Paulus mengatakan bahwa tujuan utama diadakan meeting ini adalah belajar bareng cara menginstal aplikasi eKader dan mengoperasikan aplikasi tersebut. Agar supaya nantinya Seksi PTM dan Keswa bisa melatih perawat desa dan kader.


Meeting dibuka dengan sambutan dari Kasi PTM dan Keswa

Selain itu, Paulus juga mengulas sebentar hasil kunjungan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Keswa di 7 Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Hasil kunjungan tersebut mengisyaratkan bahwa pemahaman Puskesmas terhadap sasaran dan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) belum terstandar. Di sisi lain, guna mengoptimalkan Seksi PTM dan Keswa agar melek dalam pelaksanaan replikasi SMARThealth perlu dibentuk personal sebagai Petugas Pembina Puskesmas pada replikasi SMARThealth Tahun 2021.

Sebanyak 7 orang dari Seksi PTM dan Keswa membawahi binaan Puskesmas dengan desa-desa yang ada di bawah lingkungan Puskesmas. Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns, selain memiliki tugas sebagai Koordinator Program PTM juga diberi tugas membina Puskesmas Pakisaji. Gatot Sujono, S.St. M.Pd, selain menjadi penanggung jawab Keswa juga mendapat tugas membina Puskesmas Pamotan. Kristina Dewi, A.Md. Keb., selain sebagai penanggung jawab pelaporan kegiatan SMARThealth juga sekaligus membina Puskesmas Wagir dan Puskesmas Ketawang. Fitriayu Dola M., A.Md. Keb., diberi tugas membina Puskesmas Sumberpucung. Candra Hernawan, S.Kom, selain sebagai penanggung jawab IT juga diberikan tugas membina Puskesmas Wajak dan Turen. Bastamil Anwar Aziz, S.Kep. Ns., selain sebagai penanggung jawab teknis kegiatan SMARThealth, juga mendapat tugas membina Puskesmas Dampit dan Gedangan. Sementara itu, Wildan Adi Yatma, S.Psi., mendapat tugas membina Puskesmas Gondanglegi.


Peserta Meeting di Ruang Seksi PTM dan Keswa

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Petugas Pembina Puskesmas Program SMARThealth Tahun 2021 ada 5, yakni bertanggung jawab terhadap berjalannya program SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas tersebut, meliputi: (1) perekrutan kader, pelatihan kader, pelaksanaan Posbindu SMARThealth, pemakaian aplikasi SMARThealth, distribusi alat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) serta membantu koordinai dengan perangkat desa., (2) melakukan bimbingan teknis program dan pendampingan pelaksanaan Posbindu SMARThealth di wilayah kerja Puskesmas tersebut, (3) melakukan monitoring evaluasi terhadap input data SMARThealth oleh kader dan tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas tersebut, (4) membuat laporan bulanan kegiatan pembinaan puskesmas yang diketahui ketua pelaksana tiap tanggal 1 (satu) bulan berikutnya yang akan ditembuskan juga kepada Tim SMARThealth UB, (5) tupoksi ini melekat dengan status kepegawaian di Dinkes Kabupaten Malang, yang akan putus jika petugas tidak bersedia, pindah tugas atau pensiun.

Usai penetapan petugas pembina puskesmas, acara diteruskan dengan praktek cara menginstal dan mengoperasikan aplikasi  eKader. Praktek ini dipandu oleh Candra Hernawan, S.Kom yang didampingi oleh Tim SMARThealth UB.

Pada kegiatan ini, peserta meeting yang bakal membina puskesmas dalam replikasi SMARThealth ini dilatih bagaimana cara menginstal aplikasi eKader yang diunduh dari Play Store. Dalam proses instal ini, ada yang berjalan cepat dan ada pula yang lambat. Tergantung sinyal dan spesifikasi handphonenya. Selain itu, setiap instalan eKader baru selalu ditengarai dengan proses loading yang memerlukan beberapa menit. Hal ini dimungkinkan karena HP tempat menginstal perlu pengenalan dengan server di mana aplikasi itu berada.


Mempraktekkan panduan instalasi eKader

Setelah terinstal semua, peserta meeting diajari mengoperasikan aplikasi eKader. Pengoperasiannya sebenarnya tidak terlalu rumit dan user friendly. Hanya saja untuk peserta yang umurnya berkepala 5 sedikit agak mengalami kesulitan. Harus pelan tapi pasti.

Dalam praktek mengoperasikan aplikasi eKader masih dijumpai beberapa persoalan di dalam aplikasinya. Gatot Sujono yang menginput data dengan HP Oppo F7 menemui kendala dalam mengklik Povinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Namun setelah berusaha input data yang lain, HP Gatot Sujono bisa sampai paripurna. Hal ini setelah dicek dari data yang ada di ePuskesmas baru diketahui bahwa selama input data di ePuskesmas atau ePonkesdes tidak tuntas. Solusinya adalah data dasar di ePuskesmas atau ePonkesdes harus dilengkapi terlebih dahulu, seperti input Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa.

Nur Ani Sahara dalam mencoba input data dengan eKader juga menemui jarum tidak bergerak pada ukur risiko penyakit jantung pasien. Digeser-geser tidak memberikan efek apa-apa. Berbeda dengan ketika masih menggunakan aplikasi pada saat baseline. Dengan tidak memberikan perubahan apa-apa tatkala digeser, kader tidak bisa membantu edukasi lagi. Dulu, bila dipraktekkan kalau hipertensi atau ukuran diabetes ditambah atau dikurangi akan terlihat berapa besar risiko pasien tersebut ke dalam spidometernya.

Kristina Dewi, usai mempraktekkan input data dengan eKader juga menemukan permasalahan dalam aplikasi. Ketika Kristin menginput data pasien yang kebetulan dengan hasil hipertensi yang tinggi dan sekaligus punya riwayat diabetes mellitus, jarum risiko dalam spidometer tidak memperlihatkan warna merah, atau tidak muncul. Begitu pula yang dialami oleh Nur Ani Sahara saat menginput pasien dengan pengukuran tensi rata-rata 145, tapi tidak tercatat di ePuskesmas sebagai hipertensi.

Tepat pukul 11.26 WIB, acara meeting selesai sudah. Sesungguhnya masih dijumpai beberapa peserta meeting yang masih mengalami belum familiar sekali dengan aplikasi eKader, akan tetapi karena waktu telah menginjak Jumatan maka pertemuan dalam rangka instalasi dan mengoperasikan aplikasi eKader diakhiri. *** [050221]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Pamotan

0 Comments

Sebenarnya sesuai surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang No. 440/276/35.07.103/2021 tertanggal 21 Januari 2021, hari keenam Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) dijadwalkan di Puskesmas Ngantang. Akan tetapi atas pertimbangan adanya replikasi SMARThealth di 6 Puskesmas pada tahun 2021 maka agenda bimtek di 6 Puskesmas tersebut didahulukan.

Hari keenam ini dilaksanakan Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pamotan yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani No. 68 Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (03/02/2021).


Peserta Bimtek di Puskesmas Pamotan

Acara pertemuan bimtek ini dimulai pada pukul 09.07 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Pamotan drg. Putri Lestari. Dalam sambutannya, Kapus mengucapkan selamat datang kepada rombongan Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang. Kemudian Kapus menyoroti perkembangan PTM di wilayahnya, dan berharap SMARThealth nantinya bisa menunjang capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lingkungan Puskesmas Pamotan, dan semua desa di sini bisa mereplikasi SMARThealth sesegera mungkin.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Paulus mengemukakan bahwa bimtek kali di luar kebiasaan. Yang dulunya hanya mengambil data atau copy paste terus pulang, sekarang menghadirkan PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan 6 perawat desa yang ada di lingkungan Puskesmas Pamotan, yang meliputi Pamotan, Sumbersuko, Majangtengah, Rembun, Pojok, dan Jambangan.


Sambutan dari Kepala Puskesmas Pamotan dan Kasi PTM dan Keswa

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan PTM dan Keswa di Kabupaten Malang. Makanya dalam bimtek ini, Seksi PTM dan Keswa yang hadir juga rombongan. Dalam bimtek ini, rombongan Seksi PTM dan Keswa ini akan mengajarkan cara menghitung data capaian SPM, baik PTM maupun Keswa. Kemudian, peserta pertemuan bimtek juga akan mempelajari ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung.

Menurut Paulus, capaian SPM Pamotan masih di bawah capaian secara nasional, sehingga perlu adanya terobosan-terobosan. Seperti di Wagir, setiap kegiatan layanan kesehatan dilakukan capaian SPM PTM. Memadukan kegiatan itu harus menjadi terobosan.


Pemaparan Materi SPM

Selain itu, Paulus juga menjelaskan bahwa SMARThealth merupakan program inovasi Dinkes yang telah diakui Provinsi dan Nasional. Karena Majangtengah sudah pernah menjadi pilot project program SMARThealth maka nanti Majangtengah harus mampu mereplikasi SMARThealth di desa lainnya di lingkungan Puskesmas Pamotan.

Diakhir sambutannya, Paulus mengucapkan terima kasih kepada Kapus Pamotan yang telah berkenan memfasilitasi kegiatan bimtek ini.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh staf PTM Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ns, dengan judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM).” 


Pemaparan Materi Indera

Bastamil mengawali dengan paparan data tahun 2020, dan menampilkan target persentase capaian skrining yang harus dipenuhi untuk hipertensi usia 15 ke atas, diabetes mellitus usia 15 tahun ke atas, IVA usia 30-50 tahun per 5 tahun, gigi dan mulut, indera usia 0-meninggal, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) usia 10-18 tahun, dan uspro usia 15-59 tahun. Kemudian disusul dengan penjelasan sasaran pencapaian SPM untuk tahun 2021 ini.

Pukul 09.35 WIB, acara bimtek diisi dengan pemaparan mengenai permasalahan indera oleh staf PTM Kristina Dewi, A.Md.Keb. Menurut Kristina, skrining indera tidak hanya cukup dilakukan dalam satu kegiatan saja. Skrining indera perlu bekerja sama dengan bidan di Puskesmas, Posyandu Balita, UKS maupun Posyandu Lansia. Capaian target sasaran SPM indera tidak bakal terpenuhi bila berjalan sendiri-sendiri.


Ulasan Serapan Materi

Selesai materi indera, acara kemudian diisi oleh staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns. Pada kesempatan ini, Nur Ani Sahara berusaha mengulas apa yang telah disampaikan oleh kedua pemateri sebelumnya. Ulasan ini sekaligus untuk mengetahui sejauh mana serapan materi itu diperoleh.

“Setiap perawat desa harus paham dan senantiasa mengupdate data karakteristik kependudukan di desanya masing-masing”, jelas Nur Ani Sahara.

Dengan mengetahui jumah penduduk dan sebaran umurnya, perawat desa akan memiliki pijakan untuk mengetahui sasaran pencapaian SPM yang seharusnya. Oleh karena itu, pada bimtek ini Nur Ani Sahara memberikan pelatihan cara menghitung sasaran dalam pemenuhan SPM dengan karakteristik penduduk di tahun 2021 ini.


Praktek ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung

Setelah dilatih cara menghitung setiap target sasaran capaian SPM, Nur Ani Sahara juga menerangkan bagaimana cara memenuhi sasaran tersebut. Terlebih di masa pandemi ini, mengumpulkan data untuk capaian SPM akan terasa sulit.

Itulah kenapa perawat desa dikumpulkan dalam bimtek ini. Tujuannya untuk mensinergikan kegiatan yang sambil jalan bisa mendapatkan semuanya.

Pukul 10.33 WIB, peserta bimtek diajak berlatih mengisikan ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung yang nantinya akan sering digunakan untuk skrining di desanya masing-masing. Kegiatan ini dipandu oleh Nur Ani Sahara dan Kristina Dewi.

Setelah berlatih mengoperasikan ePuskesmas, acara pertemuan bimtek kemudian diteruskan dengan pemaparan menyangkut Keswa oleh Staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam kesempatan ini, Gatot mengapresiasi capaian SPM Keswa di Puskesmas Pamotan yang sudah bagus, mencapai 90 persen. Dari bimtek yang sudah berlangsung, laporan Puskesmas Pamotan paling lengkap.


Pemaparan Materi Keswa

Namun Gatot juga mengingatkan bahwa kohort idealnya diisi oleh perawat desa. Bukan hanya ODGJ yang periksa ke Puskesmas, tapi juga mencatat kunjungan perawat maupu kader ke rumah ODGJ secara berkala. Oleh sebab itu, perlu dibuat Posyandu Jiwa minimal 1 buah di satu desa.

Sebelum acara bimtek ditutup, Paulus mengingatkan kembali kepada peserta pertemuan bimtek ini bahwa untuk mengejar SPM PTM tidak bisa hanya bertumpu pada satu kegiatan saja, tapi harus masuk ke dalam berbagai kegiatan.

Tepat pukul 12.00 WIB, Kapus memberikan closing statement. Di kesempatan itu, Kapus mengucapkan terima kasih kepada Dinkes yang telah membuka lebar kesempatan untuk konsultasi dari peserta pertemuan ini, dan Kapus akan menindaklanjuti demi kesehatan masyarakat di lingkungan Puskesmas Pamotan. *** [030221]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Gondanglegi

0 Comments

Hari kelima kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Gondanglegi yang berada di Jalan Diponegoro No. 62 Dusun Krajan Satu, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (02/02/2021).

Menurut yang tertera dalam surat pemberitahuan dari Dinkes No. 440/276/35.07.103/2021 tertanggal 21 Januari 2021, jadwal bimtek di Puskesmas Gondanglegi sebenarnya jatuh pada hari ke-35. Akan tetapi mengingat Puskesmas Gondanglegi akan mereplikasi SMARThealth di tahun 2021 ini, maka jadwal ditukar dengan Pujon.


Sambutan dari Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang

Acara pertemuan bimtek dihadiri oleh PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS, dan tujuh perawat desa di lingkungan Puskesmas Gondanglegi, yang meliputi: Gondanglegi Kulon, Gondanglegi Wetan, Putat Kidul, Sepanjang, Sukosari, Panggungrejo, dan Sukorejo. PP PTM dan perawat desa dihimbau untuk membawa jumlah penduduk desa tahun 2021 usia 15 ke atas. Hal ini supaya dalam bimtek nanti bisa mengetahui target sasaran capaian SPM.

Pertemuan bimtek ini dimulai pada pukul 08.35 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Nurslamet, mewakili Kepala Puskesmas Gondanglegi. Dalam sambutannya, Nurslamet mengucapkan selamat datang kepada rombongan Seksi PTM dan Keswa, dan sekaligus memberikan arahan kepada peserta pertemuan mengenai pentingnya bimtek ini.


Peserta Bimtek di Puskesmas Gondanglegi

Berikutnya disusul dengan sambutan dari staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd., mewakili Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa yang kebetulan tidak bisa hadir karena berbenturan dengan adanya Virtual Meeting Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Ampelgading. Gatot mengutarakan mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Penilaian Kerja Puskesmas (PKP) baik PTM maupun Keswa.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns, dengan judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM).”


Materi SPM PTM yang disampaikan oleh Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns

Menurut Nur Ani Sahara, ada 6 PKP Program PTM, yaitu sekolah yang ada di wilayah Puskesmas harus melaksanakan KTR (Kawasan Tanpa Rokok), persentase merokok penduduk usia 10-18 tahun, Puskesmas dan jejaringnya/faskes di wilayahnya melayani Upaya Berhenti Merokok (UBM), pelayanan kesehatan usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM usia di atas 15 tahun, serta deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30-50 tahun atau perempuan yang memiliki riwayat seksual aktif.

Pelayanan skrining faktor risiko pada usia produktif adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk PTM yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan anamnesa perilaku berisiko. Yang dimaksud skrining di sini adalah dalam bentuk kesatuan. Jika warga hanya diukur hipertensinya saja atau diabetes mellitusnya saja, belum dikategorikan masuk dalam SPM.


Praktek ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung

Nur Ani Sahara mengakui bahwa di masa pandemi ini pemenuhan capaian SPM mengalami kendala. Oleh karena itu, perlu dipikirkan cara mengatasinya. Inilah kenapa semua perawat desa dihadirkan dalam bimtek ini agar terjadi sinergi internal antara pemegang program dan perawat dalam mencapai SPM. Pemegang program tidak bisa bekerja sendirian atau membuat laporan sendiri tanpa bantuan dari perawat yang ada.

Semua yang sudah diprogramkan sebenarnya bisa diikuti dengan skrining, seperti pada konseling dari pintu ke pintu (kopipu) atau pada saat penyelenggaraan Posbindu maupun Posyandu Lansia. Begitu pula halnya dengan pasien yang sedang memeriksakan diri ke Puskesmas. Perawat bisa melakukan skrining dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien atau mengantri pemeriksaan.

 

Materi Keswa oleh Gatot Sujono, S.St., M.Pd

Selain itu, Puskesmas Gondanglegi juga sudah memiliki pengalaman menjalankan SMARThealth, yang dulu terbilang membantu untuk meningkatkan capaian SPM dengan bantuan kader kesehatan terlatih.

Oleh karena itu, di tahun 2021 ini Puskesmas Gondanglegi harus melakukan replikasi SMARThealth untuk enam desa lainnya di lingkungan Puskesmas Gondanglegi.

Usai materi SPM diteruskan dengan praktek ePuskesmas yang dipandu oleh Candra Hernawan melalui laptop yang disorotkan ke layar, dan penjelasannya dilakukan oleh Nur Ani Sahara dengan bantuan microphone.

Mereka menjelaskan praktek ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung, yang nantinya akan senantiasa digunakan oleh perawat ketika menginput hasil skrining di wilayah desanya masing-masing.

Dalam praktek itu dijumpai beberapa kendala dalam proses menginput, seperti tidak bisa disimpan. Selain itu, cara mengisinya harus cepat. Jika tidak, tampilan layarnya akan kembali ke posisi semula. Kalau cepat juga akan mengalami risiko salan ketik atau salah tekan dalam menginput data.

Selesai praktek, acaranya dilanjutkan dengan paparan materi Keswa yang disampaikan oleh Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam penyampaian materi itu, Gatot mengatakan bahwa capaian Keswa di Puskesmas Gondanglegi ada peningkatan. Namun, bila di breakdown ke dalam kohort masih terlihat beberapa kekurangannya, seperti ada alamatnya tapi namanya tidak ada, dan status obat kosong.

Selain itu, PKP kecil karena kunjungannya sedikit. Kunjungan ODGJ ke Puskesmas, perawat ke ODGJ maupun kader ke ODGJ sangatlah penting dalam kohort. Menurut Gatot, kohort yang mengisi harus perawat desa, sedangkan PP Keswa tinggal merekap ke dalam form laporannya.

Pada kesempatan itu, Gatot juga menjelaskan bagaimana penanganan ODGJ yang kurang mampu, tidak memiliki identitas maupun yang terlantar, dan juga mewanti-wanti kepada perawat yang membawakan obat untuk ODGJ, senantiasa harus dibekali dengan surat keterangan dari farmasi atau Puskesmas. Hal ini agar supaya perawat tidak menemui kendala ketika terjadi operasi dari kepolisian.

Kegiatan bimtek ini berakhir pada pukul 10.58 WIB. Kemudian rombongan Dinkes dan perwakilan dari Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) pamit undur diri, dan tenaga kesehatan di Puskesmas Gondanglegi siap-siap jadwalnya untuk divaksinasi siang itu. *** [020221]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ  Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Wagir

0 Comments

Hari keempat penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Bimtek) diadakan di Ruang Rapat Puskesmas Wagir yang beralamatkan di Jalan Pandanrejo No. 61 Dusun Pandansari RT 02 RW 01 Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (01/02/2021).

Acara pertemuan yang dimulai pada pukul 09.06 WIB itu menghadirkan PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan 12 perawat desa yang berada di lingkungan Puskesmas Wagir, meliputi Dalisodo, Jedong, Pandanlandung, Sidorahayu, Parangargo, Sitirejo, Mendalanwangi, Gondowangi, Pandanrejo, Sukodadi, Petungsewu, dan Sumbersuko.


Peserta Bimtek Puskesmas Wagir

Acara pertemuan bimtek diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Wagir drg. Prima Puspitorini. Dalam sambutannya, drg. Prima mengutarakan bahwa sebenarnya jadwal bimtek di Puskesmas Wagir adalah di hari ke-38. Akan tetapi karena Puskesmas Wagir akan mereplikasi SMARThealth di 12 desa yang ada di lingkungan Puskesmas Wagir, maka diprioritaskan bimteknya. Jadwalnya ditukar dengan Puskesmas Tirtoyudo.

Diakui oleh Kapus, bahwa PTM masih menjadi program prioritas di Puskesmas Wagir. Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk usia produktif masih kurang targetnya. Hanya untuk Diabetes Mellitus (DM) yang sudah agak lumayan.

Menurut Kapus, semenjak dicanangkan work from home, masalah PTM malah kian meningkat. Karena dalam kerja dari rumah itu, umumnya orang akan banyak ngemil di depan laptop yang pada akhirnya menyebabkan obesitas.

Permasalahan PTM masih mendominasi 3 besar di lingkungan Puskesmas Wagir, utamanya DM, hipertensi, dan stroke. Karena penyebab PTM itu umumnya dari gaya hidup, maka penanganannya perlu sinergi.


Sambutan Kepala Puskesmas Wagir, drg. Prima Puspitorini

Dalam akhir sambutannya, drg. Prima berharap bahwa setelah pencerahan dari bimtek yang diselenggarakan oleh Seksi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang ini, semoga Puskesmas Wagir menjadi lebih baik dalam mengendalikan PTM di lingkungannya.

Kemudian sambutan dari Dinkes yang biasanya dilakukan oleh Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa, pada bimtek ini diisi oleh Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns, staf PTM yang mewakilinya. Kebetulan Kasi PTM dan Keswa sedang ada sosialisasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dan kemudian plotting untuk mengikuti Musrenbang tersebut.

Untuk Seksi PTM dan Keswa diagendakan mengikuti Musrenbangcam di Ampelgading dan Pujon. Oleh karena itu, Kasi PTM dan Keswa sedang mempersiapkan proses perencanaan sampai dengan penganggaran dalam bidang kesehatan, khususnya yang berkenaan dengan replikasi SMARThealth.


Materi SPM dari Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns

Selain itu, Nur Ani Sahara juga mengemukakan bahwa desa yang akan replikasi SMARThealth akan mendapatkan dropping Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Tahun 2021 SMARThealth Kit akan cair. Semua desa di Wagir diharapkan melakukan replikasi SMARThealth tahun ini. Jadi, nanti akan ada dropping SMARThealth Kit sebanyak 12 desa dikalikan 5 kader terlatih setiap desanya.

Setiap desa nantinya seorang kader akan mendapat 1 tas kesehatan SMARThealth Kit di mana di dalamnya terdapat 200 stick gula darah, sedangkan di Posbindu Kit ada 400 stick gula darah. Jadi setiap desa akan melakukan skrining menggunakan stick gula darah sebanyak 1.400 orang.

Setelah memberikan sambutan, Nur Ani Sahara kemudian melanjutkan dengan memberikan materi yang berjudul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM)”.


Ruang Rapat Puskesmas Wagir

Menurut Nur Ani Sahara, ada 12 layanan dalam menggapai SPM di lingkungan Dinkes. Empat layanan di antaranya terdapat di PTM, yakni Usia Produktif, Usia Lanjut, Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), dan Indera. Ditambah laporan mengenai Indeks Massa Tubut (IMT) untuk mengetahui obesitas suatu masyarakat di tahun 2021 ini.

Semua target ideal yang diharapkan di dalam capaian SPM dibahas dalam materi tersebut. Hanya saja terkadang antara harapan dan kenyataan acapkali berbeda. Inilah yang perlu dibicarakan dalam bimtek ini.

Diakui oleh Nur Ani Sahara, kehadiran pandemi ini membawa dampak pekerjaan di lapangan. Ujung-ujungnya pencapaian target sasaran SPM kerap tidak memenuhi capaiannya. Untuk itu, diperlukan trik-trik untuk menyiasati dalam pemenuhan capaian SPM. Misalnya pada saat konseling dari pintu ke pintu (kopipu) dapat dilakukan skrining untuk menyicil melakukan pengukuran. Kalau semuanya harus dilakukan secara ideal kemungkinan akan berat pemenuhannya, jauh dari capaian.


Praktek ePuskesmas Skrining Luar Gedung

Atau, pada saat pasien memeriksakan diri ke Puskesmas, perawat bisa melakukan skrining dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien diperiksa. Datanya bisa dinput di ePuskesmas Skrining Dalam Gedung. Bila sehari rata-rata ada 40 orang yang periksa ke Puksemas, berarti perawat berkesempatan menambah capaian SPM setiap harinya sebanyak 40 orang. Puskesmas hanya perlu menyediakan meja khusus untuk skrining PTM saja.

Oleh karena itu, dalam bimtek tahun ini Seksi PTM dan Keswa mengumpulkan semua perawat desa dalam pertemuan ini. Hal ini agar supaya menemukan solusi untuk mencapai SPM dengan stategi yang bisa dijalankan. Karena data yang menyumbang PKP adalah desa.

Program yang ada di Dinkes sekarang meminta laporannya dalam bentuk skrining, bukan yang periksa saja. Karena kasus kesehatan sekarang di Indonesia menuntut hal itu, bahkan Pemerintah juga sedang menggagas upaya Puskesmas mendirikan Poli UBM (Upaya Berhenti Merokok).


Materi Keswa dari Gatot Sujono, S.St., M.Pd

Tepat pukul 10.00 WIB, acara pertemuan dilanjutkan dengan praktek ePuskesmas Skrining Dalam Gedung dan Skrining Luar Gedung. Pada umumnya perawat desa di lingkungan Puskesmas Wagir sudah pernah mengoperasikan ePuskesmas, sehingga dalam bimtek ini hanya diperlukan strategi capaian untuk pemenuhan SPM.

Usai praktek ePuskesmas, acara pertemuan dilanjutkan dengan materi Keswa yang disampaikan oleh staf Keswa, Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam paparannya, Gatot mengemukakan bahwa SPM Keswa di Wagir sudah lumayan bagus. Akan tetapi ketika di breakdown ke dalam kohort terlihat masih ditemui ada beberapa desa yang laporannya sama terus. Ada nama yang dobel dan isian obatnya kosong. Kunjungan Keswa masih rendah. Perawat dan kader mengunjungi ODGJ sebenarnya termasuk layanan juga.

Untuk kohort Keswa harus diisi secara periodik setiap bulannya. Karena pengisian 8 item di PKP berdasarkan kohort tersebut. Oleh karena itu, Gatot menyarankan PP Keswa Chorina Kusbiantoro, A.Md. Kep agar mengupayakan setiap desa hendaknya memiliki satu Posyandu Jiwa. Seandainya belum bisa, pada saat pelaksanaan Posbindu harus disiapkan kader Keswa.

Gatot juga menjelaskan bahwa penanganan ODGJ itu harus komprehensif. Termasuk memikirkan bagaimana rujukannya, mengingat kebanyakan ODGJ adalah keluarga tidak mampu.

Pukul 10.54 WIB acara bimtek berakhir sudah. Pelaksanaan bimtek di Puskesmas Wagir ini sedikit lebih cepat dibandingkan tiga Puskesmas sebelumnya. Hal ini dikarenakan semua perawat yang hadir dalam pertemuan bimtek ini akan divaksin siang ini. *** [010221]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Pakisaji

0 Comments

Sesuai undangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Nomor 440/276/35.07.103/2021 yang ditujukan kepada Kepala UPT Puskesmas Se-Kabupaten Malang, hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) ini sedianya diagendakan di Puskesmas Ampelgading, namun atas pertimbangan dari Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa jadwalnya digeser untuk mendahulukan Puskesmas yang akan melakukan repilkasi SMARThealth di tahun 2021 ini.

Hari ketiga akhirnya diadakan Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pakisaji yang beralamatkan di Jalan Raya Pakisaji No. 19 Dusun Jatirejo RT 10 RW 02 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (28/01/2021).

Pertemuan yang dipusatkan di Ruang Pertemuan Puskesmas tersebut dimulai pada pukul 09.29 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Pakisaji dr. Nur Syamsu Dhuha. Dalam sambutannya, Kapus mengucapkan selamat datang  kepada rombongan Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang yang telah berkenan hadir di acara bimtek ini, dan berharap agar bimtek ini berjalan sesuai yang diharapkan.


Peserta Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pakisaji

“Dimarahi boleh tapi diajari”, pinta Kapus Pakisaji.

Setelah sambutan Kapus, diteruskan dengan sambutan dari Kasi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Di dalam sambutannya, Paulus memperkenalkan rombongan Seksi PTM dan Keswa yang terlibat dalam bimtek ini. Ada lima orang staf PTM dan Keswa yang hadir ditambah seorang perwakilan SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan bimtek ini bukan sekadar mengambil data atau copy paste saja, akan tetapi pembinaan tentang pemahaman Standar Pelayanan Minimal (SPM) PTM dan Keswa. Sehingga di tahun 2021 ini, Seksi PTM dan Keswa datang berombongan. Semua staf PTM dan Keswa dioptimalkan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan program PTM dan Keswa di Kabupaten Malang.

Menurut Paulus, ada beberapa strategi pencapaian SPM yaitu advokasi dan sosialisasi internal dan eksternal, menguatkan dan mengaktifkan tindakan promotif, preventif, kuratif, dan paliatif, perlu  ada peningkatan SDM, penguatan sistem surveilans terpadu untuk PTM, serta mengembangkan jejaring (networking) dengan swasta dan mengoptimalkan peran kader.


Kasi PTM & Keswa serta Kepala Puskesmas Pakisaji

Selain itu, Paulus juga menerangkan program SMARThealth kepada peserta pertemuan bimtek ini yang dihadiri oleh PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan 12 perawat desa di lingkungan kerja Puskesmas Pakisaji yang berasal dari Pakisaji, Karangpandan, Glanggang, Wonokerso, Sutojayan, Karangduren, Kendalpayak, Genengan, Kebonagung, Wadung, Jatisari, dan Permanu.

Dua desa yang sudah dilatih program SMARThealth, yaitu Karangduren dan Kendalpayak, sudah melaksanakan program SMARThealth. Tahun 2021 ini akan mereplikasi program SMARThealth di 10 desa di lingkungan Puskesmas Pakisaji yang belum melaksanakan SMARThealth dengan cost sharing. Dinkes akan menyiapkan Posbindu Kit untuk desa yang akan menjalankan program SMARThealth tersebut. Setiap desa akan disuplai dengan 5 Posbindu Kit. Hal ini agar supaya meningkatkan skrining usia produktidf dan lansia.

Oleh karena itu, Paulus menghimbau kepada perawat desa agar segera mensosialisasikan dan mengajukan anggaran kepada Pemerintah Desa melalui dana desa melalui musrenbangdes yang akan segera digelar.


Perawat Desa di Lingkungan Puskesmas Pakisaji

Usai Paulus, acara pertemuan dilanjutkan dengan paparan dari staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns dengan mengambil judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM)”.

Menurut Nur Ani Sahara, dalam SPM ini pada dasarnya menyasar masyarakat dengan usia produktif dan lansia. Pelayanan skrining faktor risiko pada usia produktif adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan anamnesa perilaku berisiko. Sedangkan pelayanan skrining faktor risiko pada lansia adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan gangguan mental (pemeriksaan Geriatric Depression Scale/GDS), pemeriksaan gangguan kognitif (pemeriksaan Abbreviated Mental Test/AMT), pemeriksaan tingkat kemandirian usia lanjut (pemeriksaan Activity Daily Living/ADL), dan anamnesa perilaku risiko.

Dalam paparannya, Nur Ani Sahara juga membahas Capaian SPM Usia Produktif Tahun 2020, Capaian SPM Diabetes Mellitus Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian SPM Hipertensi Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian Skrining Indera Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian Skrining Gigi dan Mulut Kabupaten Malang Tahun 2020, serta Data Acuan PTM Tahun 2021 Dinkes Kabupaten Malang.


Nur Ani Sahara dengan Materi SPM

Diakui oleh Nur Ani Sahara, di masa pandemi ini memang banyak kendala dijumpai. Namun dengan bimtek ini diharapkan terjadi titik temu untuk pencapaian SPM tersebut.

Pukul 10.28 WIB diadakan praktek penggunan ePuskesmas Skrining Dalam Gedung dan Skrining PTM Luar Gedung. Praktek ini dipandu oleh Candra Hernawan, staf PTM yang membidangi IT melalui laptop yang disorotkan ke layar melalui bantuan proyektor, sedangkan penjelasannya dilakukan oleh Nur Ani Sahara dengan menggunakan microphone.

Dalam prakteknya nanti, Nur Ani Sahara menyarankan kepada perawat, bahwa pasien yang sedang menunggu pemeriksaan di Puskesmas bisa diarahkan ke meja skrining PTM. Oleh karena itu, Puskesmas perlu menyediakan meja skrining PTM di tahun 2021. Ini jika berjalan akan dapat menambah SPM.


Staf PTM mendampingi dalam praktek ePuskesmas

Setelah dirasa cukup untuk materi SPM, acara berikutnya dilanjutkan dengan paparan dari staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam paparannya, Gatot menerangkan pelayanan kesehatan ODGJ berat sesuai SPM tahun 2020, penilaian kerja puskesmas Keswa tahun 2020, dan kohort Keswa tahun 2020. Berangkat dari materi itu, kita bisa melakukan penilaian dan sekaligus evaluasi.

Menurut Gatot, laporan Keswa Pakisaji tergolong sudah bagus. Kendati ada pengobatan yang kosong, namun setelah mendapat keterangan dari PP Keswa Puskesmas Pakisaji bisa dimengerti alasannya kosong, seperti pasiennya menghilang atau keluarga tidak setuju dengan pemberian obat yang ada efek sampingnya.

Banyak yang dibahas mengenai Keswa di Puskesmas Pakisaji seiring dengan adanya sejumlah pertanyaan dari peserta pertemuan bimtek ini. Mulai dari penanganan pasien ODGJ yang tak memiliki KTP maupun ODGJ yang terlantar hingga perlunya mengaktifkan Posyandu Jiwa di desa. Kunjungan-kunjungan ini nantinya akan masuk SPM dan PKP.


Perawat Desa sedang mempraktekkan ePuskesmas Skrining Luar Gedung

Selain itu, Gatot juga mengingatkan kepada peserta pertemuan bimtek bahwa perawat yang membawa obat ODGJ sebaiknya dibekali surat dari bagian farmasi atau Puskesmas. Hal ini agar supaya tidak menimbulkan permasalahan ketika sedang melakukan kunjungan pemeriksaan pasien. Legalitas obat yang dibawa perawat diperlukan untuk menghindari ‘tuduhan’ penggunaan obat psikotropika.

Menginjak pukul 11.38 WIB, acara kemudian diisi dengan closing statement dari Kasi PTM dan Keswa. Paulus mengingatkan pentingnya capaian SPM bagi Puskesmas. Sekarang di PTM dan Keswa, indikatornya banyak yang memerlukan skrining.

Harapan Paulus dalam bimtek selama 3 jam ini, semoga menjadi pedoman untuk SPM. Tak lupa pula, Paulus mengingatkan bahwa Desa Karangduren dan Kendalpayak untuk tahun 2021 ini diharapkan melatih 10 desa lainnya di dalam lingkungan Puskesmas Pakisaji untuk mereplikasi SMARThealth. *** [280121]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ  Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo

 


Read More »

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Sumbermanjing Wetan

0 Comments

Hari kedua agenda kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) di tahun 2021 ini masih berada di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kebetulan di Kecamatan Sumbermanjing Wetan terdapat dua Puskesmas.

Sehari sebelumnya terlebih dahulu diadakan Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Sitiarjo, dan sekarang pelaksanaan Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Sumbermanjing Wetan, pada hari Rabu (27/01/2021).

Lokasi Bimtek diselenggarakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Sumbermanjing Wetan yang terletak di Jalan Raya Maghenda No. 50 Krajan RT 15 RW 06 Des Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Ruang Pertemuan ini dipisahkan jalan beraspal dari bangunan induk Puskesmas tersebut.


Peserta Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Sumbermanjing Wetan

Kegiatan Bimtek ini dimulai pada pukul 09.08 WIB dengan diisi oleh sambutan dari Kepala Tata Usaha, Trias Purborini. Trias mewakili Kepala Puskesmas Sumbermanjing Wetan, yang kebetulan sedang berada di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang untuk menandatangani pakta integritas yang selalu dibarukan setiap tahunnya.

Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Seksi PTM dan Keswa, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Dalam sambutannya, Paulus terlebih dahulu memperkenalkan staf Dinkes yang hadir dalam bimtek ini.

“Kenapa kita datang rombongan?” lontar Paulus.

“Hal ini agar supaya bimtek semakin berkualitas. Kita tidak datang hanya ambil data, terus pulang. Melainkan biar bisa tukar informasi program PTM dan Keswa guna memenuhi SPM.” jelas Paulus.


Sambutan-sambutan dalam Bimtek

Menurut Paulus, sasaran program PTM meliputi PTM (usia produktif, Yankes Hipertensi, Yankes Diabetes, skrining faktor risiko PTM di Posbindu), Pandu PTM di Puskesmas, deteksi gangguan indera fungsional mata dan telinga, deteksi dini kanker mulut rahim dan payudara, penerapan Kawasan Tanpa Merokok (KTR) dan Usaha Berhenti Meroko (UBM) di fasilitas kesehatan dan sekolah, pengendalian penyakit gigi dan mulut, talasemia, gagal ginjal, lupus dan kasus kecelakaan, serta pengembangan program inovasi SMARThealth.

Sedangkan, sasaran program Keswa terdiri atas pelayanan kesehatan ODGJ berat, pelayanan kesehatan ODMK, deteksi dini NAPZA di fasilitas kesehatan dan sekolah, pelayanan kesehatan rehabilitasi medik kasus penyalahgunaan NAPZA, serta penguatan Posyandu Jiwa di desa.

Untuk mencapai SPM yang lebih baik, Paulus menyarankan agar petugas kesehatan senantiasa melakukan advokasi kepada Kepala Desa, sekolah yang ada di wilayahnya, PKK maupun Camat. Di samping itu juga harus dilakukan advokasi internal, di mana program-program yang ada di Puskesmas harus bersinergi atau saling berhubungan. Kemudian perlu diupayakan promotif, preventif, kuratif maupun paliatif. Perlu juga meningkatkan sumber daya yang ada, mendukung surveilans (penyakit menular), dan membuat jejaring (networking) seperti dengan tenaga kesehatan swasta dan kader.


Paparan Materi Standar Pelayanan Minimal

Usai sambutan Kasi PTM dan Keswa, acara dilanjutkan dengan paparan materi dari staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns. Ia menjelaskan “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal: Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Palayanan Dasar SPM.”

Dalam paparannya, selain menerangkan masalah SPM, Nur Ani Sahara juga memberi kesempatan dialog interaktif dengan peserta bimtek yang meliputi PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan sembilan perawat yang berasal dari desa: Sumbermanjing, Harjokuncaran, Argotirto, Ringinsari, Druju, Ringinkembar, Klepu, Sekarbanyu, dan Tegalrejo.

Dari dialog itu, Seksi PTM dan Keswa bisa mendapat gambaran persoalan yang dihadapi di lapangan oleh para perawat, dan sekaligus bisa memberikan solusi alternatif untuk mengatasinya. Misalnya masalah sinyal bisa diatasi dengan menyiapkan form pertanyaan seperti yang ada di ePuskesmas. Sehingga setelah mendapatkan sinyal, perawat bisa segera menginputnya.


Praktek ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung

Diakui oleh Nur Ani Sahara, di masa pandemi ini memang semua mengalami kendala. Namun demikian, kendala itu bisa dicarikan jalan keluarnya seperti misalnya melakukan skrining Pandu PTM terhadap pasien yang sedang memeriksakan diri di Puskesmas. Caranya dengan memanfaatkan waktu tunggu pasien diisi dengan skrining.

Selain itu, Nur Ani Sahara juga menyinggung program SMARThealth untuk membantu peningkatan SPM. SMARThealth akan mengisi skrining yang dilakukan oleh kader baik di Posbindu maupun mengunjungi ke rumah (home visit). Pengalaman desa yang sudah menjalankan SMARThealth, diyakini petugas kesehatan dan kader kesehatan terlatih akan bisa berkarya secara komprehensif.

Tepat pukul 10.27 WIB acara kemudian dilanjutkan dengan mempraktekkan aplikasi ePuskesmas utamanya Skrining PTM Luar Gedung yang akan kerap digunakan oleh perawat di desa. Dipandu oleh Nur Anis Sahara bersama Candra Hernawan, staf PTM yang membidangi IT.


Paparan Materi Kesehatan Jiwa

Setelah praktek aplikas ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung, acara diisi dengan paparan materi Keswa oleh staf PTM Keswa Gatot Sujono, S.St, M.Pd. Dalam paparannya, Gatot Sujono mengawali dengan melontarkan kalimat tanya,”Kenapa saya ikut juga hadir dalam bimtek ini?”

“Karena bentuk pelaporannya menyatu juga di dalamnya”, jelas Gatot Sujono.

Menurut Gatot, dari hasil laporan bulanan yang masuk ke Seksi PTM dan Keswa, Sumbermanjing Wetan tergolong lengkap. Hanya saja masih dijumpai nama dan nomor yang ganda (double accounting). Harapannya, kedepannya jangan ada data ganda lagi dan hindari yang bolong atau kosong.

Usai paparan SPM dan Keswa, acara berikutnya diisi oleh Kasi PTM dan Keswa dengan mensosialisasikan program SMARThealth yang sudah direplikasi di beberapa Puskesmas di Kabupaten Malang. Untuk replikasi SMARThealth di Sumbermanjing Wetan diagendakan pelaksanaannya pada tahun 2022.

Kalau sudah melaksanakan program SMARThealth, perawat akan terbantukan, karena data yang diinput oleh kader kesehatan terlatih akan langsung bridging ke ePuskesmas. Oleh karena itu, yang harus dilakuka oleh perawat saat ini menurut Paulus, adalah advokasi kepada Kepala Desa perihal akan dilaksanakan program SMARThealth ini.

Mengakhiri kegiatan bimtek ini adalah closing statement oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Sumbermanjing Wetan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas bimtek ini yang cukup mencerahkan bagi Puskesmas Sumbermanjing Wetan, dan selanjutnya akan menyikapi pemenuhan dalam target SPM seperti yang dikehendaki. *** [270121]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Sitiarjo

0 Comments

Mengawali tahun 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melalui Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Keswa di Puskesmas Sitiarjo pada hari Selasa (26/01/2021).

Bimtek yang digelar di Aula Puskesmas Sitiarjo yang berada di Jalan Raya Sitiarjo No. 11 Dusun Palung RT 17 RW 04 Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan program PTM dan Keswa di Kabupaten Malang.


Peserta Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Sitiarjo

Peserta Bimtek meliputi PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS, dan seluruh perawat desa di lingkungan kerja Puskesmas Sitiarjo, yang terdiri atas Desa Tambak Asri, Desa Kedung Banteng, Desa Tambakrejo, Desa Sumber Agung, dan Desa Sitiarjo.

Kegiatan Bimtek yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Sitiarjo, drg. Aniek Indarti. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Seksi PTM dan Keswa, Paulus Gatot Kusharyanto, SKM.


Sambutan Kapus Sitiarjo dan Kasi PTM dan Keswa

Dalam sambutannya, selain tugas yang diemban perihal PTM dan Keswa, Paulus juga mensosialisasikan program replikasi SMARThealth yang dijadwalkan dilaksanakan oleh Puskesmas Sitiarjo pada tahun 2022. Ia memaparkan SMARThealth secara gamblang, termasuk menyangkut pelatihan kader nantinya yang bersifat cost sharing dengan Puskesmas Sitiarjo, dan transportasi kader yang diupayakan dari dana desa.

Setelah kedua sambutan itu, kegiatan Bimtek diisi dengan paparan dari staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns. Ia menyampaikan materi “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal: Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM Bidang Kesehatan.”
Materi ini menerangkan bagaimana capaian yang harus dipenuhi di bidang PTM oleh setiap Puskesmas, baik pada usia produktif maupun usia lanjut (lansia).


Materi Standar Pelayanan Minimal

“Semua program PTM menghendaki semua diskrining”, terang Nur Ani Sahara.

Diakui oleh Nur Ani Sahara, di masa pandemi COVID-19 ini memang semua layanan kesehatan hampir terkendala. Namun demikian skrining bisa dilakukan tanpa harus berkerumun, seperti mendatangi rumahnya, atau saat mereka periksa di Puskesmas. Pada saat pasien sedang mengantri atau menunggu ke ruang Poli, hal ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan skrining.


Cara input Skrining PTM Luar Gedung di ePuskesmas

Usai penjelasan Nur Ani Sahara, kegiatan diisi dengan bagaimana cara input Skrining PTM Luar Gedung dengan menggunakan ePuskesmas yang dipandu oleh Candra Hernawan, staf PTM yang membidangi IT. Acara ini juga sambil dilakukan tanya jawab mengenai paparan bentuk layanan SPM.

Setelah acara itu kemudian diteruskan dengan paparan dari staf PTM bagian Keswa, Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Ia menerangkan bahwa Keswa merupakan bagian dari PTM. Dalam pelaksanaannya, idealnya Posyandu Jiwa berdiri sendiri. Akan tetapi, tidak semua desa siap untuk hal itu sehingga kegiatan Posyandu Jiwa sementara ini bergabung dengan kegiatan Posbindu.


Materi Kesehatan Jiwa

Lebih lanjut, Gatot mengingatkan bahwa pada laporan masih ditemui sejumlah nama maupun nomor yang double accounting atau diinput lebih dari sekali. Selain itu, masih banyak dijumpai bahwa laporan Keswa masih belum maksimal. Kunjungan perawat dan kader minimal 1 bulan dan obat masih sering kosong.

Pada pukul 11.31 WIB paparan materi Keswa berakhir. Acara kemudian diisi dengan closing statement dari Kepala Puskesmas Sitiarjo dan Kepala Seksi PTM dan Keswa. Terus dilanjutkan yel-yel Puskesmas Sitiarjo yang dipimpin Kepala Puskesmas dan ditirukan oleh segenap sumber daya manusia di lingkungan Puskesmas Sitiarjo:

“Puskesmas Sitiarjo selalu bekerja sama,
Puskesmas Sitiarjo berkualitas terstandar,
Puskesmas Sitiarjo melayani dengan hati.”


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »