Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur 2019

Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah Pameran dan Simposium Pelayanan Publik yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 24 hingga 26 April 2019.
Lokasi pameran dan simposium ini diadakan di Taman Blambangan Banyuwangi yang berada di wilayah administratif Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Lokasi pameran ini tak jauh dari Taman Sritanjung.
Acara ini ditempatkan di Banyuwangi karena ingin menunjukkan bahwa Banyuwangi merupakan salah satu sentra inovasi pelayanan publik, dan dihadiri oleh undangan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia serta dimeriahkan dengan stand-stand inovasi unggulan dari semua kabupaten di Jawa Timur.
Kabupaten Malang yang juga membuka stand inovasi layanan publik seperti kabupaten lainnya yang terdapat di Provinsi Jawa Timur, menampilkan inovasi layanan publik yang dikembangkan di tiga instansi, yaitu Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Dalam stand pameran itu, kebetulan inovasi layanan publik yang diusung oleh Dinkes Kab. Malang mendapat antusias yang lumayan banyak dari pengunjung pameran. Dinkes mengetengahkan SMARThealth sebagai inovasi layanan publik.
Pelaksanaan program SMARThealth di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengkonsumsi obat dan menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular, terutama tekanan darah tinggi. Dengan memperluas pelaksanaan program  di seluruh Indonesia, dampak potensial program ini untuk menghindari kematian dini dan kecacatan akibat penyakit kardiovaskular sangatlah besar.
Para paraga (pelaku) berangkat dari Kantor Dinkes Kab. Malang dengan menggunakan mobil Toyota Hiace pada 23 April 2019, terdiri dari tiga orang dari Dinkes, empat orang kader kesehatan terlatih, satu perawat, dua bidan desa, satu orang dokter Puskesmas serta satu orang dari Sekretariat SMARThealth.
Dalam tiga hari membuka stand di pameran tersebut, stand Dinkes Kab. Malang dibanjiri pengunjung yang ingin memeriksa diri dan langsung mengetahui hasilnya dengan bantuan aplikasi SMARThealth, yang mencapai 484 orang. Bahkan, ada sejumlah utusan dari kabupaten lain yang ada di Jawa Timur maupun pengunjung dari Pemprov Jawa Timur memperlihatkan ketertarikan akan inovasi layanan publik dari Dinkes ini.
Mereka juga mengatakan bahwa pameran di Taman Blambangan ini sebenarnya ada beberapa stand yang mendemokan masalah pengukuran tensi, gula darah, maupun kolesterol tapi di stand Dinkes Kab. Malang terlihat yang banyak berkonsultasi dengan petugas kesehatan yang telah disediakan dari Puskesmas Kepanjen dan Gondanglegi, dan yang membuat kagum mereka karena ada peran kader terlatih dalam membantu melakukan pengukuran tersebut.
Atas inovasi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini, program SMARThealth telah berhasil menjadi nominator Jawa Pos Institute Pro Otonomi Award (JPIP) Tahun 2018, dan kini sedang dalam proses replikasi oleh Dinkes Kab. Malang untuk diterapkan di 100 desa dari 390-an desa yang ada di Kabupaten Malang setelah diujicobakan di empat desa intervensi SMARThealth. *** [270419]


0 Comments: