Tampilkan postingan dengan label Masa Pandemi Corona. Tampilkan semua postingan

Kegiatan Posbindu Anggrek 2 Kepanjen di Bulan Oktober 2020

0 Comments

Kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Anggrek 2 Kepanjen merupakan kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) secara mandiri dan kerkesinambungan. Posbindu ini bisa dikatakan sebagai kegiatan UKBM, usaha kesehatan bersumber daya masyarakat. 

Warga setempat menyebut kegiatan Posbindu Anggrek 2 ini dengan sebutan Posbindu SMARThealth, karena giatnya Posbindu ini mulanya dimotori oleh kader-kader kesehatan setempat yang telah mendapat pelatihan dari program SMARThealth.


Sebelum  memasuki ruangan Balai RW 01 Kepanjen, warga dicek suhu tubuhnya

Bulan ini, Oktober 2020, kegiatan Posbindu Anggrek 2 berlangsung di Gedung Balai RW 01 Kepanjen, atau dikenal juga dengan PAUD Tunas Ceria, yang beralamatkan di Jalan Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (03/10/2020).

Kegiatannya yang sudah rutin secara mandiri semenjak tahun 2019 ini dimulai pada pukul 08.30 WIB, dan berakhir pada pukul 11.17 WIB. Dalam kurun waktu itu, jumlah warga yang memeriksakan diri di Posbindu itu berjumlah 37 orang, laki-laki ada 11 orang dan perempuannya ada 26 orang.

Dalam situasi pandemi corona ini, suasana pemeriksaan terlihat sedikit berbeda dengan lazimnya sebelum muncul COVID-19. Kegiatan kali ini menggunakan protokol kesehatan yang telah disarankan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Warga yang akan berkunjung ke Posbindu diatur pembagian jam kunjungnya. Hal ini agar supaya tidak terjadi penumpukan antrian, sehingga dengan demikian social distancing tetap bisa dipertahankan. Begitu ada warga yang akan periksa di Posbindu, dihimbau oleh kader yang bertugas sebagai among tamu agar supaya mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun di tempat yang telah disediakan. Kemudian mereka akan disambut oleh kader yang bertugas mengukur suhu badan dengan menggunakan thermometer infrared gun di mana pengecekan suhu tubuh tidak perlu bersentuhan dengan antar manusia. 

Setelah itu, mereka menuju ke meja  pendaftaran jika suhu tubuhnya dalam keadaan normal. Dari meja pendaftaran, mereka akan menuju meja 2 untuk melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Lalu, mereka akan menuju ke meja 3 untuk melakukan pengecekan tensi dan gula darah. Bila warga menghendaki pengecekan kolesterol dan asam urat, Posbindu Anggrek 2 bisa melayaninya. Dari meja 3 seharusnya menuju ke meja 4 untuk melakukan konseling kesehatan, akan tetapi kala itu dokternya tidak bisa hadir karena kegiatan lain yang tak kalah pentingnya.

Sehingga, mereka langsung menuju ke meja 5 yang digawangi oleh perawat dan bidan Ponkesdes Panji Husada Kepanjen. Petugas kesehatan itu siap melayani para warga yang periksa. Bila didiagnosis bermasalah dalam hipertensi, gula darah atau kolesterolnya, petugas kesehatan akan memberikan obatnya secara gratis.

Yang menarik pada pemeriksaan di bulan ini, adanya lima warga baru yang berkenan melakukan pemeriksaan di sini. Dua diantaranya berasal dari RT 07 RW 01. Satunya perempuan dan hasilnya normal. Kemudian yang satunya masih muda berumur 37 tahun berjenis kelamin pria, tensi dan kolesterolnya normal sehingga mereka tidak mendapatkan obat.

Kehadiran warga itu kemungkinan besar diperkirakan karena mengudaranya program SMARThealth di Radio Kanjurahan FM dalam acara temu wicara sehari sebelum kegiatan Posbindu tersebut. Dalam siaran itu, narasumber menghimbau kepada warga Kepanjen bila ingin periksa PTM ala SMARThealth bisa berkunjung di Balai RW 01 Kepanjen. *** [031020]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Simulasi Posbindu Layanan SMARThealth Di Masa Pandemi

0 Comments
Diketahui, beberapa daerah di Indonesia sempat menutup sementara pos pelayanan terpadu (posbindu) dalam rangka pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Salah satu daerah yang melakukan penutupan adalah Kabupaten Malang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengeluarkan surat edaran keputusan untuk menutup kegiatan posbindu di seluruh desa dan kelurahan di Malang.
Keputusan tersebut menyikapi wabah virus corona yang terus menyebar secara nasional dan terus bertambahmya pasien yang positif COVID-19 di Indonesia, dan sekaligus sebagai wujud kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

Para pelaku simulasi foto bersama di akhir kegiatan

Pada hari Rabu (15/07/2020) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengadakan simulasi posbindu layanan SMARThealth di Balai RW 01 Kelurahan Kepanjen, yang terletak di Jalan Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Tujuan diadakan simulasi tersebut adalah agar supaya kegiatan posbindu maupun posyandu dapat segera berjalan kembali, dan sekaligus simulasi ini untuk refreshing kader yang berkecimpung dalam melakukan latihan pelaksanaan posbindu layanan SMARThealth. Mereka perlu simulasi, karena di tengah masa pandemi corona ini tidak bisa sembarangan dalam melakukan posbindu. Mereka perlu dikenalkan dengan protokol kesehatan terkait kewaspadaan dengan COVID-19.
Hadir dalam simulasi itu, tampak empat orang dari Bagian P2PTM Dinkes Kabupaten Malang, Lurah Kepanjen, Babinsa,  Bhabinkamtibmas, Ketua RW 01, Ketua RT 05, dan Tim SMARThealth. Mereka hadir untuk menyaksikan simulasi posbindu layanan SMARThealth yang diperagakan oleh kader SMARThealth dan kader Posyandu dari Kelurahan Kepanjen, petugas kesehatan dari Ponkesdes Panji Husada, dokter dari Puskesmas Kepanjen, dan beberapa pasien highrisk SMARThealth yang bermukim di lingkungan RW 01 Kelurahan Kepanjen.
Dalam simulasi itu terlihat kader, petugas kesehatan maupun dokter mengenakan APD. APD, atau alat pelindung diri adalah seperangkat perlengkapan yang berfungsi untuk melindungi penggunanya dari bahaya atau gangguan kesehatan tertentu, misalnya infeksi virus corona. Bila digunakan dengan benar, APD mampu menghalangi masuknya virus dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, atau kulit.
Mereka yang paling berisiko terkena penyakit infeksi, termasuk COVID-19 adalah mereka yang sering kontak dengan pasien. Oleh karena itu, mereka perlu menggunakan APD sesuai standar agar mereka terlindungi dari infeksi tersebut.
Kondisi inilah yang akan membedakan nantinya bila posbindu digelar dalam suasana belum sirnanya COVID-19. Mereka yang bertugas menangani pasien akan menggunakan APD, seperti masker, pelindung mata, pelindung wajah, gaun medis, sarung tangan medis, dan penutup kepala. Selain itu di sampingnya senantiasa tersedia hand sanitizer maupun alcohol sprayer.
Sedangkan untuk pasien akan melakukan pemeriksaan di posbindu tersebut diwajibkan untuk mengenakan masker, dan selalu cuci tangan, baik pada waktu mau masuk lokasi pemeriksaan maupun ketika sudah keluar dari ruang pemeriksaan. Ruang untuk simulasi posbindu itupun sudah disterilkan terlebih dahulu oleh Babinsa Kepanjen Nanang, dengan menyemprotkan cairan disinfektan sebelum acara simulasi dimulai.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan home visit. Secara sederhana, yang dimaksud dengan home visit (kunjungan rumah) adalah kedatangan petugas kesehatan ke rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien risiko tinggi yang mengidap tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kolesterol tinggi. Pasien yang tidak hadir dalam posbindu akan dikunjungi ke rumahnya bila memungkinkan.
Simulasi yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Malang dengan menggunakan standar protokol kesehatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB itu berakhir menjelang dhuhur. Akhir dari pemeriksaan dilakukan evaluasi yang dipimpin oleh Kasie P2PTM Paulus Gatot Kusharyanto, SKM dan kemudian ditutup dengan acara foto bersama. *** [150720]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Rilya Bagus Ariesta Niko Prasetyo


Read More »