Tampilkan postingan dengan label Desa Dilem. Tampilkan semua postingan

Desa Dilem Dapat Bantuan Alat Cuci Portable untuk Cegah Penyebaran COVID-19

0 Comments
Di tengah mewabahnya virus corona atau yang akrab dengan sebutan COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) ini, banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona tersebut. Salah satu desa yang ada di Kepanjen, Kabupaten Malang juga tak ketinggalan dalam melakukan langkah pencegahan COVID-19. Salah satunya adalah menyosialisasikan bantuan alat cuci portable bikinan STIKes Widya Cipta Husada.
Mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir merupakan salah satu cara paling efektif mencegah penyebaran virus corona. Hal ini juga sudah ditegaskan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Cara ini bahkan lebih efektif membunuh virus dibanding memakai hand sanitizer.

Tampak warga RT 06 RW 01 Dilem sedang cuci tangan di alat cuci portable

Mencuci tangan sangat disarankan, apalagi jika Anda masih harus berkegiatan di luar rumah. Virus corona bisa menempel di berbagai permukaan yang mungkin Anda pegang. Anda disarankan melakukan sesering mungkin.
STIKes Widya Cipta Husada yang kampusnya berdomisili di Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang merasa terpanggil untuk berbuat banyak di lingkungan kampusnya dalam mencegah virus corona, di antaranya memberikan sejumlah alat cuci tangan portable.

Petunjuk cuci tangan yang benar

Lima alat cuci portable itu, selain dimanfaatkan oleh civitas akademik STIKes Widya Cipta Husada, juga dipasang di sepanjang Jalan Sidoluhur, Dusun Lemah Duwur, Desa Dilem. Lokasi pemasangannya berada di sebelah timur Sekretariat SMARThealth. Ada yang di pasang di depan Mushola Babussalam, di mulut gang tempat belanja di RT 06 RW 01, mulut dekat TPA, dan di gang dekat Mie Horor.
Peletakan ini bukan asal meletakkan saja. Sebelumnya relawan STIKes Widya Cipta Husada melakukan survey lapangan dulu. Mereka berkordinasi dengan Ketua RT dan menanyakan sejumlah warga perihal lokasinya. Dari pengamatan penulis, pemasangan alat cuci portable itu diletakkan di tempat yang memiliki intensitas aktivitas warga di sana.

Pesan humanis di alat cuci portable

Pembuatan alat cuci portable ini tergolong sederhana, namun sangat bermanfaat. Alat ini bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran corona. Pada saat pemasangan alat cuci portable itu juga ditempelkan bimbingan tentang bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Diharapkan warga setempat memanfaatkan alat cuci portable tersebut, dan bergotong royong menyediakan air maupun sabun bila telah habis.
Ini adalah contoh mudah dan sederhana yang bisa ditiru oleh desa-desa lain yang ada di Kabupaten Malang. Tak hanya mengajak warga desa agar sesering mungkin melakukan cuci tangan dengan tulisan yang ada di alat cuci portable: “Ayo!! Cuci Tangan Pakai Sabun Mencegah Virus Corona”, namun yang lebih penting dan utama buat keteladanan daerah lain adalah melalui pesan humanistiknya: “Perangi Virusnya, Bukan Orangnya.” *** [270420]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Rilya Bagus Ariesta Niko Prasetyo


Read More »

Kerja Bakti Kampung

0 Comments
Kerja bakti merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik dan memperindah lingkungan. Biasanya kerja bakti dilakukan setiap hari libur oleh masyarakat. Karena kerja bakti itu dilakukan kelompok, maka dari itu menunggu waktu yang tepat, yaitu para pelaksana kerja bakti itu libur dan benar-benar longgar, tidak ada kegiatan.
Pada hari Ahad, 18 September 2016 Sekretariat SMARThealth berpartisipasi dalam kerja bakti yang diselenggarakan oleh RT setempat. Kebetulan kerja bakti itu berpusat di Dusun Lemah Duwur, Desa Dilem, yang lokasinya berdekatan dengan posisi Sekretariat SMARThealth..
Banyak hal yang dilakukan dalam kegiatan kerja bakti itu di antaranya adalah membersihkan selokan dan saluran air agar tidak tersumbat atau menggenang. Jika selokan mampet karena terhalang oleh tanaman yang tumbuh rimbun di selokan akan mengganggu aliran air. Genangan air tersebut bila tidak diwaspadai akan menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak, terlebih di tengah musim hujan yang sedang berlangsung.
Hal ini dikawatirkan akan mendatangkan sejumlah penyakit yang diakibatkan dari nyamuk yang ada di comberan selokan tersebut, dan jika sudah menyebar maka akan menjadikan kampung itu sendiri terancam oleh penyakit.
Oleh karena itu tatkala mendapat undangan untuk melakukan kerja bakti, personil yang mendiami Sekretariat bergabung dengan tetangga atau masyarakat sekitar untuk kerja bakti. Dengan kerja bakti itu diharapkan kampung menjadi bersih dan terhindar dari berbagai penyakit. Hal ini tentunya selaras dengan sebuah ujaran yang menggambarkan perlunya sehat untuk masyarakat:

“Health is not everything but without it nothing.”
(Kesehatan tidak segalanya tapi jika tidak sehat, apalah artinya)

***








Read More »