Tampilkan postingan dengan label Intervention Baseline Survey. Tampilkan semua postingan

Mengantar Periksa Enumerator Karangduren ke RS Ben Mari Kendalpayak

0 Comments
Begitu mendapat informasi dari supervisor Karangduren, Program Coordinator langsung meluncur ke basecamp Tim Karangduren yang berada di Dusun Karangduren, Desa Karangduren, Kec. Pakisaji. Salah satu personil Tim Karangduren yang mengalami demam tinggi, sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit. Kebetulan rumah sakit yang lokasinya dekat dengan basecamp adalah Rumah Sakit (RS) Ben Mari yang berada di Jalan Raya Kendalpayak No. 17 Malang.



Bersama dengan supervisor Tim, akhirnya Program Coordinator membawa enumerator yang sakit tersebut ke RS Ben Mari. Di rumah sakit itu, enumerator mengalami pemeriksaan di laboratorium. Setelah menunggu cukup lama, disimpulkan bahwa enumerator tersebut mengalami gejala Demam Berdarah (DB) sehingga perlu perawatan beberapa hari di rumah sakit. Namun, enumerator ingin pulang saja untuk melakukan perawatan di daerah asalnya, yaitu di Temanggung.
Sebenarnya Program Coordinator mencegahnya, karena kondisi enumerator dalam keadaan demam tinggi. Akan tetapi enumerator berkeinginan kuat untuk pulang ke daerah asalnya dan sekaligus menyatakan tidak bisa melanjutkan untuk menjadi enumerator lagi dalam SMARThealth ini. Apa mau dikata, akhirnya Program Coordinator setelah berkonsultasi dengan Peneliti, merelakan enumerator tersebut untuk pulang dan resign.



Kondisi ini tentunya berpengaruh kepada perjalanan Tim Karangduren yang mengalami minus satu enumerator. Konsekuensinya, di pertengahan jalan target perolehan screening warga di Desa Karangduren pun mengalami sedikit molor dari jadwal yang sudah ditetapkan. Meskipun demikian karena komposisi Tim Karangduren dulu diisi oleh enumerator yang berpengalaman banyak di lapangan toh akhirnya mereka pun bisa berjalan sesuai dengan target diharapkan. Supervisor dan enumerator bisa merancang kerja lapangan seefektif dan seefisien mungkin. Hal ini berkat bahu membahu di antara anggota Tim yang ada. *** [290816]

Read More »

Menyiapkan Data Kependudukan untuk SMARThealth

0 Comments
Sambil melakukan perekrutan enumerator, Program Coordinator mendampingi salah seorang peneliti utama SMARThealth, yaitu Dr. Sujarwoto, dari tanggal 11 hingga 28 Juli 2016, melakukan kunjungan ke 4 desa/kelurahan. Kunjungan itu untuk memperoleh data kependudukan yang ada di masing-masing desa/kelurahan tersebut.
Menyiapkan data kependudukan merupakan hal yang sangat penting dalam program SMARThealth. Karena data kependudukan ini nantinya akan digunakan oleh enumerator maupun kader kelak di saat mereka mengunjungi warga.
Setelah diperoleh dari Kantor Desa atau Kelurahan, data yang sudah berbentuk excel itu kemudian kita sortir yang umurnya 40 tahun ke atas. Pada kenyataan antara data yang ada di data kependudukan dengan format yang diinginkan dalam program SMARThealth ini berbeda. Sehingga harus disesuaikan dengan format yang dikehendaki untuk program SMARThealth ini.
Salah satu dalam menyiapkan data kependudukan untuk keperluan SMARThealth yang cukup memakan waktu, dan memerlukan ketelitian adalah tidak adanya umur. Yang ada di data kependudukan aslinya atau yang dari desa/kelurahan tersebut hanya tercantumkan tanggal kelahiran. Sehingga kita harus bekerja ekstra untuk konversi dari tanggal lahir menjadi umur. Ini berarti, kita harus menghitung satu persatu nama untuk dikonversikan ke dalam umur.
Akhirnya, pekerjaan ini memerlukan bantuan dari 4 mahasiswa akhir dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) untuk menghitungkan umur dari tanggal lahirnya. Perhitungan konversi ini tetap didasarkan kepada penghitungan seperti yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS), yaitu jika belum pas tanggal lahirnya akan dihitung dengan dikurangi satu.
Setelah dilakukan konversi ke dalam umur, kemudian baru kita sortir nama-nama penduduk yang umurnya 40 tahun ke atas. Sedangkan penduduk yang umurnya di bawah 40 tahun, kita hilangkan dalam penelitian ini.
Dari total populasi di 4 desa yang akan menjadi intervention baseline survey, yaitu Desa Sidorahayu (Wagir), Desa Karangduren (Pakisaji), Kelurahan Kepanjen (Kepanjen), dan Desa Sepanjang (Gondanglegi) diketahui ada 41.398 orang. Dari angka itu diketahui teridentifikasi sejumlah 16.680 orang yang berumur 40 tahun ke atas.
Jumlah 16.680 orang inilah yang kemudian menjadi target kunjungan bagi enumerator maupun kelak kunjungan kader, untuk dilakukan skrining. Dalam skrining itu pun kemudian masih mengalami banyak perubahan dari jumlah semula, karena ternyata di data itu masih dijumpai individu yang sudah meninggal tapi namanya masih ada di data kependudukan, sudah pindah, atau bahkan tidak dikenal oleh sekitarnya. Data itu ternyata tidak valid karena tidak pernah diupdate semenjak tahun 2004. *** [280716}

Read More »

Perekrutan Enumerator Baseline

0 Comments
Enumerator adalah petugas lapangan yang membantu tugas tim peneliti dalam kegiatan pengumpulan data (data collecting). Tugas utama enumerator pada program SMARThealth adalah untuk melaksanakan wawancara dan melakukan pengukuran kesehatan secara objektif pada semua responden yang tercantum pada daftar responden.
Daftar responden ini diperoleh dari daftar penduduk yang ada di masing-masing desa atau kelurahan setelah melalui screening penduduk sesuai yang diperlukan dalam penelitian SMARThealth ini, yaitu anggota masyarakat yang ada di wilayah pencacahan (wilcah) dipilah-dipilah dan dipilih yang berumur 40 tahun ke atas.
Agar diperoleh enumerator yang sesuai dengan yang diharapkan pada program SMARThealth, maka dilakukan rekrutmen terlebih dahulu secara selektif.
Rekrutmen ini dilakukan setelah adanya penyesuaian program SMARThealth berdasarkan standard operating procedure (SOP) penatalaksanaan penyakit kardiovaskular yang dikembangkan di Puskesmas dan Ponkesdes di Kabupaten Malang dan pengambilan data kependudukan yang ada di Desa Sidorahayu (Wagir), Desa Karangduren (Pakisaji), Kelurahan Kepanjen (Kepanjen), dan Desa Sepanjang (Gondanglegi).
Rekrutmen calon enumerator baseline dilaksanakan selama bulan Juli 2016. Dalam rekrutmen ini, Program Coordinator melakukan seleksi terhadap calon enumerator yang telah mengirimkan surat lamaran dan curriculum vitae dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Ada ratusan lebih pelamar calon enumerator baseline yang telah masuk ke Program Coordinator. Dari sekian ratus pelamar tersebut, dilakukan seleksi administrasi dan wawancara terhadap calon enumerator baseline dengan menggunakan telepon.
Akhirnya, terpilih 25 orang enumerator yang bakal mengikuti pelatihan enumerator di Kepanjen, Kabupaten Malang. Seleksi ini memang memiliki pesyaratan yang lumayan ketat. Selain persyaratan jenjang pendidikan yang harus ditempuh minimal D3, juga diutamakan yang telah memiliki pengalaman di lapangan dengan standar penelitian besar seperti Indonesian Family Life Survey (IFLS), Work and Iron Status Evaluation (WISE), the Study of the Tsunami Aftermath and Recovery (STAR), Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), atau penelitian lainnya. *** [310716]

Read More »