Tampilkan postingan dengan label Replikasi SMARThealth. Tampilkan semua postingan

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Pakisaji

0 Comments

Sesuai undangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Nomor 440/276/35.07.103/2021 yang ditujukan kepada Kepala UPT Puskesmas Se-Kabupaten Malang, hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) ini sedianya diagendakan di Puskesmas Ampelgading, namun atas pertimbangan dari Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa jadwalnya digeser untuk mendahulukan Puskesmas yang akan melakukan repilkasi SMARThealth di tahun 2021 ini.

Hari ketiga akhirnya diadakan Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pakisaji yang beralamatkan di Jalan Raya Pakisaji No. 19 Dusun Jatirejo RT 10 RW 02 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (28/01/2021).

Pertemuan yang dipusatkan di Ruang Pertemuan Puskesmas tersebut dimulai pada pukul 09.29 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Pakisaji dr. Nur Syamsu Dhuha. Dalam sambutannya, Kapus mengucapkan selamat datang  kepada rombongan Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang yang telah berkenan hadir di acara bimtek ini, dan berharap agar bimtek ini berjalan sesuai yang diharapkan.


Peserta Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pakisaji

“Dimarahi boleh tapi diajari”, pinta Kapus Pakisaji.

Setelah sambutan Kapus, diteruskan dengan sambutan dari Kasi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Di dalam sambutannya, Paulus memperkenalkan rombongan Seksi PTM dan Keswa yang terlibat dalam bimtek ini. Ada lima orang staf PTM dan Keswa yang hadir ditambah seorang perwakilan SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan bimtek ini bukan sekadar mengambil data atau copy paste saja, akan tetapi pembinaan tentang pemahaman Standar Pelayanan Minimal (SPM) PTM dan Keswa. Sehingga di tahun 2021 ini, Seksi PTM dan Keswa datang berombongan. Semua staf PTM dan Keswa dioptimalkan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan program PTM dan Keswa di Kabupaten Malang.

Menurut Paulus, ada beberapa strategi pencapaian SPM yaitu advokasi dan sosialisasi internal dan eksternal, menguatkan dan mengaktifkan tindakan promotif, preventif, kuratif, dan paliatif, perlu  ada peningkatan SDM, penguatan sistem surveilans terpadu untuk PTM, serta mengembangkan jejaring (networking) dengan swasta dan mengoptimalkan peran kader.


Kasi PTM & Keswa serta Kepala Puskesmas Pakisaji

Selain itu, Paulus juga menerangkan program SMARThealth kepada peserta pertemuan bimtek ini yang dihadiri oleh PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan 12 perawat desa di lingkungan kerja Puskesmas Pakisaji yang berasal dari Pakisaji, Karangpandan, Glanggang, Wonokerso, Sutojayan, Karangduren, Kendalpayak, Genengan, Kebonagung, Wadung, Jatisari, dan Permanu.

Dua desa yang sudah dilatih program SMARThealth, yaitu Karangduren dan Kendalpayak, sudah melaksanakan program SMARThealth. Tahun 2021 ini akan mereplikasi program SMARThealth di 10 desa di lingkungan Puskesmas Pakisaji yang belum melaksanakan SMARThealth dengan cost sharing. Dinkes akan menyiapkan Posbindu Kit untuk desa yang akan menjalankan program SMARThealth tersebut. Setiap desa akan disuplai dengan 5 Posbindu Kit. Hal ini agar supaya meningkatkan skrining usia produktidf dan lansia.

Oleh karena itu, Paulus menghimbau kepada perawat desa agar segera mensosialisasikan dan mengajukan anggaran kepada Pemerintah Desa melalui dana desa melalui musrenbangdes yang akan segera digelar.


Perawat Desa di Lingkungan Puskesmas Pakisaji

Usai Paulus, acara pertemuan dilanjutkan dengan paparan dari staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns dengan mengambil judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM)”.

Menurut Nur Ani Sahara, dalam SPM ini pada dasarnya menyasar masyarakat dengan usia produktif dan lansia. Pelayanan skrining faktor risiko pada usia produktif adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan anamnesa perilaku berisiko. Sedangkan pelayanan skrining faktor risiko pada lansia adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan gangguan mental (pemeriksaan Geriatric Depression Scale/GDS), pemeriksaan gangguan kognitif (pemeriksaan Abbreviated Mental Test/AMT), pemeriksaan tingkat kemandirian usia lanjut (pemeriksaan Activity Daily Living/ADL), dan anamnesa perilaku risiko.

Dalam paparannya, Nur Ani Sahara juga membahas Capaian SPM Usia Produktif Tahun 2020, Capaian SPM Diabetes Mellitus Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian SPM Hipertensi Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian Skrining Indera Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian Skrining Gigi dan Mulut Kabupaten Malang Tahun 2020, serta Data Acuan PTM Tahun 2021 Dinkes Kabupaten Malang.


Nur Ani Sahara dengan Materi SPM

Diakui oleh Nur Ani Sahara, di masa pandemi ini memang banyak kendala dijumpai. Namun dengan bimtek ini diharapkan terjadi titik temu untuk pencapaian SPM tersebut.

Pukul 10.28 WIB diadakan praktek penggunan ePuskesmas Skrining Dalam Gedung dan Skrining PTM Luar Gedung. Praktek ini dipandu oleh Candra Hernawan, staf PTM yang membidangi IT melalui laptop yang disorotkan ke layar melalui bantuan proyektor, sedangkan penjelasannya dilakukan oleh Nur Ani Sahara dengan menggunakan microphone.

Dalam prakteknya nanti, Nur Ani Sahara menyarankan kepada perawat, bahwa pasien yang sedang menunggu pemeriksaan di Puskesmas bisa diarahkan ke meja skrining PTM. Oleh karena itu, Puskesmas perlu menyediakan meja skrining PTM di tahun 2021. Ini jika berjalan akan dapat menambah SPM.


Staf PTM mendampingi dalam praktek ePuskesmas

Setelah dirasa cukup untuk materi SPM, acara berikutnya dilanjutkan dengan paparan dari staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam paparannya, Gatot menerangkan pelayanan kesehatan ODGJ berat sesuai SPM tahun 2020, penilaian kerja puskesmas Keswa tahun 2020, dan kohort Keswa tahun 2020. Berangkat dari materi itu, kita bisa melakukan penilaian dan sekaligus evaluasi.

Menurut Gatot, laporan Keswa Pakisaji tergolong sudah bagus. Kendati ada pengobatan yang kosong, namun setelah mendapat keterangan dari PP Keswa Puskesmas Pakisaji bisa dimengerti alasannya kosong, seperti pasiennya menghilang atau keluarga tidak setuju dengan pemberian obat yang ada efek sampingnya.

Banyak yang dibahas mengenai Keswa di Puskesmas Pakisaji seiring dengan adanya sejumlah pertanyaan dari peserta pertemuan bimtek ini. Mulai dari penanganan pasien ODGJ yang tak memiliki KTP maupun ODGJ yang terlantar hingga perlunya mengaktifkan Posyandu Jiwa di desa. Kunjungan-kunjungan ini nantinya akan masuk SPM dan PKP.


Perawat Desa sedang mempraktekkan ePuskesmas Skrining Luar Gedung

Selain itu, Gatot juga mengingatkan kepada peserta pertemuan bimtek bahwa perawat yang membawa obat ODGJ sebaiknya dibekali surat dari bagian farmasi atau Puskesmas. Hal ini agar supaya tidak menimbulkan permasalahan ketika sedang melakukan kunjungan pemeriksaan pasien. Legalitas obat yang dibawa perawat diperlukan untuk menghindari ‘tuduhan’ penggunaan obat psikotropika.

Menginjak pukul 11.38 WIB, acara kemudian diisi dengan closing statement dari Kasi PTM dan Keswa. Paulus mengingatkan pentingnya capaian SPM bagi Puskesmas. Sekarang di PTM dan Keswa, indikatornya banyak yang memerlukan skrining.

Harapan Paulus dalam bimtek selama 3 jam ini, semoga menjadi pedoman untuk SPM. Tak lupa pula, Paulus mengingatkan bahwa Desa Karangduren dan Kendalpayak untuk tahun 2021 ini diharapkan melatih 10 desa lainnya di dalam lingkungan Puskesmas Pakisaji untuk mereplikasi SMARThealth. *** [280121]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ  Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo

 


Read More »

Pilot Test Aplikasi DCE di Gedung Posyandu Mandiri MAWAR 1 Kepanjen

0 Comments
Hari Selasa (12/08/2020) pada pukul 13.30 bertempat di Gedung Posyandu Mandiri MAWAR 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, dilaksanakan pilot test aplikasi Discrete Choice Experiment (DCE) pertama dalam DCE Sub-Study. Pilot test dilakukan untuk melihat berjalan dengan baik atau tidaknya aplikasi yang memuat instrumen pertanyaan untuk mempelajari preferensi kader dalam tugas kekaderannya.


Koordinator DCE Sub-Study sedang menjelaskan materi kepada kader

Pilot test aplikasi ini sebagai jenis pengujian perangkat lunak yang memverifikasi komponen sistem atau keseluruhan sistem dalam kondisi operasi waktu nyata. Tujuan pilot test aplikasi DCE adalah untuk mengevaluasi kelayakan aplikasi sebelum benar-benar digunakan dalam main DCE Sub-Study.
Pilot test yang berlangsung sekitar 40 menit itu dihadiri oleh 14 kader SMARThealth yang ada di Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Uji coba aplikasi ini dipandu oleh dr. Nuretha Hevy Purwaningtyas, M.Sc(FM)., Sp.D.L.P yang didampingi oleh Koordinator Program SMARThealth.


Foto bersama Kader dengan Koordinator DCE Sub-Study

Dalam pelaksanaan pilot test ini, permasalahan penggunaan tablet oleh kader tidak menemui kendala yang berarti. Hal ini dikarenakan kader yang melakukan pilot test tersebut merupakan kader SMARThealth yang sudah familiar dengan penggunaan tablet. Namun demikian, menyentuh instrumen materi pertanyaan yang ada di dalam tablet tersebut, ditemui beberapa kader yang masih mengalami kebingungan.
Kebingungan ini tidak berlangsung lama karena pemandu uji coba aplikasi mendekati dan kemudian menjelaskan hakikat pertanyaan tersebut. Setelah selesai pengisian pertanyaan di dalam tablet, semua tablet dikumpulkan kembali kepada pemandu. Kemudian sebelum mengakhiri uji coba, pemandu menyempatkan diri membuka dialog dengan para kader tersebut.
Usai dialog, acara pilot test aplikasi DCE itu ditutup dan dilanjutkan dengan foto bersama di luar gedung posyandu tersebut dengan berlatar belakang sawah yang ada di samping gedung tersebut. *** [120820]



Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Read More »

Instal Aplikasi DCE di Sekretariat SMARThealth

0 Comments
Discrete Choice Experiment (DCE) telah menjadi desain studi yang populer belakangan ini untuk mempelajari preferensi orang yang terlibat dalam sebuah kegiatan atau program yang berjalan. Guna melengkapi program SMARThealth yang berkelanjutan (sustainable SMARThealth), diperlukan sebuah pemahaman preferensi terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan program tersebut. Salah satunya adalah preferensi kader dalam menjalankan tugas kekaderannya.

Instal Aplikasi DCE di Sekretariat SMARThealth

Oleh karena itu, dalam menunjang hal tersebut dikembangkan aplikasi DCE untuk mengetahui preferensi para kader. Hari ini (05/08/2020) bertempat di Sekretariat SMARThealth dilakukan penginstalan aplikasi (application installation) DCE di tengah pandemi corona.
Instal aplikasi dilakukan oleh Koordinator DCE dr. Nuretha Hevy Purwaningtyas, M.Sc (FM)., Sp.D.L.P bersama Koordinator Program SMARThealth. Koordinator DCE menginstal aplikasi DCE Block 1, dan Koordinator Program SMARThealth melakukan instal Block 2. Aplikasi DCE Block 1 diinstal di 7 buah tablet Samsung Galaxy Tab 3 V, begitu pula dengan aplikasi DCE Block 2 juga diinstalkan di 7 buah tablet seri yang sama. Jadi, ada 14 buah tablet yang terinstal yang dimulai menjelang adzan Ashar hingga Adzan Maghrib.
Aplikasi ini merupakan versi tanggal 22 Juli 2020, dan merupakan aplikasi ketiga. Sebelumnya, aplikasi pertama dan kedua sudah pernah dicoba akan tetapi aplikasinya belum stabil. Baru aplikasi ketiga ini sudah mulai stabil dan siap diujicobakan (piloting) kepada beberapa kader yang ada di Kabupaten Malang. *** [050820]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Read More »

Simulasi Posbindu Layanan SMARThealth Di Masa Pandemi

0 Comments
Diketahui, beberapa daerah di Indonesia sempat menutup sementara pos pelayanan terpadu (posbindu) dalam rangka pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Salah satu daerah yang melakukan penutupan adalah Kabupaten Malang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengeluarkan surat edaran keputusan untuk menutup kegiatan posbindu di seluruh desa dan kelurahan di Malang.
Keputusan tersebut menyikapi wabah virus corona yang terus menyebar secara nasional dan terus bertambahmya pasien yang positif COVID-19 di Indonesia, dan sekaligus sebagai wujud kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

Para pelaku simulasi foto bersama di akhir kegiatan

Pada hari Rabu (15/07/2020) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengadakan simulasi posbindu layanan SMARThealth di Balai RW 01 Kelurahan Kepanjen, yang terletak di Jalan Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Tujuan diadakan simulasi tersebut adalah agar supaya kegiatan posbindu maupun posyandu dapat segera berjalan kembali, dan sekaligus simulasi ini untuk refreshing kader yang berkecimpung dalam melakukan latihan pelaksanaan posbindu layanan SMARThealth. Mereka perlu simulasi, karena di tengah masa pandemi corona ini tidak bisa sembarangan dalam melakukan posbindu. Mereka perlu dikenalkan dengan protokol kesehatan terkait kewaspadaan dengan COVID-19.
Hadir dalam simulasi itu, tampak empat orang dari Bagian P2PTM Dinkes Kabupaten Malang, Lurah Kepanjen, Babinsa,  Bhabinkamtibmas, Ketua RW 01, Ketua RT 05, dan Tim SMARThealth. Mereka hadir untuk menyaksikan simulasi posbindu layanan SMARThealth yang diperagakan oleh kader SMARThealth dan kader Posyandu dari Kelurahan Kepanjen, petugas kesehatan dari Ponkesdes Panji Husada, dokter dari Puskesmas Kepanjen, dan beberapa pasien highrisk SMARThealth yang bermukim di lingkungan RW 01 Kelurahan Kepanjen.
Dalam simulasi itu terlihat kader, petugas kesehatan maupun dokter mengenakan APD. APD, atau alat pelindung diri adalah seperangkat perlengkapan yang berfungsi untuk melindungi penggunanya dari bahaya atau gangguan kesehatan tertentu, misalnya infeksi virus corona. Bila digunakan dengan benar, APD mampu menghalangi masuknya virus dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, atau kulit.
Mereka yang paling berisiko terkena penyakit infeksi, termasuk COVID-19 adalah mereka yang sering kontak dengan pasien. Oleh karena itu, mereka perlu menggunakan APD sesuai standar agar mereka terlindungi dari infeksi tersebut.
Kondisi inilah yang akan membedakan nantinya bila posbindu digelar dalam suasana belum sirnanya COVID-19. Mereka yang bertugas menangani pasien akan menggunakan APD, seperti masker, pelindung mata, pelindung wajah, gaun medis, sarung tangan medis, dan penutup kepala. Selain itu di sampingnya senantiasa tersedia hand sanitizer maupun alcohol sprayer.
Sedangkan untuk pasien akan melakukan pemeriksaan di posbindu tersebut diwajibkan untuk mengenakan masker, dan selalu cuci tangan, baik pada waktu mau masuk lokasi pemeriksaan maupun ketika sudah keluar dari ruang pemeriksaan. Ruang untuk simulasi posbindu itupun sudah disterilkan terlebih dahulu oleh Babinsa Kepanjen Nanang, dengan menyemprotkan cairan disinfektan sebelum acara simulasi dimulai.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan home visit. Secara sederhana, yang dimaksud dengan home visit (kunjungan rumah) adalah kedatangan petugas kesehatan ke rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien risiko tinggi yang mengidap tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kolesterol tinggi. Pasien yang tidak hadir dalam posbindu akan dikunjungi ke rumahnya bila memungkinkan.
Simulasi yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Malang dengan menggunakan standar protokol kesehatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB itu berakhir menjelang dhuhur. Akhir dari pemeriksaan dilakukan evaluasi yang dipimpin oleh Kasie P2PTM Paulus Gatot Kusharyanto, SKM dan kemudian ditutup dengan acara foto bersama. *** [150720]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Rilya Bagus Ariesta Niko Prasetyo


Read More »

Pertemuan Lanjutan Tim SMARThealth dengan Dinkes

0 Comments
Pertemuan pada Selasa (09/06/2020) ini merupakan kelanjutan dari pertemuan yang digelar pada hari Kamis (04/06/2020). Pertemuan lanjutan ini diadakan di Ruang Kerja Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Malang.
Dalam pertemuan itu, Tim SMARThealth langsung dipimpin oleh Team Leader SMARThealth Indonesia Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D yang didampingi oleh Program Coordinator SMARThealth. Sedangkan, dari Dinkes diwakili oleh Kabid P2P Lulus Condro Trikoratno, S.Kep. Ns, M.Si.
Pertemuan yang memakan waktu hampir satu jam lamanya itu membicarakan program Replikasi SMARThealth yang telah diagendakan sebelumnya. Kendati untuk lapangannya belum bisa berjalan, namun persiapan yang terkait dengan program tersebut terus dijalankan.

Team Leader SMARThealth Indonesia berdiskusi dengan Kepala Bidang P2P Dinkes Kab. Malang

Sambil menunggu New Normal untuk Kabupaten Malang, Tim SMARThealth bersama dengan Dinkes telah melakukan pemasangan server untuk implementasi Replikasi SMARThealth nantinya. Selain itu, bridging pun juga sudah dilakukan agar supaya data yang diinput oleh kader nantinya bisa langsung terhubung dengan e-Puskesmas.
Persiapan tersebut juga memerlukan waktu dan monitoring oleh Team Leader SMARThealth Indonesia. Sujarwoto perlu memastikan kesiapan itu semua. Selain itu, Sujarwoto juga ingin memastikan aplikasi skrining Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bisa berjalan di Kabupaten Malang.
Sebagai peneliti, Sujarwoto juga memaparkan kepada Dinkes perihal arti pentingnya data. Data bukan sekadar membahas naik turunnya kasus COVID-19 saja tapi mengelola data yang baik juga akan lebih memperkaya pemahaman akan persoalan di lapangan. Dengan demikian, data bisa membantu untuk memahami hal tersebut.
Oleh sebab itu, menurut Sujarwoto, perlakuan data yang valid dan cepat dalam inputnya, pemangku kebijakan akan bisa dengan segera menarik informasi yang penting dari data tersebut.
Tepat pukul 09.44 WIB, pertemuan yang bernas itu berakhir. Team Leader SMARThealth Indonesia berpamitan untuk kembali ke Kota Malang guna melanjutkan tugas yang lainnya. Begitu pula dengan Kabid P2P yang sejak ditunjuk sebagai Ketua Posko Kewaspadaan COVID-19 Kabupaten Malang memiliki intensitas pekerjaan yang cukup tinggi dari sebelumnya. *** [090620]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Rilya Bagus Ariesta Niko Prasetyo


Read More »

Praveen Jenguk Sekretariat SMARThealth

0 Comments
Hari ini (31/01/20) Dr. Devarsetty Praveen akan melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg. Arbani Mukti Wibowo selepas Jumatan. Namun, ia yang ditemani oleh Co-Principal Investigator SMARThealth Scale-Up Indonesia, Sujarwoto, S.I.P., M.Si., M.P.A., Ph.D. mampir terlebih dahulu ke Sekretariat SMARThealth untuk menjenguk Tim SMARThealth, yakni, Budiarto Eko Kusumo, Rilya Bagus Ariesta Niko Prasetyo, dan Elmi Kamilah.
Tiba di Sekretariat sekitar pukul 11.35, saat menjelang tibanya sholat Jumat sehingga usai disambut dan dipersilakan masuk ke dalam Sekretariat, saya dan Co-Principal Investigator mohon izin terlebih dahulu untuk melakukan kewajiban seorang lelaki yang harus berangkat sholat ke masjid di kala hari Jumat.

Foto: Dr. Devarsetty Praveen menjelaskan kepada Koordinator MQ Sub-Study

Kebetulan hari itu, di Sekretariat ada Koordinator Medicines Quality (MQ) Sub-Study, Komang Tri Aksari Dewi, M. Farm, Apt. Jadi, Praveen tidak merasa sendirian dan malah bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan Sari (nama panggilan dari Komang Tri Aksari Dewi). Dengan Praveen, Sari membahas mengenai protokol yang sudah dibuatnya serta rencana lapangannya hingga kami pulang dari masjid sekitar pukul 12.21 WIB.

Foto: Diskusi Tim SMARThealth di Sekretariat

Sepulang dari masjid, Tim SMARThealth langsung bergabung diskusi dengan Praveen, termasuk juga Co-Principal Investigator. Dalam diskusi itu terjadi dialog yang menarik seputar mencari kesepahaman langkah dalam persiapan Scale-Up yang dihelat selama lima tahun ke depan. Scale-Up itu bahasa yang acapkali digunakan di antara Tim SMARThealth, sedangkan di lingkungan Dinas Kesehatan maupun Pemerintah Kabupaten Malang (Pemkab) Scale-Up itu akrab disebut dengan replikasi.
Diskusi ini berakhir pada pukul 12.42 WIB. Meski diskusinya tidak berlangsung lama, akan tetapi cukup berkesan. Karena kunjungan Praveen hari ini agak berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Tak hanya berjumpa dengan Tim SMARThealth melainkan juga bersua dengan Koordinator MQ Sub-Study.
Usai berdiskusi, Praveen, Sujarwoto dan saya berangkat ke Kantor Dinkes Kabupaten Malang untuk audiensi dengan Kepala Dinkes dengan beberapa stafnya. Pertemuan ini memang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari sebelumnya. *** [310120]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Rilya Bagus Ariesta Niko Prasetyo


Read More »

Aktivitas SCALE UP Tahun 2019

0 Comments

Audiensi Dengan Plt. Bupati Malang Terkait Replikasi Program SMARThealth di Kabupaten Malang

Pertemuan Tim e-Health

Launching Replikasi Program SMARThealth

Instal 400 Tablet Milik Dinkes Kabupaten Malang



Read More »