Tampilkan postingan dengan label Sosialisasi Replikasi SMARThealth. Tampilkan semua postingan

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Gondanglegi

0 Comments

Kunjungan rombongan Seksi PTM & Keswa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang ke-6 ini adalah Kecamatan Gondanglegi. Rombongan Dinkes tersebut tiba di Kantor Camat Gondanglegi sekitar pukul 10.01 WIB. Kunjungan ini dalam rangka Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Gondanglegi yang beralamatkan di Jalan Diponegoro No. 76 Dusun Krajan Satu, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (18/09/2020).

Rombongan Dinkes yang hadir terdiri dari Kepala Seksi (Kasie) PTM & Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM dan dua staf PTM & Keswa (Nur Ani Sahara dan Gatot Sujono) serta perwakilan Tim SMARThealth. Sedangkan, dari Puskesmas hadir Kepala UPTD Puskesmas (Kapus) Gondanglegi dr. Widya Damayanti, MMRS, dr. Hendri Agus Sugianto, dan perawat Ilham Tri Wicaksa.

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Gondanglegi

Rombongan tersebut diterima oleh Camat Gondanglegi Prestiya Yunika AP, S.Sos., M.Si di ruang kerjanya. Acara sosialisasi baru dimulai pada pukul 10.35 WIB setelah Kepala Desa (Kades) Sepanjang Saiful Anwar hadir dalam pertemuan itu.

Mengawali acara sosialisasi tersebut, Kasie PTM & Keswa mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Kapus Gondanglegi yang telah memfasilitasi pertemuan ini, dan kemudian memperkenalkan rombongannya yang hadir serta mengutarakan maksud dan tujuan dari sosialisasi ini.

Dilatarbelakangi kasus PTM yang telah menyalip kasus penyakit menular timbul keinginan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Setelah hasil riset dari Universitas Brawijaya yang bekerjasama di Dinkes Kabupaten Malang cukup berhasil, perlu program SMARThealth dilanjutkan sesuai komitmen Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM . Oleh karena itu, dalam acara sosialisasi ini adalah advokasi rencana replikasi program SMARThealth di wilayah Kecamatan Gondanglegi.

“Untuk tahun 2020 ini, Desa Sepanjang dipilih untuk melaksanakan replikasi tersebut. Kalau nanti hasilnya baik, akan dikembangkan di desa lain di wilayah Kecamatan Gondanglegi” kata Gatot, sapaan akrab Kasie PTM & Keswa Dinkes Kabupaten Malang.

SMARThealth adalah sistem pengendalian PTM utamanya penyakit kardiovaskular yang dilakukan oleh kader kesehatan terlatih dengan bantuan aplikasi. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kader terlatih nanti akan terkoneksi dengan e-Puskesmas pada saat itu juga. Sehingga, tenaga kesehatan baik dokter yang ada di Puskesmas dan perawat maupun bidan yang ada di Ponkesdes bisa segera mengetahui mana warga masyarakat yang memiliki risiko rendah, sedang maupun tinggi.

“Pada kesempatan ini, kita kula nuwun dulu kepada Camat dan Kades,” jelas Gatot.

Tahapan-tahapan berikutnya, Dinkes perlu mengetahui profil desa untuk digunakan sebagai data awal. Kemudian akan disusul dengan Training of Trainers (ToT) pada bulan November 2020, dan pelaksanaannya diperkirakan pada bulan Desember 2020.

Oleh karena itu, perlu adanya komitmen untuk sinergi antara Dinkes, Pusksemas, Kecamatan, dan Pemerintah Desa. Hal ini agar supaya keberlanjutan program itu bisa berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi warga di daerah tersebut.

Dinkes akan menyiapkan Posbindu Kit dan tablet untuk kader yang sudah dilatih nantinya. Alat habis pakai juga akan diupayakan oleh Dinkes, namun jika dalam pelaksanaan nantinya masih kurang, Kecamatan dan Desa juga diharapkan bisa membantu.

Dalam kesempatan ini, Kapus Gondanglegi menanyakan apakah programnya masih sama seperti yang dulu. Kasie PTM & Keswa mencoba menjelaskan bahwa mekanismenya masih serupa dalam pelaksanaannya, hanya saja pada pilot project dulu segala sesuatunya didanai oleh Universitas Brawijaya sementara pada pelaksanaan replikasi SMARThealth nantinya sudah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sesuai komitmen Bupati.

Nur Ani Sahara, salah seorang staf PTM, menambahkan bahwa personil yang terlibat dalam pilot project di Desa Sepanjang nantinya akan dilibatkan dalam mendampingi narasumber dalam ToT nantinya.

Karena di Gondanglegi sudah ada Desa Sepanjang yang dikatakan cukup berhasil dalam pilot project, diharapkan Camat dan Kapus segera merencanakan untuk replikasi di desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Gondanglegi.

Camat Gondanglegi Prestiya Yunita menanggapi permintaan dari Dinkes tersebut. Menurut Prestiya Yunika, sebenarnya di Kecamatan Gondanglegi sudah memiliki konsep Sambang Desa. Kegiatan Sambang Desa itu sudah diagendakan secara matang. Dalam kegiatan tersebut nantinya juga akan diisi dengan pemeriksaan gratis dalam Posbindu.

Majelis-majelis pengajian juga akan disambangi untuk pelaksanaan Posbindu. Namun, setelah akan dilaksanakan terburu datang COVID-19 ini.

Sementara Kades Sepanjang dalam pertemuan itu ikut menambahkan, bahwa kegiatan di Desa Sepanjang pada masa pandemi itu vakum karena merasa takut akan adanya wabah tersebut. Perihal ‘maintenance’ kader terlatihnya, Kades siap membantu mengalokasikan anggaran hanya saja Kades minta petunjuk untuk mengalokasikannya. Karena bila tidak ada payung hukumnya, kawatir nanti Kades dikira menggunakan uang ADD.

Dalam hal ini, Dinkes memang akan mengupayakan workshop yang dihadiri oleh Bappeda, Dinkes dan Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Malang untuk bisa mengatasi persoalan seperti yang dilontarkan oleh Kades Sepanjang tersebut. Sehingga, Kades bisa merasa nyaman nantinya dalam laporan pertanggung jawabannya setelah ada paying hukumnya.

dr. Hendri, seorang dokter Puskesmas Gondanglegi yang aktif dalam pilot project di Desa Sepanjang, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan replikasi SMARThealth nantinya perlu didukung sepenuhnya, seperti obat-obatannya. Dulu kebutuhan obat bisa dicukupi oleh funding riset. Diharapkan pada replikasi nanti juga tercukupi oleh Pemkab Malang karena replikasi ini sudah menjadi milik Pemkab Malang.

Di penghujung pertemuan ini, Camat Gondanglegi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan siap memberikan support untuk keberlangsungan dan kesuksesan pelaksanaan replikasi SMARThealth. *** [170920]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo



Read More »

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Sumberpucung

0 Comments
Kunjungan kelima dalam acara Sosialisasi Replikasi SMARThealth dilaksanakan di Kantor Camat Sumberpucung yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman No. 277 Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (16/09/2020).
Rombongan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terdiri dari Kepala Seksi PTM & Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, dan tiga staf PTM (Gatot Sujono, Nur Ani Sahara, dan Fifi) serta perwakilan dari Tim SMARThealth.
Rombongan Dinkes diterima oleh salah seorang staf kecamatan untuk diantarkan memasuki ruang kerja Camat Sumberpucung. Kebetulan Camat Sumberpucung sedang tidak ada di tempat, penyambutan dilakukan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ti’ah, S.Sos., M.Si.


Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Ruang Kerja Camat Sumberpucung

Tampak hadir dalam ruangan itu adalah Kepala UPTD Puskesmas Sumberpucung dr. Nur Eko Muhammad Samsudi dan staf PTM Puskesmas Sumberpucung Istitik, serta Kepala Desa Jatuguwi Hj. Enggar Sri Wahyunngtyas dan Seketaris Desa (Sekdes) Karangkates Puji Hartono.
Gatot, sapaan akrab Kasie PTM & Keswa Dinkes Kabupaten Malang mengawali acara sosialisasi pada pukul 10.23 WIB. Kasie PTM & Keswa mengatakan kunjungan rombongan ini, selain dalam rangka sosialisasi replikasi SMARThealth juga sekaligus ‘kula nuwun’ untuk rencana replikasi tersebut.
Dalam paparannya, Kasie PTM & Keswa menyebutkan bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di Kabupaten Malang. Dengan adanya pilot project SMARThealth di 4 desa (Sidorahayu, Karangduren, Kepanjen, dan Sepanjang), kader kesehatan terlatih mampu membantu Ponkesdes melakukan deteksi dini terhadap risiko penyakit kardiovaskular dengan bantuan aplikasi berbasis android.
“Dari 91% warga berumur 40 tahun ke atas yang diskrining kader dengan menggunakan tablet berisi aplikasi deteksi dini itu, diketahui ada 24% warga yang terdeteksi berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. 70% di antara warga yang memiliki risiko tinggi itu disebabkan oleh hipertensi, ” kata Gatot.
“Dari warga yang disebabkan hipertensi itu, 20% di antaranya ada yang bisa menjadi membaik setelah teratur minum obat dengan bantuan intervensi kader terlatih tersebut dalam kepatuhan minum obat.” imbuh Gatot.
Karena hasilnya cukup berhasil dalam deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular dan penurunan jumlah kasus hipertensi, Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM berkomitmen untuk mereplikasi SMARThealth di 390 desa. Akan tetapi di penghujung tahun 2020 ini akan dimulai di 10 desa terlebih dahulu, di antaranya adalah Desa Karangkates dan Desa Jatiguwi yang berada di wilayah Kecamatan Sumperpucung.
Tujuan dari pelaksanaan replikasi SMARThealth ini adalah untuk menurunkan angka kematian maupun kecacatan yang diakibatkan oleh penyakit kardiovaskular, dan ingin meningkatkan capaian skrining PTM mencapai 90% ke atas serta terbentuknya kader kesehatan terlatih yang akan bisa membantu tugas Ponkesdes dalam melakukan promosi kesehatan di tengah-tengah masyarakat.
Tahun 2020 ini akan segera dimulai pelaksanaan replikasi SMARThealth di 10 desa yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Malang. Tahun berikutnya Dinkes akan mengembangkan di kecamatan lainnya, sedangkan 6 Puskesmas yang sudah mengawali replikasi di tahun 2020 ini nanti, tahun berikutnya Puskesmas bersinergi dengan Kecamatan akan melanjutkan replikasi di desa lainnya dalam lingkungan puskesmas tersebut.
Dalam sosialisasi itu, Nur Ani Sahara, seorang staf PTM menambahkan bahwa desa dengan bantuan Ponkesdes setempat berkewajiban melakukan skrining setiap warga yang berumur 15 tahun ke atas satu tahun sekali. Karena sasarannya pada orang berusia produktif yang umumnya memiliki mobilitas yang tinggi, pelaksanaan Posbindu nantinya akan disesuaikan dengan kondisi desa setempat.
“Kader setempat akan dilatih dulu dan diberi Posbindu Kit maupun tablet untuk menginput data, kemudian dalam awal pelaksanaan nanti akan didampingi dulu. Selain itu, kader yang dilatih itu akan dibekali dengan protokol kesehatan serta SK,” kata Nur.
Gatot menambahkan, bahwa kader yang sudah dilatih nantinya akan mampu melakukan skrining kepada warga di desanya. Hasil pemeriksaan dan pengukuran yang dilakukan oleh kader itu, akan terkoneksi dengan tablet yang ada di petugas kesehatan maupun e-Puskesmas. Ke depannya, aplikasi SMARThealth akan bisa terhubung ke rumah sakit juga.
Nur Ani Sahara mengingatkan bahwa yang perlu dipikirkan adalah maintenance dan keberlangsungan kegiatan Posbindu nantinya, seperti pulsa, alat habis pakai maupun insentifnya. Oleh karena itu diharapkan peran desa dalam membantu hal ini.
Sementara itu, Gatot Sujono, salah seorang staf PTM yang ikut dalam rombongan ini mengatakan bahwa Posbindu atau SMARThealth ini nantinya menjadi milik masyarakat atau desa. Sekarang ini masyarakat sudah mulai membutuhkan pemeriksaan seperti ini. Sehingga ke depannya akan menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, peran desa nantinya sangatlah penting dalam keberlanjutan Posbindu.
Setelah paparan dari Dinkes selesai, Sekcam Sumberpucung mengatakan mohon maaf terlebih dulu karena Camat Sumberpucung tidak bisa menyambut rombongan Dinkes karena sedang ada undangan ke Kabupaten. Pada kesempatan itu, Sekcam yang mendapat delegasi dari Camat Sumberpucung dalam acara ini menyampaikan terima kasih karena Sumberpucung telah ditunjuk untuk pelaksanaan replikasi SMARThealth. Semoga hal ini bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang ada di wilayahnya.
Selain itu, Sekcam juga berharap ke Kades Jatiguwi dan Sekdes Karangkates untuk membantu program replikasi ini, termasuk segera mengirimkan profil desanya.
Menanggapi himbauan Sekcam ini, Kades Jatiguwi dan Sekdes Karangkates mengirimkan profil desa lewat WhatsApp ke Kepala Puskesmas untuk diteruskan ke Dinkes. Selanjutnya, Sekdes Karangkates menyampaikan permohonan maaf kepada Dinkes karena Kades Karangkates tidak bisa datang lantaran sedang berada di Surabaya untuk mengurus penentuan batas Kabupaten Malang.
“Desa Karangkates berterima kasih telah dipilih untuk replikasi ini dan siap mendukung dalam pelaksanaannya. Pihak desa juga siap menyebarkannya ke beberapa perdukuhan yang ada di desanya,” kata Puji Hartono.
Selanjutnya, Sekdes Karakates itu menjelaskan keadaan yang ada di desanya berkaitan dengan akan adanya replikasi SMARThealth ini. Di Karangkates sebenarnya sudah ada pembedayaan kader untuk pemeriksaan hipertensi dan gula darah setiap bulannya dengan membayar menggunakan sampah. Sampah yang dimaksud adalah sampah yang mempunyai nilai jual seperti kardus, botol, plastik, kertas koran, dan sebagainya. Sampah yang dibawa oleh warga itu akan disortir oleh kadernya setelah pemeriksaan Posbindu selesai. Sampah itu akan dikumpulkan, dan nantinya akan diambil oleh pengepul secara berkala. Hasil penjualan sampah inilah yang akan digunakan untuk membeli alat habis pakai tersebut. Selain untuk memenuhi alat habis pakai, desa itu juga kelihatan bersih dari sampah-sampah tersebut.
Kegiatan yang sudah berlangsung dua tahun ini, menurut Sekdes yang diamini oleh staf PTM Puskesmas Sumberpucung itu dikatakan cukup berhasil. Beberapa kabupaten lain juga sudah ada yang belajar di Karangkates ini.
Tepat pukul 11.15 WIB, acara sosialisasi tersebut berakhir sudah. Rombongan Dinkes kemudian berpamitan untuk undur diri. *** [160920]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Wagir

1 Comments
Setelah selesai dari Kantor Camat Pakisaji, rombongan dari Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (PTM & Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menyambangi Kantor Camat Wagir yang beralamatkan di Jalan Raya Gondowangi No. 03 Dusun Gedangan, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada Selasa (15/09/2020).
Kebetulan di Pendopo Kecamatan sedang dilakukan sosialisasi UU Sistem Peradilan Pidana Anak dari Dinas Sosial Kabupaten Malang.
Namun demikian di sela-sela waktu yang cukup padat Camat Wagir Hendra Tri Cahyono, S.Sos., M.Si yang didampingi Sekretaris Camat (Sekcam) Drs. Bambang Hermanto, berkenan menerima rombongan tersebut. Turut hadir dalam kunjungan rombongan Dinkes adalah perwakilan dari Tim SMARThealth.


Sosialiasi Replikasi SMARThealth di Ruang Kerja Camat Wagir

Di Ruang Kantor Camat, tampak hadir juga Kepala UPTD Puskesmas Wagir drg. Prima Puspito Rini, Kepala Desa Sidorahayu Nur Samiaji, dan Kepala Desa Mendalanwangi M. Sharoni, S.Pt.
Tujuan kedatangan rombongan Dinkes tersebut adalah dalam rangka Sosialisasi Replikasi SMARThealth yang telah digaungkan oleh Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM di Pendopo Agung Kabupaten Malang beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan berlangsung dimulai pukul 10.46 WIB dengan paparan pengenalan program SMARThealth dan rencana replikasi oleh Kepala Seksi PTM & Keswa Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. “Perlunya pengenalan dan recana replikasi SMARThealth adalah berbagi peran dengan Camat, Kepala Desa dan Puskesmas.” kata Gatot (panggilan akrab Kasie PTM & Keswa Dinkes Kabupaten Malang).
“Dukungan Kepala Desa dan Camat dalam pelaksanaan replikasi ini sangatlah penting agar supaya tujuan meminimalkan kasus penyakit kardiovaskular di Kabupaten Malang bisa tercapai. Kalau tercapai, Standar Pelayanan Minimal juga akan terwujud.” imbuh Gatot.
Camat Wagir dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dinkes karena sudah dipercaya untuk pelaksanaan replikasi tersebut. Kebetulan Camat Wagir juga sudah mengetahui bahwa program SMARThealth telah mengantarkan Bupati Malang mendapatkan penghargaan dari Kemenkes.
Camat Wagir juga meyakini bahwa dengan pelaksanaan replikasi SMARThealth akan membantu mengetahui komorbit yang sekarang lagi ngetren di masa pandemi COVID-19 ini.
Optimisme Camat Wagir dalam implementasi replikasi SMARThealth ini juga diamini oleh kedua kepala desa (kades) yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Kedua kades itu telah menyaksikan secara langsung kegigihan kader-kadernya yang terlibat dalam pelaksanaan SMARThealth door to door.
Kendati demikian, Camat Wagir mengingatkan kepada yang hadir dalam sosialisasi tentang banyaknya sasaran dalam Posbindu nantinya adalah mengundang para warga yang masih berusia produktif. Sementara kasus di Kecamatan Wagir utamanya yang berdekatan dengan Kota Malang banyak terserap dalam sejumlah pabrik rokok yang ada di wilayahnya, sehingga kegiatan Posbindu nantinya perlu disesuaikan dengan aktivitas warganya yang menjadi buruh pabrik rokok agar supaya SPM bisa tercapai di kemudian harinya.
Sementara itu, Nur Ani Sahara – staf PTM – berharap kegiatan Posbindu nantinya juga bisa viral laiknya Posyandu. Oleh karena itu, pemilihan SDM untuk kadernya benar-benar harus diperhatikan dan perlu dipikirkan ‘maintenance-nya’. Sedangkan, Gatot Sujono, staf PTM untuk Kesehatan Jiwa, menambahkan bahwa aplikasi SMARThealth yang akan terhubung dengan e-Puskesmas itu kelak akan mampu melihat progress yang ada di masing-masing desa.
Sedangkan, Kepala Puskesmas Wagir menyoroti tentang kapan waktu pelaksanaannya. Karena dengan mengetahuinya, Puskesmas bisa berkoordinasi dengan Ponkesdes yang ada di Desa Sidorahayu dan Desa Mendalanwangi.
Tepat pukul 11.26 WIB acara sosialisasi berakhir sudah. Kemudian rombongan Dinkes berpamitan dengan Camat, Kepala Puskesmas dan kedua kades. Rombongan akan segera kembali ke Kantor Dinkes Kabupaten Malang karena pada pukul 14.00 WIB akan meet vitually with Cisco Webex dengan meeting topic: Rapat Pembahasan Integrasi Aplikasi SIPTM dengan Kemenkes RI. *** [150920]

Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Pakisaji

0 Comments
Hari ketiga kegiatan sosialisasi replikasi SMARThealth digelar di Ruang Pertemuan Kantor Camat Pakisaji yang beralamatkan di Jalan Raya Pakisaji No. 9 Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Selasa (15/09/2020).
Sebanyak 20 orang hadir dalam acara sosialisasi itu, yang berasal dari rombongan Dinas Keshatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Puskesmas Pakisaji, Ponkesdes Karangduren dan Kendalpayak, Kepala Desa Karangduren beserta kadernya, Kepala Desa Kendalpayak bersama kadernya, dan seorang perwakilan dari Tim SMARThealth.
Replikasi adalah keseluruhan proses meniru serta menduplikasi sesuai keinginan dan kebutuhan demi mendapatkan hasil yang lebih baik.


Kepala Puskesmas Pakisaji, Camat Pakisaji dan Kasie PTM & Keswa (dari kiri)

Bagaimana dengan replikasi yang di Program SMARThealth? Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bersungguh-sungguh ingin meniru terhadap pelaksanaan SMARThealth dengan bantuan aplikasi yang inovatif yang telah disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan Posbindu demi mendapatkan SPM yang maksimal dalam melakukan skrining terhadap seluruh warganya yang berumur di atas 15 tahun.
Kegiatan sosialisasi yang dimulai pada pukul 09.13 WIB ini, diawali dengan paparan pengenalan program SMARThealth dan rencana replikasi dari Kepala Seksi PTM & Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Kabupaten Malang Paulusu Gatot Kusharyanto, SKM, sesuai komitmen Bupati Malang untuk dilakukan di 390 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang.
Gatot (nama panggilan akrab Kasie PTM & Keswa) mengatakan bahwa pilot project di 4 desa di Kabupaten Malang telah memberikan manfaat yang cukup besar dalam usaha skrining untuk mendeteksi dini kasus-kasus PTM yang ada di Kabupaten Malang, utamanya adalah hipertensi, diabetes, kolesterol, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Dari pilot project itu, 91% masyarakat  bisa dideteksi dini oleh kader mengenai hipertensi, diabetes maupun kolesterol, dan yang menggembirakan adalah ditemukannya terhadap pasien yang berisiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular bisa minum obat teratur setelah dilakukan intervensi secara berkelanjutan oleh kader terlatih.
Dalam kesempatan ini, Camat Pakisaji Mumuk Hadi Martono, S.H., M. Hum menanyakan tentang tahapan apa saja di tingkat desa yang harus dilakukan nantinya?
Gatot menjelaskan, awalnya akan mencoba menghuhungi Kepala Desa (Kades) untuk meminta profil desa agar supaya bisa melihat karakteristik awal desa tersebut sebelum intervensi. Sedangkan untuk pelaksanaannya nanti tentunya akan berkoordinasi dengan Puskesmas. Diperkirakan pelatihan di tingkat desa akan berjalan pada bulan November 2020 setelah proses bridging ke e-Puskesmas selesai.
Nur Ani Sahara, salah seorang staf PTM yang turut dalam rombongan Dinkes itu mengatakan, dalam pelaksanaan SMARThealth itu nantinya sambil mengembangkan Posbindu yang saat ini masih kalah pamor dengan Posyandu. Posbindu akan menyasar warga yang berumur 15 tahun ke atas.
Kader-kader yang akan bertugas di Posbindu nantinya akan diajari melakukan skrining. Mereka akan dibekali Posbindu Kit dan tablet yang berisi aplikasi SMARThealth.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Pakisaji dr. Nur Syamsu Dhuha dalam sosialisasi ini meminta kepada Dinkes agar supaya kalau ada pelatihan nanti, para kadernya dibekali SOP dan protokol kesehatan di tengah pandemi ini. Hal ini supaya tidak muncul masalah berkenaan virus corona nantinya. Hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi dan dicegah.
Kasie PTM & Keswa menjelaskan bahwa cakupan deteksi dini terhadap warga berusia produktif menurun di masa pandemi corona ini. Sehingga, dalam pelaksanaan replikasi SMARThealth nantinya, SOP dan protokol kesehatan sudah disiapkan oleh Dinkes.
Pada kesempatan ini, Gatot Sujono, seorang staf PTM bagian Keswa mengingatkan bahwa Posbindu dan Posyandu adalah milik desa. Oleh sebab, itu aktif dan tidaknya tergantung peran desa tersebut dalam menggerakkan warganya. Replikasi SMARThealth ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan SPM.
Sedangkan, Kepala Desa Karangduren Sihabur Romli sangat senang dengan adanya replikasi SMARThealth di desanya, dan akan berusaha mendukung bagi suksesnya pelaksanaan replikasi tersebut. Selain itu, Kades Karangduren juga meminta Dinkes untuk membimbing dalam menangani kasus ODGJ yang ada di desanya.
Gatot Sujono yang membidangi masalah Keswa mengatakan siap membantu dan menginformasikan bahwa di Puskesmas sudah ada obat untuk Keswa. Dari PTM & Keswa berusaha akan menskrining ODGJ yang ada di Karangduren bilamana di datanya belum ada nama-nama ODGJ tersebut.
Kasie PTM & Keswa turut menambahkan bahwa telah ada UU yang tidak boleh menelantarkan atau memasung ODGJ. Desa dan keluarga harus bahu-membahu untuk menangani ODGJ.
Acara yang berlangsung penuh keakraban ini juga menghadirkan sejumlah kader dari desanya masing-masing. Dalam kesempatan itu, ada seorang kader dari Desa Kendalpayak menyampaikan dalam sosialisasi itu. Ia menanyakan dari kader yang akan dilibatkan dalam replikasi SMARThealth nanti, tablet untuk menginput datanya bagaimana? Karena di masa pandemi ini, desa tidak memiliki uang. Uangnya sudah digunakan untuk COVID-19.
Nur Ani Sahara mencoba menjawab pertanyaan kader tersebut. Untuk sementara akan dipinjami tablet. Nanti jika COVID-19 sudah mereda, perlu dipikirkan Kepala Desa. Jika replikasi SMARThealth berjalan, setiap kendala harus dibicarakan bersama.
Dalam awal pelaksanaan replikasi, memilih kader yang bisa menggunakan android. Sebaiknya kader jangan merangkap di posyandu atau aktivitas desa lainnya.
Di akhir acara sosialisasi, Kasie PTM & Keswa mengucapkan terima kasih kepada Camat Pakisaji yang telah berkenan memfasilitasi pertemuan dan mendukung ini. Semoga kita bisa melaksanakan replikasi ini dengan semangat bersama. Hal ini selaras dengan slogan yang tempampang dalam ruang pertemuan itu. “Tumbuhkan Budaya & Semangat:  Bekerja Tanpa Diperintah, Berdisiplin Tanpa Diawasi, Bertanggung Jawab Tanpa Diminta.” *** [150920]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Dampit

0 Comments
Hari kedua sosialisasi replikasi SMARThealth berlangsung di Kantor Camat Dampit yang berada di Jalan Semeru Selatan No. 23 Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Rabu (09/09/2020).
Tampak hadir dalam sosialisasi itu adalah Camat Dampit Drs. Eko Wahyu Widodo, M.Si, Kepala UPTD Puskesmas Pamotan drg Putri Lestari, Sekretaris Desa Majangtengah N. Nurhayati, dan dua staf PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yaitu Nur Ani Sahara dan Fifi.
Acara sosialisasi diawali dengan paparan perihal pengenalan program SMARThealth yang dilakukan oleh Kepala Seksi PTM Keswa Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, yang didampingi salah seorang Tim SMARThealth.


Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Camat Dampit

Gatot (nama panggilan Kasie PTM Keswa) mengemukakan acara sosialisasi ini dilakukan sebagai pengenalan program SMARThealth di Dampit untuk mengimplementasikan replikasi SMARThealth di Desa Majangtengah di tahun 2020 ini.
SMARThealth merupakan sebuah program deteksi dini penyakit kardiovaskular berbasis teknologi aplikasi untuk semua warga yang berumur 40 tahun ke atas. Menurut Gatot, pada tahun 2016 hingga 2018 Desa Majangtengah telah mengenal SMARThealth namun masih terbatas kepada desa kontrol. Artinya, Desa Majangtengah juga melakukan skrining terhadap semua warganya yang berumur 40 tahun ke atas. Akan tetapi, belum dilakukan follow up oleh kader maupun intervensi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan baik perawat dan bidan dari Ponkesdes Majangtengah maupun dokter dari Puskesmas Pamotan.
Dalam sosialisasi itu, Camat Dampit, Kepala UPDT Puskesmas Pamotan, dan Sekretaris Desa Majangtengah mengapresiasi rencana replikasi SMARThealth di wilayahnya. Bahkan Camat Dampit berharap ke depannya semua desa yang ada di wilayah Kecamatan Dampit bisa diikutkan dalam replikasi SMARThealth tersebut.
Selaku Camat, Eko Wahyu Widodo siap memfasilitasi kegiatan replikasi SMARThealth yang ada di wilayah kerjanya. *** [090920]



Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Wajak

0 Comments
Hari ini, Selasa (08/09/2020) diadakan Sosialisasi Replikasi SMARThealth yang berlangsung di Café Wajak besutan Kecamatan Wajak. Café Wajak itu memang diperuntukkan untuk menerima tamu kecamatan. Café itu berada di halaman belakang Kantor Camat Wajak yang berada di Jalan Panglima Sudirman No. 96 Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Café yang bernuansa taman air itu menarik perhatian para undangan yang mengikuti soasialisasi tersebut. Tampak hadir dalam sosialisasi tersebut adalah Camat Wajak Purwoto, S.Sos., M.Si, Kepala UPTD Puskesmas Wajak drg. Hennie Noerhayati beserta staf PTM Puskesmas Wajak Nurul, Sekretaris Desa Dadapan dan Sukolilo.


Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Wajak (08/09/2020)

Sedangkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang diwakili oleh Kepala Seksi (Kasie) PTM Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM yang ditemani salah seorang Tim SMARThealth.
Dalam sosialisasi tersebut, Gatot (nama panggilan Kasie PTM Keswa) memperkenalkan program Inovasi SMARThealth dan rencana replikasi yang akan dilaksanakan di 10 desa di Kabupaten Malang di tahun 2020. Di antara 10 desa yang akan mengimplementasikan replikasi SMARThealth di tahun ini adalah Desa Dadapan dan Sukolilo yang berada di wilayah Kecamatan Wajak.
Setelah paparan, Kasie PTM Keswa membuka dialog kepada para tamu undangan yang hadir dalam sosialisasi teresebut. Pertemuan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan gambaran replikasi SMARThealth di 10 desa di tahun anggaran 2020 ini.
Langkah awal ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan sejumlah masukan dari para tamu undangan untuk membuat schedule dalam pelaksanaan nantinya, seperti melakukan ToT untuk melatih para kader di kedua desa tersebut, ponkesdes setempat dan beberapa staf yang ada di Puskesmas utamanya adalah dokter dan bagian PTM.
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.18 WIB dan berakhir pada pukul 10.14 itu berjalan dengan lancar dan penuh keakraban. Mereka pada umumnya sangat mendukung program replikasi tersebut. Namun demikian mereka berharap dbuatkan indikator-indikatornya dalam implementasi program itu, target-target capaiannya yang baik seperti apa, dan tentunya juga schedule yang harus disiapkan oleh Dinkes Kabupaten Malang. *** [080920]



Penulis : Budiarto Eko Kusumo Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Read More »