Tampilkan postingan dengan label Control Baseline Survey. Tampilkan semua postingan

Back up dan Cleaning Data Control Baseline Survey

0 Comments
Seperti halnya Intervention Baseline Survey dan Intervention Baseline Kaders, pada Control Baseline Survey ini juga dilakukan back up dan cleaning data. Karena back up dan cleaning data merupakan salah satu rangkaian dalam sebuah penelitian.
Back up dan cleaning data dilaksanakan setelah implementasi Control Baseline Survey berakhir, tepatnya selang dua hari setelah Supervisor Tim menyerahkan uba rampe penelitian seperti Tablet Samsusng Galaxy Tab 3 V dan tas kesehatan ke Sekretariat SMARThealth.
Pelaksana back up dan cleaning data dikerjakan oleh dr. Asri Maharani, MMRS, Ph.D, salah seorang peneliti utama SMARThealth yang beraktivitas menjadi researcher fellowship di University of Manchester, Inggris.
Mula-mula Asri mendownload data Control Baseline Survey yang ada di Cloud. Data Control Baseline Survey itu adalah hasil input enumerator ketika field works implementation di empat desa kontrol, yaitu Desa Mendalanwangi (Wagir), Desa Kendalpayak (Pakisaji), Kelurahan Cepokomulyo (Kepanjen), dan Desa Majangtengah (Dampit).
Setelah diunduh, data tersebut dibersihkan (cleaning data), yaitu pengoreksian data sehingga tidak ada kesalahan kode atau ketidaklengkapan, seperti pemeriksaan data yang out of range (di luar cakupan), missing, tidak konsisten secara logika, ada nila-nilai ekstrim maupun data dengan nilai-nilai yang tidak terdefinisi.
Dari data yang  berhasil diwawancarai oleh enumerator sebanyak 11.739 responden ketika pelaksanaan pengumpulan data di empat desa kontrol, teridentifikasi data yang sudah bersih sejumlah 10.988 responden dari warga yang berumur 40 tahun ke atas, dan disinyalir 3.085 individu dari 10.988 responden berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. *** [110617]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo │ Penyunting Naskah: Rilya Bagus Ariesta Niko Prasetyo


Read More »

Album Implementasi Control Baseline Survey

0 Comments

Mendalanwangi

Foto Control Baseline Survey di Mendalanwangi [7 Februari – 8 April 2017]


Kendalpayak

Foto Control Baseline Survey di Kendalpayak [7 Februari – 8 April 2017


Cepokomulyo

Foto Control Baseline Survey di Cepokomulyo [7 Februari – 8 April 2017]


Majangtengah

Foto Control Baseline Survey di Majangtengah [7 Februari – 8 April 2017]



Read More »

Foto Control Baseline Survey di Mendalanwangi [7 Februari - 8 April 2017]

0 Comments

Read More »

Foto Control Baseline Survey di Majangtengah [7 Februari - 8 April 2017]

0 Comments

Read More »

Foto Control Baseline Survey di Kendalpayak [7 Februari - 8 April 2017]

0 Comments

Read More »

Foto Control Baseline Survey di Cepokomulyo [7 Februari - 8 April 2017]

0 Comments


Read More »

Pelaksanaan Pengumpulan Data SMARThealth di Desa Kontrol

0 Comments
Penulis : Budiarto Eko Kusumo │ Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo

Usai dibekali training selama empat hari (30 Januari-2 Februari 2017), keesokan harinya enumerator yang sudah dibagi menjadi empat Tim tersebut mulai berkemas meninggalkan Hotel Santana Syariah Kepanjen menuju ke daerah penempatannya masing-masing.
Tim Mendalanwangi akan bertugas di Desa Mendalanwangi (Wagir), Tim Kendalpayak akan bekerja di Desa Kendalpayak (Pakisaji), Tim Cepokomulyo akan berdarma di Kelurahan Cepokomulyo (Kepanjen), dan Tim Majangtengah akan berdinas di Desa Majangtengah (Dampit).

Foto: Enumerator Majangtengah sedang menuju ke rumah responden

Begitu sampai di basecamp mereka masing-masing, Tim Enumerator diberi waktu selama tiga hari untuk melakukan silaturahmi dan sosialisasi perihal Control Baseline Survey ini. Mereka akan bersilaturahmi kepada Kepala Desa atau Kepala Kelurahan, Ketua RW, Ketua RT maupun tokoh masyarakat yang ada di daerah tersebut. Tujuannya selain memperkenalkan diri sebagai Tim yang akan bertugas di daerah itu, juga sekaligus menjelaskan tujuan dari Control Baseline Survey tersebut.
Tim Enumerator mulai turun lapang untuk melakukan pengumpulan data (field works implementation) pada hari Selasa, 7 Februari 2017 secara serempak di 4 desa kontrol tersebut, dan berakhir pada hari Sabtu, 8 April 2017.

Foto: Enumerator Kendalpayak sedang menuju ke rumah responden

Dari total penduduk berjumlah 36.294 orang di empat desa kontrol, total populasi orang yang berumur 40 tahun ke atas adalah 11.827 orang. Jadi, total populasi itulah yang menjadi target dikunjungi dan diwawancarai oleh enumerator di empat desa kontrol tersebut.
Dalam field works implementation, enumerator berhasil melakukan skrining terhadap penduduk yang berumur 40 tahun ke atas sebanyak 11.739 orang dari total target populasi sejumlah 11.827 orang. Sedangkan selisih 88 orang tersebut dikarenakan ada sejumlah warga yang menolak untuk dilakukan skrining oleh enumerator, entah karena mereka takut dengan jarum atau memang mereka memang benar-benar tidak mau berpartisipasi dalam skrining tersebut. Selain itu, di kala jadwal collecting data oleh enumerator sedang berlangsung, ada beberapa warga yang kebetulan sedang bekerja keluar daerah untuk waktu yang cukup lama, atau masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah ‘boro’.
Boro berasal dari bahasa Jawa, dari kata ‘ngemboro’ atau ‘mboro’ yang artinya meninggalkan desa tempat tinggalnya pindah ke daerah lain (waktunya sementara) dengan tujuan mencari penghasilan, meningkatkan status sosial ekonomi, dan pada saat-saat tertentu ia kembali ke desanya dengan membawa uang (remitan) dan kemudian ia kembali ke tempat tujuan. Dalam Sosiologi, boro itu identik dengan migrasi sirkuler. *** [090417]





Read More »