Tampilkan postingan dengan label Puskesmas Pakisaji. Tampilkan semua postingan

Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Pakisaji

0 Comments

Sesuai undangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Nomor 440/276/35.07.103/2021 yang ditujukan kepada Kepala UPT Puskesmas Se-Kabupaten Malang, hari ketiga Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) ini sedianya diagendakan di Puskesmas Ampelgading, namun atas pertimbangan dari Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa jadwalnya digeser untuk mendahulukan Puskesmas yang akan melakukan repilkasi SMARThealth di tahun 2021 ini.

Hari ketiga akhirnya diadakan Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pakisaji yang beralamatkan di Jalan Raya Pakisaji No. 19 Dusun Jatirejo RT 10 RW 02 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (28/01/2021).

Pertemuan yang dipusatkan di Ruang Pertemuan Puskesmas tersebut dimulai pada pukul 09.29 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Pakisaji dr. Nur Syamsu Dhuha. Dalam sambutannya, Kapus mengucapkan selamat datang  kepada rombongan Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang yang telah berkenan hadir di acara bimtek ini, dan berharap agar bimtek ini berjalan sesuai yang diharapkan.


Peserta Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pakisaji

“Dimarahi boleh tapi diajari”, pinta Kapus Pakisaji.

Setelah sambutan Kapus, diteruskan dengan sambutan dari Kasi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Di dalam sambutannya, Paulus memperkenalkan rombongan Seksi PTM dan Keswa yang terlibat dalam bimtek ini. Ada lima orang staf PTM dan Keswa yang hadir ditambah seorang perwakilan SMARThealth Universitas Brawijaya (UB).

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan bimtek ini bukan sekadar mengambil data atau copy paste saja, akan tetapi pembinaan tentang pemahaman Standar Pelayanan Minimal (SPM) PTM dan Keswa. Sehingga di tahun 2021 ini, Seksi PTM dan Keswa datang berombongan. Semua staf PTM dan Keswa dioptimalkan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan program PTM dan Keswa di Kabupaten Malang.

Menurut Paulus, ada beberapa strategi pencapaian SPM yaitu advokasi dan sosialisasi internal dan eksternal, menguatkan dan mengaktifkan tindakan promotif, preventif, kuratif, dan paliatif, perlu  ada peningkatan SDM, penguatan sistem surveilans terpadu untuk PTM, serta mengembangkan jejaring (networking) dengan swasta dan mengoptimalkan peran kader.


Kasi PTM & Keswa serta Kepala Puskesmas Pakisaji

Selain itu, Paulus juga menerangkan program SMARThealth kepada peserta pertemuan bimtek ini yang dihadiri oleh PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan 12 perawat desa di lingkungan kerja Puskesmas Pakisaji yang berasal dari Pakisaji, Karangpandan, Glanggang, Wonokerso, Sutojayan, Karangduren, Kendalpayak, Genengan, Kebonagung, Wadung, Jatisari, dan Permanu.

Dua desa yang sudah dilatih program SMARThealth, yaitu Karangduren dan Kendalpayak, sudah melaksanakan program SMARThealth. Tahun 2021 ini akan mereplikasi program SMARThealth di 10 desa di lingkungan Puskesmas Pakisaji yang belum melaksanakan SMARThealth dengan cost sharing. Dinkes akan menyiapkan Posbindu Kit untuk desa yang akan menjalankan program SMARThealth tersebut. Setiap desa akan disuplai dengan 5 Posbindu Kit. Hal ini agar supaya meningkatkan skrining usia produktidf dan lansia.

Oleh karena itu, Paulus menghimbau kepada perawat desa agar segera mensosialisasikan dan mengajukan anggaran kepada Pemerintah Desa melalui dana desa melalui musrenbangdes yang akan segera digelar.


Perawat Desa di Lingkungan Puskesmas Pakisaji

Usai Paulus, acara pertemuan dilanjutkan dengan paparan dari staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns dengan mengambil judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM)”.

Menurut Nur Ani Sahara, dalam SPM ini pada dasarnya menyasar masyarakat dengan usia produktif dan lansia. Pelayanan skrining faktor risiko pada usia produktif adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan anamnesa perilaku berisiko. Sedangkan pelayanan skrining faktor risiko pada lansia adalah skrining yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan gangguan mental (pemeriksaan Geriatric Depression Scale/GDS), pemeriksaan gangguan kognitif (pemeriksaan Abbreviated Mental Test/AMT), pemeriksaan tingkat kemandirian usia lanjut (pemeriksaan Activity Daily Living/ADL), dan anamnesa perilaku risiko.

Dalam paparannya, Nur Ani Sahara juga membahas Capaian SPM Usia Produktif Tahun 2020, Capaian SPM Diabetes Mellitus Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian SPM Hipertensi Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian Skrining Indera Kabupaten Malang Tahun 2020, Capaian Skrining Gigi dan Mulut Kabupaten Malang Tahun 2020, serta Data Acuan PTM Tahun 2021 Dinkes Kabupaten Malang.


Nur Ani Sahara dengan Materi SPM

Diakui oleh Nur Ani Sahara, di masa pandemi ini memang banyak kendala dijumpai. Namun dengan bimtek ini diharapkan terjadi titik temu untuk pencapaian SPM tersebut.

Pukul 10.28 WIB diadakan praktek penggunan ePuskesmas Skrining Dalam Gedung dan Skrining PTM Luar Gedung. Praktek ini dipandu oleh Candra Hernawan, staf PTM yang membidangi IT melalui laptop yang disorotkan ke layar melalui bantuan proyektor, sedangkan penjelasannya dilakukan oleh Nur Ani Sahara dengan menggunakan microphone.

Dalam prakteknya nanti, Nur Ani Sahara menyarankan kepada perawat, bahwa pasien yang sedang menunggu pemeriksaan di Puskesmas bisa diarahkan ke meja skrining PTM. Oleh karena itu, Puskesmas perlu menyediakan meja skrining PTM di tahun 2021. Ini jika berjalan akan dapat menambah SPM.


Staf PTM mendampingi dalam praktek ePuskesmas

Setelah dirasa cukup untuk materi SPM, acara berikutnya dilanjutkan dengan paparan dari staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam paparannya, Gatot menerangkan pelayanan kesehatan ODGJ berat sesuai SPM tahun 2020, penilaian kerja puskesmas Keswa tahun 2020, dan kohort Keswa tahun 2020. Berangkat dari materi itu, kita bisa melakukan penilaian dan sekaligus evaluasi.

Menurut Gatot, laporan Keswa Pakisaji tergolong sudah bagus. Kendati ada pengobatan yang kosong, namun setelah mendapat keterangan dari PP Keswa Puskesmas Pakisaji bisa dimengerti alasannya kosong, seperti pasiennya menghilang atau keluarga tidak setuju dengan pemberian obat yang ada efek sampingnya.

Banyak yang dibahas mengenai Keswa di Puskesmas Pakisaji seiring dengan adanya sejumlah pertanyaan dari peserta pertemuan bimtek ini. Mulai dari penanganan pasien ODGJ yang tak memiliki KTP maupun ODGJ yang terlantar hingga perlunya mengaktifkan Posyandu Jiwa di desa. Kunjungan-kunjungan ini nantinya akan masuk SPM dan PKP.


Perawat Desa sedang mempraktekkan ePuskesmas Skrining Luar Gedung

Selain itu, Gatot juga mengingatkan kepada peserta pertemuan bimtek bahwa perawat yang membawa obat ODGJ sebaiknya dibekali surat dari bagian farmasi atau Puskesmas. Hal ini agar supaya tidak menimbulkan permasalahan ketika sedang melakukan kunjungan pemeriksaan pasien. Legalitas obat yang dibawa perawat diperlukan untuk menghindari ‘tuduhan’ penggunaan obat psikotropika.

Menginjak pukul 11.38 WIB, acara kemudian diisi dengan closing statement dari Kasi PTM dan Keswa. Paulus mengingatkan pentingnya capaian SPM bagi Puskesmas. Sekarang di PTM dan Keswa, indikatornya banyak yang memerlukan skrining.

Harapan Paulus dalam bimtek selama 3 jam ini, semoga menjadi pedoman untuk SPM. Tak lupa pula, Paulus mengingatkan bahwa Desa Karangduren dan Kendalpayak untuk tahun 2021 ini diharapkan melatih 10 desa lainnya di dalam lingkungan Puskesmas Pakisaji untuk mereplikasi SMARThealth. *** [280121]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ  Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo

 


Read More »

Sosialisasi Replikasi SMARThealth di Kantor Camat Pakisaji

0 Comments
Hari ketiga kegiatan sosialisasi replikasi SMARThealth digelar di Ruang Pertemuan Kantor Camat Pakisaji yang beralamatkan di Jalan Raya Pakisaji No. 9 Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Selasa (15/09/2020).
Sebanyak 20 orang hadir dalam acara sosialisasi itu, yang berasal dari rombongan Dinas Keshatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Kecamatan Pakisaji, Puskesmas Pakisaji, Ponkesdes Karangduren dan Kendalpayak, Kepala Desa Karangduren beserta kadernya, Kepala Desa Kendalpayak bersama kadernya, dan seorang perwakilan dari Tim SMARThealth.
Replikasi adalah keseluruhan proses meniru serta menduplikasi sesuai keinginan dan kebutuhan demi mendapatkan hasil yang lebih baik.


Kepala Puskesmas Pakisaji, Camat Pakisaji dan Kasie PTM & Keswa (dari kiri)

Bagaimana dengan replikasi yang di Program SMARThealth? Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang bersungguh-sungguh ingin meniru terhadap pelaksanaan SMARThealth dengan bantuan aplikasi yang inovatif yang telah disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan Posbindu demi mendapatkan SPM yang maksimal dalam melakukan skrining terhadap seluruh warganya yang berumur di atas 15 tahun.
Kegiatan sosialisasi yang dimulai pada pukul 09.13 WIB ini, diawali dengan paparan pengenalan program SMARThealth dan rencana replikasi dari Kepala Seksi PTM & Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Kabupaten Malang Paulusu Gatot Kusharyanto, SKM, sesuai komitmen Bupati Malang untuk dilakukan di 390 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang.
Gatot (nama panggilan akrab Kasie PTM & Keswa) mengatakan bahwa pilot project di 4 desa di Kabupaten Malang telah memberikan manfaat yang cukup besar dalam usaha skrining untuk mendeteksi dini kasus-kasus PTM yang ada di Kabupaten Malang, utamanya adalah hipertensi, diabetes, kolesterol, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Dari pilot project itu, 91% masyarakat  bisa dideteksi dini oleh kader mengenai hipertensi, diabetes maupun kolesterol, dan yang menggembirakan adalah ditemukannya terhadap pasien yang berisiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular bisa minum obat teratur setelah dilakukan intervensi secara berkelanjutan oleh kader terlatih.
Dalam kesempatan ini, Camat Pakisaji Mumuk Hadi Martono, S.H., M. Hum menanyakan tentang tahapan apa saja di tingkat desa yang harus dilakukan nantinya?
Gatot menjelaskan, awalnya akan mencoba menghuhungi Kepala Desa (Kades) untuk meminta profil desa agar supaya bisa melihat karakteristik awal desa tersebut sebelum intervensi. Sedangkan untuk pelaksanaannya nanti tentunya akan berkoordinasi dengan Puskesmas. Diperkirakan pelatihan di tingkat desa akan berjalan pada bulan November 2020 setelah proses bridging ke e-Puskesmas selesai.
Nur Ani Sahara, salah seorang staf PTM yang turut dalam rombongan Dinkes itu mengatakan, dalam pelaksanaan SMARThealth itu nantinya sambil mengembangkan Posbindu yang saat ini masih kalah pamor dengan Posyandu. Posbindu akan menyasar warga yang berumur 15 tahun ke atas.
Kader-kader yang akan bertugas di Posbindu nantinya akan diajari melakukan skrining. Mereka akan dibekali Posbindu Kit dan tablet yang berisi aplikasi SMARThealth.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Pakisaji dr. Nur Syamsu Dhuha dalam sosialisasi ini meminta kepada Dinkes agar supaya kalau ada pelatihan nanti, para kadernya dibekali SOP dan protokol kesehatan di tengah pandemi ini. Hal ini supaya tidak muncul masalah berkenaan virus corona nantinya. Hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi dan dicegah.
Kasie PTM & Keswa menjelaskan bahwa cakupan deteksi dini terhadap warga berusia produktif menurun di masa pandemi corona ini. Sehingga, dalam pelaksanaan replikasi SMARThealth nantinya, SOP dan protokol kesehatan sudah disiapkan oleh Dinkes.
Pada kesempatan ini, Gatot Sujono, seorang staf PTM bagian Keswa mengingatkan bahwa Posbindu dan Posyandu adalah milik desa. Oleh sebab, itu aktif dan tidaknya tergantung peran desa tersebut dalam menggerakkan warganya. Replikasi SMARThealth ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan SPM.
Sedangkan, Kepala Desa Karangduren Sihabur Romli sangat senang dengan adanya replikasi SMARThealth di desanya, dan akan berusaha mendukung bagi suksesnya pelaksanaan replikasi tersebut. Selain itu, Kades Karangduren juga meminta Dinkes untuk membimbing dalam menangani kasus ODGJ yang ada di desanya.
Gatot Sujono yang membidangi masalah Keswa mengatakan siap membantu dan menginformasikan bahwa di Puskesmas sudah ada obat untuk Keswa. Dari PTM & Keswa berusaha akan menskrining ODGJ yang ada di Karangduren bilamana di datanya belum ada nama-nama ODGJ tersebut.
Kasie PTM & Keswa turut menambahkan bahwa telah ada UU yang tidak boleh menelantarkan atau memasung ODGJ. Desa dan keluarga harus bahu-membahu untuk menangani ODGJ.
Acara yang berlangsung penuh keakraban ini juga menghadirkan sejumlah kader dari desanya masing-masing. Dalam kesempatan itu, ada seorang kader dari Desa Kendalpayak menyampaikan dalam sosialisasi itu. Ia menanyakan dari kader yang akan dilibatkan dalam replikasi SMARThealth nanti, tablet untuk menginput datanya bagaimana? Karena di masa pandemi ini, desa tidak memiliki uang. Uangnya sudah digunakan untuk COVID-19.
Nur Ani Sahara mencoba menjawab pertanyaan kader tersebut. Untuk sementara akan dipinjami tablet. Nanti jika COVID-19 sudah mereda, perlu dipikirkan Kepala Desa. Jika replikasi SMARThealth berjalan, setiap kendala harus dibicarakan bersama.
Dalam awal pelaksanaan replikasi, memilih kader yang bisa menggunakan android. Sebaiknya kader jangan merangkap di posyandu atau aktivitas desa lainnya.
Di akhir acara sosialisasi, Kasie PTM & Keswa mengucapkan terima kasih kepada Camat Pakisaji yang telah berkenan memfasilitasi pertemuan dan mendukung ini. Semoga kita bisa melaksanakan replikasi ini dengan semangat bersama. Hal ini selaras dengan slogan yang tempampang dalam ruang pertemuan itu. “Tumbuhkan Budaya & Semangat:  Bekerja Tanpa Diperintah, Berdisiplin Tanpa Diawasi, Bertanggung Jawab Tanpa Diminta.” *** [150920]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo│ Penyunting Naskah: Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Pelatihan Dokter dan Tenaga Kesehatan Desa Karangduren 29 Desember 2016

0 Comments





Read More »

Pelatihan Dokter dan Tenaga Kesehatan Desa Karangduren Yang Kedua

0 Comments
Dua hari menjelang malam Tahun Baru 2017, yaitu tepatnya hari Kamis, 29 Desember 2016, Sekretariat SMARThealth mengadakan pelatihan dokter dan tenaga kesehatan Desa Karangduren untuk yang kedua kalinya di Ruang Pertemuan Lantai 2 Puskesmas Pakisaji.
Pelatihan ini dihadiri oleh dr. Bambang Budi Prasetyo (Kepala Puskesmas Pakisaji), dr. Indrawati (dokter umum Puskesmas Pakisaji), dan Evi Dyah Prahesti (perawat desa) serta Evi Maria (bidan desa) yang keduanya bertugas di Ponkesdes Karangduren. Pematerinya menghadirkan dr. Dyah Ayuning Wulan dari Kota Malang, yang didampingi oleh Andri Kurniawan, Village Supervisor 2.


Materi yang diajarkan masih sama dengan materi yang telah diajarkan pada pelatihan yang pertama, yaitu menekankan pada cara penggunaan aplikasi SMARThealth untuk dokter dan tenaga kesehatan. Hal ini disebabkan karena dokter dan tenaga kesehatan umumnya sudah memiliki pengetahuan perihal penyakit kardiovaskular yang memadai dan tentunya sudah terbiasa dalam menggunakan alat-alat kesehatan yang telah disediakan dalam program SMARThealth ini.
Hanya saja pada pelatihan yang kedua ini lebih mempraktekkan ulang setelah aplikasi SMARThealth mengalami penyempurnaan hasil dari temuan kesalahan aplikasi ketika melakukan pelatihan yang pertama. *** [291216]

Klik di sini untuk mendownload foto pelatihan ini.


Read More »

Pelatihan Dokter dan Tenaga Kesehatan Desa Karangduren 27 Oktober 2016

0 Comments






Read More »

Pelatihan Dokter dan Tenaga Kesehatan Desa Karangduren

0 Comments
Setelah pelatihan dokter dan tenaga kesehatan Desa Sepanjang, esok harinya giliran pelatihan dokter dan tenaga kesehatan Desa Karangduren, yang jatuh pada hari Kamis, 27 Oktober 2016. Semula direncanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Pakisaji, namun karena pada hari itu ternyata di Puskesmas Pakisaji mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim, maka pelatihannya akhirnya diadakan di Ruang Kepala Puskesmas.



Pelatihan ini dihadiri oleh 2 dokter (Kepala Puskesmas dan dokter umum) dan 2 tenaga kesehatan (perawat dan bidan desa) yang bertugas di Ponkesdes Karangduren. Pematerinya menghadirkan dr. Dyah Ayuning Wulan dari Kota Malang.
Seperti halnya pelatihan sebelumnya, pelatihan kali ini juga menekankan pada cara menggunakan aplikasi SMARThealth untuk dokter dan tenaga kesehatan, karena dokter dan tenaga kesehatan umumnya sudah memiliki pengetahuan perihal penyakit kardiovaskular yang memadai dan sudah terbiasa dalam menggunakan alat-alat kesehatan yang digunakan dalam program SMARThealth.
Pada pelatihan ini tampak dr. Bambang Budi Prasetyo selaku Kepala Puskesmas Pakisaji yang berkenan mengikuti pelatihan ini bersama dengan tenaga kesehatan lainnya dari mulai hingga selesai. *** [271016]

Foto pelatihan kader Sepanjang ini bisa dilihat di sini

Read More »

Kunjungan awal ke Puskesmas Pakisaji

0 Comments
Agenda berikutnya kedua peneliti utama SMARThealth pada 24 Mei 2016 adalah berkunjung ke Puskesmas Pakisaji. Kunjungan ini merupakan kunjungan awal dari kedua peneliti tersebut. Dalam kunjungannya itu, kedua peneliti utama SMARThealth, yaitu dr. Asri Maharani, MMRS, Ph.D dan Sujarwoto, S.IP, M.Si, MPA, Ph.D melakukan perkenalan kepada Kepala Puskesmas Pakisaji. Kemudian mereka menjelaskan perihal SMARThealth kepada Kepala Puskesmas Pakisaji, dr. Bambang Budi Prasetyo, dan Kepala Puskesmas Pakisaji menyambut dengan senang hati akan adanya kegiatan SMARThealth di lingkungan kerjanya.
Dalam pertemuan itu terjadi dialog antara pihak Puskesmas Pakisaji dengan Tim SMARThealth, seperti untuk mengukur kardiovaskular menggunakan acuan dari World Health Organization (WHO). Selain itu, juga telah dipilihkan nama desa yang akan menjadi lokasi penelitian ini, yaitu Desa Karangduren. Pertimbangannya dekat dengan Puskesmas, kader dan perangkat desanya pun cukup aktif.
Kepala Puskesmas Pakisaji juga meminta Standar Operasional Prosedur (SOP) dan manualnya serta struktur untuk SMARThealth, dan dari Puskesmas Pakisaji diharapkan melibatkan bagian program penanggung jawab lansia.
Dalam kegiatan SMARThealth ini, akan melibatkan 2 perawat/bidan desa, 1 dokter dan 10 kader yang akan bertugas di Desa Karangduren. Menurut bidan desa Evi Maria yang mendampingi Kepala Puskesmas Pakisaji, Desa Karangduren memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan desa lain yang ada di Kabupaten Malang. Di Desa Karangduren ini ada Ponkesdes dan Poliklinik Desa. Ponkesdes dikelola oleh bidan desa, dan Poliklinik ditangani oleh perawat yang ditugaskan di desa itu.
Desa Karangduren juga memiliki Posyandu. Satu Posyandu ada lima kadernya yang menangani Posyandu dan Posyandu Lansia. Kalau Taman Posyandu ada 15 kader. Seperti di daerah lain, Ponkesdes di sini juga dibekali obat. Perawat memegang obat umum, sedangkan bidan memegang obat KIA.
Pasien hipertensi, kalau obatnya ada bisa memberikan untuk 7 hari. Tapi karena keterbatasan maka biasanya dokter akan meresepkan 3 hari saja. Hal ini terjadi karena pada waktu proses tender obat, obatnya yang diperlukan pas belum ada. Sehingga, terjadi kelangkaan obat. Kalau pasien BPJS diresepkan untuk beli obat di luar seandainya stok obat memang tidak ada.
Untuk obat simvastatin banyak stok di Puskesmas Pakisaji, juga obat untuk diabetes seperti glibenclamide dan metformin. Sedangkan, untuk periksa darah di Ponkesdes Karangduren sebenarnya bisa, hanya saja alatnya ada di Posbindu.
Kunjungan kedua peneliti utama di Puskesmas Pakisaji merupakan bagian dari rapid health service assessment guna mendapat gambaran tata laksana layanan kesehatan atau medis yang ada di Puskesmas Pakisaji. Penjelasan dari Kepala Puskesmas dan bidan desa yang mendampinginya cukup memberikan gambaran apa yang dicari oleh kedua peneliti sebelum program SMARThealth benar-benar diimplementasikan di Desa Karangduren. *** [240516]

Foto Kunjungan ke Puskesmas Pakisaji

Pintu Gerbang Puskesmas

Front Office Puskesmas

Diskusi

Berpose di depan Puskesmas

IPAL Puskesmas

Papan Penanda Puskesmas


Read More »