Bimbingan Teknis Program PTM dan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Pamotan

Sebenarnya sesuai surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang No. 440/276/35.07.103/2021 tertanggal 21 Januari 2021, hari keenam Bimbingan Teknis (Bimtek) Program PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) dijadwalkan di Puskesmas Ngantang. Akan tetapi atas pertimbangan adanya replikasi SMARThealth di 6 Puskesmas pada tahun 2021 maka agenda bimtek di 6 Puskesmas tersebut didahulukan.

Hari keenam ini dilaksanakan Bimtek Program PTM dan Keswa di Puskesmas Pamotan yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani No. 68 Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (03/02/2021).


Peserta Bimtek di Puskesmas Pamotan

Acara pertemuan bimtek ini dimulai pada pukul 09.07 WIB dengan diawali sambutan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Pamotan drg. Putri Lestari. Dalam sambutannya, Kapus mengucapkan selamat datang kepada rombongan Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang. Kemudian Kapus menyoroti perkembangan PTM di wilayahnya, dan berharap SMARThealth nantinya bisa menunjang capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lingkungan Puskesmas Pamotan, dan semua desa di sini bisa mereplikasi SMARThealth sesegera mungkin.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM. Paulus mengemukakan bahwa bimtek kali di luar kebiasaan. Yang dulunya hanya mengambil data atau copy paste terus pulang, sekarang menghadirkan PP PTM, PP Keswa, PP Lansia, PP UKS dan 6 perawat desa yang ada di lingkungan Puskesmas Pamotan, yang meliputi Pamotan, Sumbersuko, Majangtengah, Rembun, Pojok, dan Jambangan.


Sambutan dari Kepala Puskesmas Pamotan dan Kasi PTM dan Keswa

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (tenaga kesehatan) pada pelayanan PTM dan Keswa di Kabupaten Malang. Makanya dalam bimtek ini, Seksi PTM dan Keswa yang hadir juga rombongan. Dalam bimtek ini, rombongan Seksi PTM dan Keswa ini akan mengajarkan cara menghitung data capaian SPM, baik PTM maupun Keswa. Kemudian, peserta pertemuan bimtek juga akan mempelajari ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung.

Menurut Paulus, capaian SPM Pamotan masih di bawah capaian secara nasional, sehingga perlu adanya terobosan-terobosan. Seperti di Wagir, setiap kegiatan layanan kesehatan dilakukan capaian SPM PTM. Memadukan kegiatan itu harus menjadi terobosan.


Pemaparan Materi SPM

Selain itu, Paulus juga menjelaskan bahwa SMARThealth merupakan program inovasi Dinkes yang telah diakui Provinsi dan Nasional. Karena Majangtengah sudah pernah menjadi pilot project program SMARThealth maka nanti Majangtengah harus mampu mereplikasi SMARThealth di desa lainnya di lingkungan Puskesmas Pamotan.

Diakhir sambutannya, Paulus mengucapkan terima kasih kepada Kapus Pamotan yang telah berkenan memfasilitasi kegiatan bimtek ini.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh staf PTM Bastamil Anwar Aziz, S.Kep.Ns, dengan judul “Bentuk Layanan Standar Pelayanan Minimal (Berdasarkan PMK No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar SPM).” 


Pemaparan Materi Indera

Bastamil mengawali dengan paparan data tahun 2020, dan menampilkan target persentase capaian skrining yang harus dipenuhi untuk hipertensi usia 15 ke atas, diabetes mellitus usia 15 tahun ke atas, IVA usia 30-50 tahun per 5 tahun, gigi dan mulut, indera usia 0-meninggal, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) usia 10-18 tahun, dan uspro usia 15-59 tahun. Kemudian disusul dengan penjelasan sasaran pencapaian SPM untuk tahun 2021 ini.

Pukul 09.35 WIB, acara bimtek diisi dengan pemaparan mengenai permasalahan indera oleh staf PTM Kristina Dewi, A.Md.Keb. Menurut Kristina, skrining indera tidak hanya cukup dilakukan dalam satu kegiatan saja. Skrining indera perlu bekerja sama dengan bidan di Puskesmas, Posyandu Balita, UKS maupun Posyandu Lansia. Capaian target sasaran SPM indera tidak bakal terpenuhi bila berjalan sendiri-sendiri.


Ulasan Serapan Materi

Selesai materi indera, acara kemudian diisi oleh staf PTM Nur Ani Sahara, S.Kep. Ns. Pada kesempatan ini, Nur Ani Sahara berusaha mengulas apa yang telah disampaikan oleh kedua pemateri sebelumnya. Ulasan ini sekaligus untuk mengetahui sejauh mana serapan materi itu diperoleh.

“Setiap perawat desa harus paham dan senantiasa mengupdate data karakteristik kependudukan di desanya masing-masing”, jelas Nur Ani Sahara.

Dengan mengetahui jumah penduduk dan sebaran umurnya, perawat desa akan memiliki pijakan untuk mengetahui sasaran pencapaian SPM yang seharusnya. Oleh karena itu, pada bimtek ini Nur Ani Sahara memberikan pelatihan cara menghitung sasaran dalam pemenuhan SPM dengan karakteristik penduduk di tahun 2021 ini.


Praktek ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung

Setelah dilatih cara menghitung setiap target sasaran capaian SPM, Nur Ani Sahara juga menerangkan bagaimana cara memenuhi sasaran tersebut. Terlebih di masa pandemi ini, mengumpulkan data untuk capaian SPM akan terasa sulit.

Itulah kenapa perawat desa dikumpulkan dalam bimtek ini. Tujuannya untuk mensinergikan kegiatan yang sambil jalan bisa mendapatkan semuanya.

Pukul 10.33 WIB, peserta bimtek diajak berlatih mengisikan ePuskesmas Skrining PTM Luar Gedung yang nantinya akan sering digunakan untuk skrining di desanya masing-masing. Kegiatan ini dipandu oleh Nur Ani Sahara dan Kristina Dewi.

Setelah berlatih mengoperasikan ePuskesmas, acara pertemuan bimtek kemudian diteruskan dengan pemaparan menyangkut Keswa oleh Staf Keswa Gatot Sujono, S.St., M.Pd. Dalam kesempatan ini, Gatot mengapresiasi capaian SPM Keswa di Puskesmas Pamotan yang sudah bagus, mencapai 90 persen. Dari bimtek yang sudah berlangsung, laporan Puskesmas Pamotan paling lengkap.


Pemaparan Materi Keswa

Namun Gatot juga mengingatkan bahwa kohort idealnya diisi oleh perawat desa. Bukan hanya ODGJ yang periksa ke Puskesmas, tapi juga mencatat kunjungan perawat maupu kader ke rumah ODGJ secara berkala. Oleh sebab itu, perlu dibuat Posyandu Jiwa minimal 1 buah di satu desa.

Sebelum acara bimtek ditutup, Paulus mengingatkan kembali kepada peserta pertemuan bimtek ini bahwa untuk mengejar SPM PTM tidak bisa hanya bertumpu pada satu kegiatan saja, tapi harus masuk ke dalam berbagai kegiatan.

Tepat pukul 12.00 WIB, Kapus memberikan closing statement. Di kesempatan itu, Kapus mengucapkan terima kasih kepada Dinkes yang telah membuka lebar kesempatan untuk konsultasi dari peserta pertemuan ini, dan Kapus akan menindaklanjuti demi kesehatan masyarakat di lingkungan Puskesmas Pamotan. *** [030221]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


0 Comments: