Tampilkan postingan dengan label Scale-up of a primary care intervention for Cardiovascular Risk Management in Malang. Tampilkan semua postingan

Peringatan HKN Ke-56 Tahun 2020 di Pendopo Agung Kabupaten Malang

2 Comments

Dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 tahun 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melaksanakan beberapa kegiatan antara lain Peringatan HKN ke-56, pemberian penghargaan kepada instansi/individu yang mendukung program kesehatan dan talk show, yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Sabtu (21/11/2020).

Kegiatan ini dimulai pukul 06.30 WIB dengan melakukan gladi resik yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Kabupaten Malang. Pengertian gladi resik atau gladi bersih di sini adalah latihan terakhir yang dilakukan oleh para penerima penghargaan sebelum pementasan dilakukan di lokasi sebenarnya pada sebelum peringatan HKN dimulai. Hal ini untuk memastikan pementasan atau kegiatan benar-benar siap.


Penerima penghargaan HKN ke-56 Tahun 2020 di Pendopo Agung Kabupaten Malang (21/11/2020)

Setelah gladi resik, para penerima penghargaan dan hadirin yang telah hadir diperilakan duduk kembali sambil menunggu kedatangan Pjs. Bupati Malang, Drs. Sjaichul Gulam, M.M., tiba di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Begitu tiba, Pjs Bupati Malang diantar menuju ke tempat duduknya. Kemudian MC mempersilakan para hadirin untuk berdiri guna melantunkan lagu Indonesia Raya dan Mars Germas. Setelah itu, hadirin dimohon duduk kembali.

Acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Solichin dari Bagian Keagamaan dan Pembinaan Mental Kabupaten Malang. Kemudian disusul dengan laporan pelaksanaan HKN dari Kepala Dinkes Kabupaten Malang, dr. Arbani Mukti Wibowo.

“Acara ini kenapa baru kita adakan sekarang, karena kesibukan kita dalam menangani COVID-19, yang belum juga selesai hingga saat ini,” terang Arbani

Dengan mengambil tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”, Arbani ingin mengajak kita semua, seluruh OPD untuk mengatasi permasalahan yang ada.

“Kita semua, baik Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI hingga Dewan berjibaku untuk menangani kasus kematian yang saat ini masih tinggi, yakni sekitar 6,34 persen (secara nasional). Idealnya angka kematian itu di bawah 5 persen,” uangkapnya.

Usai laporan pelaksanaan HKN dari Kadinkes, acara berikutnya adalah penyerahan penghargaan kepada instansi/individu yang mendukung program kesehatan. Ada 15 orang yang naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan tersebut. Salah satunya adalah Posbindu SMARThealth Anggrek 2 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen. Penerimanya diwakili oleh Agustin Shintowati, penggerak Kader Posbindu SMARThealth Anggrek 2.

Selesai penyerahan, acara dilanjutkan dengan sambutan Pjs Bupati Malang, Drs. Sjaichul Gulam, M.M. Beliau membacakan sambutan dari Menteri Kesehatan RI yang telah ditambahinya. Dengan adanya pandemi ini, memacu semua orang untuk berubah di semua aspek kehidupan. Dalam masa pandemi diharapkan masyarakat tetap produktif namun aman dari COVID-19. Oleh karena itu, adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Usai sambutan, diadakan foto bersama sebelum Pjs Bupati Malang meninggalkan Pendopo Agung untuk berangkat ke Surabaya. Kemudian disusul dengan daring. Menurut KBBI Kemendikbud, daring adalah akronim dari dalam jaringan. Artinya terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. HKN ini ternyata juga diikuti oleh 39 puskesmas yang ada di Kabupaten Malang melalui zoom. Sehingga, petugas kesehatan yang ada di kecamatan bisa mengucapkan “Selamat HKN” dengan yang ada di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Pada pukul 08.05, acara dilanjutkan dengan gelar wicara atau talk show. Talk show HKN ke-56 ini dimoderatori oleh Dewi Yuhana dari Media Expert. Narasumbernya ada tiga orang. Narasumber yang pertama adalah Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah kabupaten Malang, Dra. Musidah, Apt., M.Kes dengan topik bahasan “Sinergi Lintas Profesi dan Instansi Dalam Penanganan COVID-19 di Kabupaten Malang.”

Narasumber kedua adalah dr. Hendri Wiyono, Sp.P., FISR, FAPSR dari RSUD Kanjuruhan dengan mengambil topik “Perjalanan Alamiah COVID-19 dan Pencegahannya.” Sedangkan narasumber yang ketiga adalah dr. Fernando Hasudungan, Sp.PD dari RSUD Lawang dengan topik “Sayangi dan Selamatkan Orang Berisiko dari COVID-19.”

Talk show yang diikuti oleh insan kesehatan yang ada di Kabupaten Malang ini memakan waktu selama dua jam dan berakhir pada pukul 11.02 WIB. Dengan berakhirnya talk show maka berakhir pula rangkaian Peringatan HKN ke56 ini, dan yang tidak sempat menyaksikan sampai akhir, bisa melihat rekamannya di https://youtu.be/qR4ZY_kHVeE . *** [211120]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Instalasi eKader di Puskesmas Pakisaji

0 Comments

Selesai Jumatan di Masjid Thariqul Khair yang berada di lingkungan Perumahan Pondok Mutiara Bonagung di Parangargo, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) melanjutkan langkah untuk menuju Puskesmas Pakisaji yang terletak di Jalan Raya Pakisaji No. 19 Dusun Jatirejo, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Di Puskesmas Pakisaji itu, acara instalasi aplikasi eKader diselenggarakan hari ini (Jumat, 20/11/2020) di Ruang Pertemuan Puskesmas yang berada di lantai dua. Pesertanya adalah kader-kader kesehatan yang berasal dari dua desa, yaitu Desa Karangduren dan Desa Kendalpayak.


Instalasi aplikasi eKader di Puskesmas Pakisaji (20/11/2020)

Kedua desa itu mengirimkan masing-masing 5 kadernya yang dipilih oleh desa. Mereka membawa handphone (HP) sendiri-sendiri untuk instalasi aplikasi eKader tersebut. Kader Karangduren didampingi oleh perawat Desa Karangduren, Evi Dyah Prahesti, A.Md.Kep, dan kader Kendalpayak dikawal oleh perawat Desa Kendalpayak, Ardianse Ria Saputra, A.Md. Kep.

Tampak hadir pula staf PTM Puskesmas Pakisaji, Indah Ratri Ayunaningtyas, S.Tr.Keb yang telah berkenan memfasilitasi pertemuan ini. Kemudian menyusul kedatangan staf Seksi PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Candra Hernawan dan Wildan Adi Yatma.

Acara yang dimulai pukul 14.16 WIB ini terlihat berbeda sendiri. Peserta instalasi aplikasi eKader di Puskesmas Pakisaji mengenakan seragamnya masing-masing. Kader Karangduren memakai seragam batik berlatar warna merah, dan kader Kendalpayak menggunakan seragam kaos hijau berlengan warna kuning.

Proses instalasi aplikasi eKader di Puskesmas Pakisaji ini boleh dikata terbilang yang tercepat di antara proses instalasi di tempat lainnya. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh spesifikasi HP yang dimiliki oleh sebagian besar kader tersebut.

Kader Kendalpayak memperlihatkan proses yang tercepat, mengingat HP yang dimiliki oleh kelima kadernya memiliki spesifikasi keluaran terbaru. Sedangkan untuk kader Karangduren, dari 5 kader yang dipilih oleh desa, 3 kader memegang HP yang spesifikasinya telah memenuhi standar pada umumnya sedangkan yang 2 kader lainnya masih menggunakan HP keluaran lama. Sehingga, yang 2 kader itu memerlukan waktu lebih lama ketimbang yang lainnya. Satu kader bisa mencapai final manakala memorinya dilonggarkan dengan merelakan semua foto selfinya dan video yang disimpannya. Sementara itu, kader yang satunya tidak bisa tuntas karena memory spacenya tidaklah cukup. Jadi, terpaksa harus dilanjutkan di rumah dengan catatan harus menghapus semua foto dan video yang ada di dalamnya.

Pada pukul 15.18 WIB, prosesi instalasi aplikasi eKader di Puskesmas Pakisaji selesai sudah. Berakhirnya instalasi di sini sekaligus mengakhiri rangkaian instalasi aplikasi eKader yang dilakukan oleh Tim SMARThealth UB untuk 10 desa yang akan mengikuti workshop pelatihan kader dan tenaga kesehatan di di Hotel Ollino Garden pada 23-24 November 2020. *** [201120]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Instalasi eKader di Puskesmas Wagir

0 Comments

Jadwal kunjungan instalasi eKader hari kelima (Jumat, 20/11/2020) yang dilakukan oleh Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) ini, menyasar dua desa di wilayah Kecamatan Wagir, yaitu Desa Sidorahayu dan Desa Mendalanwangi.

Acara instalasi aplikasi itu dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Wagir yang beralamatkan di Jalan Pandanrejo No. 61 Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasinya berada di halaman belakang Puskesmas Wagir.


Instalasi aplikasi eKader di Puskesmas Wagir (20/11/2020)

Kegiatan instalasi aplikasi eKader molor setengah jam karena menunggu beberapa kader dari Desa Mendalanwangi. Sehingga, mulai kegiatan dilakukan pada pukul 09.32 WIB.

Selain kader kesehatan yang terpilih oleh desanya masing-masing, tampak hadir pula staf PTM Puskesmas Wagir, Fenny Noviana, A.Md.Kep, yang berkenan memfasilitasi acara instalasi tersebut, dan perawat Desa Sidorahayu, Dimas Kurniawan, A.Md.Kep,  yang mendampingi kader kesehatan Sidorahayu serta bidan Desa Mendalanwangi, Naning Fadilah, A.Md.Keb, yang mengawal kader Mendalanwangi. Di tengah acara, terlihat juga bidan Desa Sidorahayu, Sartika Arimbi, S.ST di dalam ruang pertemuan itu.

Dalam proses instalasi aplikasi eKader, seperti biasa muncul juga kendala-kendala. Kendalanya lebih kepada spesifikasi handphone (HP) yang dimiliki oleh masing-masing kader kesehatan. Hal ini tergolong lumrah, mengingat spesifikasi HP didasarkan kepada kepemilikan kader. Sehingga, terdapat aneka HP baik yang keluaran baru maupun lama.

Umumnya yang mengalami perlambatan proses instalasi terjadi pada HP yang keluaran lama. Di samping spesifikasinya lama, biasanya kalau HP sudah lama dipegang oleh seseorang secara otomatis file yang tersimpan pun juga akan memenuhi memori. Foto dan video senantiasa menjadi penghalang lancarnya proses menginstal aplikasi pada HP keluaran lama.

Yang terjadi pada kader Sidorahayu, terdapat 2 kader yang HPnya dikatakan lemot (lambat jalannya). Namun akhirnya bisa selesai instalannya setelah, mereka menghapus foto dan video yang selama ini tersimpan di dalam HPnya. Sedangkan, kasus yang terjadi pada kader Mendalanwangi ditemui seorang kader yang hingga akhir tidak bisa mencapai final lantaran keterbatasan memory space di HP. Untung, bidan Mendalanwangi mempersilakan tablet miliknya untuk diinstal aplikasi eKader. Hal ini untuk jaga-jaga manakala HP kader memang tidak bisa untuk menginstalnya.

Pemasangan aplikasi eKader di Puskesmas Wagir ini selesai pada pukul 10.45 WIB, di tengah suara lantunan ayat suci Al Qur’an berkumandang pertanda Jumatan sudah dekat. Pemandu kemudian berpamitan untuk melanjutkan langkah menuju ke Puskesmas Pakisaji, akan tetapi di tengah jalan mampir ke masjid dulu untuk menunaikan shalat Jumat. *** [201120]



Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo



Read More »

Instalasi eKader di Puskesmas Wajak

1 Comments

Sesuai jadwal, hari keempat ini (19/11/2020) agenda instalasi aplikasi eKader yang dilakukan oleh Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Wajak yang terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 161 Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Desa sasaran yang melakukan instalasi aplikasi tersebut terdiri atas dua desa, yaitu Desa Dadapan dan Desa Sukolilo. Masing-masing kader dari desa itu terdiri dari 5 orang kader kesehatan terpilih. Mereka datang dari desa masing-masing menuju ke Puskesmas Wajak secara on time (tepat waktu) dengan berkendara motor.


Instalasi aplikasi eKader di Ruang Pertemuan Puskesmas Wajak (19/11/2020)

Namun, sayangnya acara instalasi aplikasi yang dimulai pada pukul 11.05 WIB itu ternyata terpaksa molor cukup lama, berjam-jam. Hal ini disebabkan oleh adanya kendala dalam browsing ke link di mana aplikasi itu berada.

Untungnya, para kader dari kedua desa itu tersebut bersemangat dan sabar. Semua handphone (HP) yang dipegang kader dan pemandu dari Tim SMARThealth UB tidak bisa konek ke link tersebut. Sudah disiasati dengan jaringan sinyal, baik dari pulsa, wifi Puskesmas Wajak maupun Modem WiFi M5 Andromax juga tak membuahkan hasil yang menggembirakan. Selalu muncul tulisan: ”Situs ini tidak dapat dijangkau.

Akhirnya, pemandu berusaha menghubungi Co-Principal Investigator SMARThealth berkenaan dengan kejadian tersebut. Screenshot tulisan itu kemudian dikirimkan ke Co-Principal Investigator SMARThealth, dan semua yang berada di Ruang Pertemuan Puskesmas Wajak menunggunya.

Sambil menunggu, pemandu dan kader berbincang untuk mengakrabkan diri. Tampak hadir pula perawat desa Dadapan yang sekaligus menjadi staf PTM Puskesmas Wajak, Nurul Hidayati, A.Md.Kep dan bidan Desa Sukolilo, Sari Dyah Kartiningrum, A.Md.Keb. Kedua petugas kesehatan itu dengan telaten mendampingi para kadernya masing-masing.

Ditunggu cukup lama, hampir mendekati dua jam lamanya, kegiatan kemudian diisi makan siang dengan menu ayam bakar khas Wajak yang telah disediakan. Selesai makan siang, sambil menunggu jalannya link aplikasi itu, kader yang hadir dipandu untuk mengisi Kader Online Survey. Tujuannya untuk mengetahui pengetahuan kader berkenaan dengan kesehatan pada saat ini, utamanya yang berhubungan dengan COVID-19.

Tepat pukul 13.50 WIB, link sudah bisa dibuka. Yang pertama kali memberi tahu hal ini adalah perawat Nurul Hidayati. Kemudian yang lainnya langsung mencoba membuka HPnya masing-masing. Prosesnya ada yang lemot (lambat jalannya), dan ada pula yang berjalan normal.

Semua bisa membuka link aplikasi tersebut. Cuma kemudian pada saat menginstal terdapat 3 orang kader yang terlalu lambat jalannya (lemot). Akhirnya atas kerelaan kader tersebut, mereka akan berusaha menginstal di rumahnya. Ketiga kader tersebut, 1 orang berasal dari Desa Sukolilo, dan 2 orang dari Desa Dadapan.

Sekitar pukul 14.40, acara ini selesai sudah. Pemandu mewanti-wanti kepada kader agar supaya nanti pada saat menghadiri pelaksanaan workshop pelatihan kader dan tenaga kesehatan di Hotel Ollino Garden, yang ancer-ancernya berada di belakang Mal Ramayana Malang, tidak tertukar membawa HPnya. *** [191120]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Instalasi eKader di Puskesmas Sumberpucung

1 Comments

Hari ini, Rabu (18/11/2020), jadwal yang dibikin Seksi PTM Dinkes Kabupaten Malang adalah instalasi eKader untuk dua desa, yaitu Desa Karangkates dan Desa Jatiguwi. Kader dari kedua desa tersebut dikumpulkan oleh Seksi PTM Puskesmas Sumberpucung di Ruang Pertemuan Puskesmas Sumberpucung yang beralamatkan di Jalan TGP No. 2 Desa Sumberpucung RT 01 RW 01 Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Ruang pertemuan yang cukup megah itu berada di lantai dua dari bangunan utama Puskesmas Sumberpucung. Meja pertemuan yang disusun memanjang itu membuat pemandu instalasi aplikasi dari Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) mudah melakukan identifikasi kader dari dua desa tersebut. Sebelah barat meja ditempati oleh kader kesehatan Karangkates, dan sebelah timur meja diisi oleh kader kesehatan Jatiguwi. Sedangkan, bagian utara meja untuk pemandu instalasi dengan latar tulisan Puskesmas Sumberpucung. Sementara itu, kedua perawat dari Karangkates dan Jatiguwi menempati sisi selatan meja guna mendampingi kadernya masing-masing.


Instalasi aplikasi eKader di Ruang Pertemuan Puskesmas Sumberpucung (18/11/2020)

Pertemuan yang dimulai pukul 11.15 WIB ini, dihadiri oleh kader kesehatan terpilih dari Desa Karangkates dan Desa Jatiguwi yang masing-masing desa 5 orang jumlahnya. Dari Desa Jatiguwi, kader-kadernya bisa datang semua, sementara yang dari Desa Karangkates hanya hadir 4 orang kader. Yang satunya tidak bisa hadir karena sedang hamil muda.

Proses instalasi aplikasi eKader di Puskesmas Sumberpucung ini, para kader menghendaki latihan bersama dengan dipandu oleh Tim SMARThealth UB. Tim SMARThealth UB berupaya memandu dengan tulisan alamat situs di mana aplikasi eKader itu bisa diunduh.

Setelah semuanya menuliskan alamat situs tersebut, kemudian pemandu meminta para kader untuk menginstalnya. Dalam proses instalasi ini, boleh dibilang berjalan dengan baik. Hanya saja ada beberapa handphone (HP) milik kader berjalan cukup lemot (lambat jalannya). Hal ini bukan karenanya sinyalnya, akan tetapi lebih kepada spesifikasi HPnya.

Kendala dihadapi oleh dua kader dari Karangkates, yang kebetulan memegang HP keluaran lama dan isi foto maupun videonya cukup banyak di tengah keterbatasan memori yang ada di HP itu. Sehingga, solusinya harus dihapus sejumlah foto dan video tersebut jika instalasi aplikasi eKader ini ingin berjalan sebagaimana mestinya.

Solusi ini bisa berjalan pada kader yang memegang HP Andromax keluaran lama. Sementara itu, kader yang duduk di sebelahnya belum bisa final instalasinya, lantaran banyak video kumpulan lagi yang bercokol di HP nya. Sehingga, kader tersebut rela untuk melanjutkan instalasi aplikasi di rumahnya setelah, kumpulan foto maupun video tersebut dihapus atau dipindahkan ke media lain.

Usai instalasi itu, para kader dan pemandu dipersilakan mencicipi bakso yang telah dihidangkan. Konsumsi ini disiapkan oleh bagian Tata Usaha Puskesmas dengan mendelegasikan kepada kedua perawat yang mengawal para kadernya dengan sabar dan telaten. Kedua perawat tersebut adalah Edwin Irfansyah, A.Md.Kep (Karangkates), dan Yusvika Triswindari, A.Md.Kep (Jatiguwi).

Sekitar pukul 12.30 WIB berakhir sudah rangkaian acara instalasi aplikasi eKader. Sehingga, nantinya pada waktu kader mengikuti pelaksanaan workshop kader kesehatan dan tenaga kesehatan Program SMARThealth Kabupaten Malang yang akan digelar di Hotel Ollino Garden Malang pada 23-24 November 2020, sudah tinggal fokus kepada materi dan praktek saja. *** [181120]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Instalasi eKader di Sepanjang

0 Comments

Selesai memandu instalasi eKader di Majangtengah, Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) melanjutkan langkah menuju ke Desa Sepanjang sesuai jadwal yang telah diagendakan Seksi PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Instalasi aplikasi dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Sepanjang yang terletak di Jalan Basuki Rachmat No. 111 Dusun Krajan, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (17/11/2020).

Instalasi aplikasi eKader di Sepanjang, Gondanglegi (17/11/2020)

Dimulai sekitar pukul 14.30 WIB, acara instalasi aplikasi eKader ini yang seyogyanya dihadiri oleh semua kader kesehatan terpilih (5 orang kader) ternyata tampak hadir 4 kader kesehatan. Satu kader lainnya tidak bisa hadir lantaran bersamaan dengan acara menghadiri pernikahan.

Terlihat pula perawat desa Sepanjang, Istuning Nur Choirunnisa, A.Md. Kep., yang dengan telaten mendampingi para kader dalam melakukan instalasi aplikasi eKader, dan menyediakan camilan dan minuman.

Berbeda dengan di Majangtengah, kader Sepanjang telah memiliki Tablet Samsung Galaxy Tab 3 V tinggalan pilot SMARThealth (2016-2018). Sehingga, instalasi aplikasi dilakukan di Tablet tersebut.
Dalam instalasi eKader di Sepanjang dikatakan cukup lancar. Namun demikian bukan berarti tidak menemui kendala. Dari 4 Tablet yang dilakukan pemasangan aplikasi eKader terdapat 1 Tablet yang mengalami kendala tidak bisa diinstal dengan sempurna. Tablet yang tidak bisa tuntas instalasi itu, memanggil situs di mana aplikasi itu berada tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya di web browser Chrome. Sehingga perlu diinstal dulu web browser Google. Sedangkan, tablet yang satunya menunggu kader tersebut sudah pulang dari hajatan.

Proses instalasi di Sepanjang relatif lebih cepat ketimbang di Majangtengah, hal ini salah satunya dikarenakan wifi yang terpasang di Balai Desa Sepanjang cukup kuat sinyalnya.

Usai instalasi rampung, kemudian dilanjutkan dengan nostalgia. Karena semenjak muncul pandemi COVID-19, komunikasi tatap muka dalam kumpulan kader secara langsung cenderung dibatasi. *** [171120]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Instalasi eKader di Majangtengah

0 Comments

Instalasi adalah pemasangan software untuk menjalankan sebuah aplikasi. Yang dimaksud aplikasi di sini adalah aplikasi untuk layanan kesehatan yang dikembangkan untuk deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular di Kabupaten Malang yang diberi nama eKader.
Aplikasi eKader ini merupakan pengembangan dari aplikasi SMARThealth. Pada waktu pilot SMARThealth (2016-2018) aplikasi dikenal dengan sebutan aplikasi SMARThealth, namun kemudian setelah memasuki Replikasi Program SMARThealth yang dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), nama aplikasi ini diumumkan dengan nama eKader.
Aplikasi eKader merupakan wujud dari penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam membantu suatu intervensi layanan kesehatan untuk deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular, promosi, pencegahan dan pengobatan dasar.


Instalasi aplikasi eKader di Desa Majangtengah, Dampit (17/11/2020)

Sesuai namanya, aplikasi ini nantinya akan digunakan oleh kader kesehatan terlatih dalam melakukan skrining penyakit tidak menular (PTM) utamanya seputar penyakit kardiovaskular atau jantung.
Berdasarkan jadwal kunjungan Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) yang telah dirancang oleh Seksi PTM Dinkes Kabupaten Malang, maka Selasa (17/11/2020) ini instalasi aplikasi dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Majangtengah yang beralamatkan di Jalan Raya Majangtengah, Dusun Lamabng Kuning, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Hadir dalam instalasi aplikasi eKader tersebut adalah 4 kader kesehatan yang akan mengikuti pelaksanaan pelatihan kader kesehatan dan tenaga kesehatan Program SMARThealth besok pada tanggal 23-24 November 2020 di Hotel Balava yang lokasinya dekat Stasiun Kotalama Malang. Sedangkan 1 kader lainnya tidak bisa hadir dalam instalasi aplikasi tersebut karena sedang sakit. Namun demikian, ia menyuruh suaminya untuk membawakan handphonenya ke Pendopo Balai Desa Majangtengah.
Selain kader kesehatan, tampak hadir juga perawat desa Majangtengah, Irma Yunaningtiyas, A.Md. Kep. Perawat tersebut mendampingi para kadernya dalam melakukan instalasi aplikasi dengan antusias, dan bahkan mencoba membantu melakukan instalasi di handphone milik kader.
Dalam pelaksanaan instalasi yang dimulai menjelang pukul 12.00 WIB itu sempat mengalami beberapa kendala, yaitu kendala sinyal dan kendala spesifikasi handphone (HP).
HP kepunyaan kader kesehatan terdiri dari aneka bentuk dan kartu, seperti kartu Simpati, XL, dan Axis. Pada saat intalasi kebetulan ada beberapa yang mengalami lemot (proses instalasinya lambat). Kendala sinyal ini diatasi oleh Tim SMARThealth UB dengan menggunakan Modem WiFi M5 Andromax yang telah disiapkan.
Kemudian kendala spesifikasi HP. Kendala ini menyangkut memori yang ada di HP tersebut, dan tahun pembuatannya. Pada HP yang tergolong keluaran baru, proses instalasi bisa berjalan normal. Sedangkan, bagi memori HP yang pas-pasan harus merelakan penghapusan foto, video maupun game yang ada di dalamnya.
Dari kelima HP kader kesehatan tersebut, 4 buah instalasi berjalan dengan sukses setelah mengatasi kendala-kendala tersebut. Sedangkan, yang 1 HP lagi belum bisa tuntas lantaran pemiliknya masih punya pekerjaan rumah untuk menghapus foto dan video yang menyemarakan isi HP kader.
Sekitar pukul 13.16 WIB, instalasi aplikasi eKader di Desa Majangtengah akhirnya selesai sudah. Sehingga nantinya pada saat kader tersebut mengikuti pelatihan di Hotel Ollino Garden Malang sudah tinggal fokus kepada materi dan praktek saja. *** [171120]

Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Training of Trainer Program SMARThealth Dinas Kesehatan Kabupaten Malang

0 Comments

SMARThealth adalah suatu intervensi layanan kesehatan untuk deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular, promosi, pencegahan dan pengobatan dasar. Sistem ini mendukung pengambilan keputusan klinis (Clinical Decision Support System) untuk memfasilitasi program rujukan dan terapi pasien dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah adanya transisi epidemiologi. Transisi epidemiologi ditandai dengan masih belum tuntasnya penanganan penyakit yang umumnya diderita orang berpenghasilan rendah seperti diare dan TBC, dan sementara itu di saat yang lain terjadi peningkatan penyakit tidak menular (PTM) di antaranya adalah penyakit kardiovaskular.


Paparan Dr. Sujarwoto, MPA

Fakta-fakta terkait penyakit kardiovaskular menunjukkan bahwa 31% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Celakanya, kasus itu paling banyak terjadi di negara miskin dan berkembang. Lebih dari 23 juta kematian diperkirakan terjadi pada tahun 2030.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menargetkan penurunan kematian dini akibat penyakit kardiovaskular sebesar 25% pada tahun 2025. Penyakit jantung dan stroke adalah penyebab kematian nomor 3 kematian wanita di seluruh dunia.
SMARThealth mampu mengatasi masalah layanan deteksi dini, promosi, pencegahan dan pengobatan dasar bagi masyarakat yang memiliki risiko kardiovaskular.

Peserta Training of Trainer Program SMARThealth

Dalam kiprahnya, program SMARThealth telah berlangsung di Kabupaten Malang. Diawali dengan pilot project kerja sama antara Fakultas Kedokteran Universtas Brawijaya (FKUB) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dari tahun 2016 hingga 2018 di 4 desa intervensi dan 4 desa kontrol.
Dalam pilot atau uji coba SMARThealth ini terdapat pelatihan 42 kader kesehatan, pelatihan 8 perawat/bidan dan 4 dokter Puskesmas, pengadaan alat kesehatan untuk skrining, pembuatan aplikasi SMARThealth, serta pelaksanaan program selama 18 bulan. Hasil dari pilot tersebut, program SMARThealth mampu memetakan deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular, dan mampu mengedukasi orang yang terindikasi risiko tinggi tersebut.
Kemudian dilanjutkan dengan SIMPLI (System level Intervention to improve Medicines use for the Prevention of cardiovascular disease in Indonesia) dari tahun 2018 sampai tahun 2019. Tujuan dari SIMPLI adalah untuk memperkuat program SMARThealth melalui penguatan sistem distribusi obat esensial penyakit kardiovaskular.

Peserta TOT sedang mendengarakan paparan pemateri pertama

Pada SIMPLI itu terjadi pemantapan untuk program SMARThealth. Pemantapan itu meliputi integrasi SMARThealth dengan ePuskesmas, penguatan sistem perencanaan dan distribusi obat melalui penguatan koordinasi para pemangku kepentingan terkait, pengembangan sistem ePosbindu dan ePonkesdes, dan peningkatan kapasitas kepentingan dalam promosi kesehatan.
Dari rodmap pelaksanaan program SMARThealth tersebut, kini pogram SMARThealth menjadi program layanan inovasi SMARThealth Dinkes Kabupaten Malang, dan selanjutnya akan direplikasi di semua desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang.
“Kalau sudah ditulis menjadi innovator (inovasi program), kita harus kuat. Karena nantinya kita akan menjadi tempat bertanya,” kata Tri Awignami Astoeti, SKM, M.M.Kes (Plt Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten) yang mewakili Kadinkes dalam sambutan dan sekaligus membuka acara Training of Trainer (TOT) Program SMARThealth Kabupaten Malang.

Peserta TOT berlatih eKader mulai dari instal hingga cara mengisikannya

Pelaksanaan TOT Program SMARThealth ini dilaksanakan di Mirabell Hotel & Convention Hall yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman No. 39A Dusun Lemah Duwur, Kelurahan Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (27/10/2020). Pelatihan diikuti oleh 7 staf PTM dan Keswa Dinkes. Fasilitator dan narasumber berasal dari Universitas Brawijaya.
Paparan sesi 1 diisi oleh Dr. Sujarwoto, MPA dalam materinya yang berjudul Modul dan Panduan Trainer Replikasi SMARThealth. Dalam paparannya, Sujarwoto yang selain mengajar di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB juga sekaligus menjadi Co-Principal Investigator SMARThealth Indonesia itu, menjelaskan gambaran besar program SMARThealth, tujuan TOT, dan kurikulum untuk melatih kader dan tenaga kesehatan.
Tujuan TOT ini adalah menyiapkan para trainer yang akan melatih kader kesehatan dan tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam program replikasi SMARThealth. Untuk tahun 2020 ini fokus kader dan nakes yang ada di 10 desa fase 1 program replikasi SMARThealth.

Narasumber kedua dr. Dyah Ayuning Wulan sedang memberikan materi

Paparan sesi 2 masih dipandu oleh Sujarwoto dengan mengambil judul Modul Aplikasi eKader. Aplikasi eKader ini sesungguhnya merupakan aplikasi SMARThealth yang telah mengalami perubahan dalam tampilan dari sebelumnya. Kelebihan dari eKader ini telah mampu untuk melakukan skrining mulai umur 15 tahun ke atas. Hal ini tentunya sudah sesuai dengan target capaian skrining yang dilakukan oleh Dinkes dalam PTM.
Dalam kedua paparan Sujarwoto itu terdapat 5 penanya dari peserta TOT. Penanya pertama datang dari Paulus Gatot Kusharyanto, SKM (Kasi PTM dan Keswa), penanya kedua Tri Awignami Astoeti, SKM, M.M.Kes (Plt Kabid P2P), penanya ketiga Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns (staf PTM), penanya keempat Kristina Dewi, A.Md.Keb. (staf PTM), dan penanya kelima Gatot Sujono, S.ST., M.Pd.
Dalam seksi tanya jawab ini terjadi komunikasi dialogis. Antara pemateri dan peserta TOT terlibat komunikasi yang tidak canggung namun mengalir. Sehingga diharapkan penyerapan materinya bisa berjalan dengan baik.
Sekitar pukul 13.00 WIB, pemateri pertama meninggalkan tempat karena harus menjalankan profesinya sebagai pengajar di FIA UB. Kemudian agenda TOT dilanjutkan dengan narasumber yang kedua, yaitu dr. Dyah Ayuning Wulan dengan judul Modul Gaya Hidup Sehat dan Promosi Kesehatan.
Dalam paparan narasumber kedua, dijelaskan tentang apa itu penyakit jantung, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran tekanan darah, gaya hidup sehat serta promosi kesehatan (promkes). Setelah itu diisi dengan sesi tanya jawab
Tepat pukul 14.15 WIB, TOT Program SMARThealth Dinkes Kabupaten Malang untuk trainer (pelatih) kader berakhir sudah. Bekal TOT ini diharapkan para pesertanya menjadi pelatih yang tugasnya memberikan pelatihan kepada kader Posbindu terpilih, dan memberikan bimbingan serta fasilitasi kepada kader selama pelaksanaan program replikasi SMARThealth. *** [271020]

Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Sosialisasi dan Advokasi Program SMARThealth Dinkes Kabupaten Malang

0 Comments

Kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Program SMARThealth Dinas Kesehatan Kabupaten Malang merupakan kegiatan strategis karena selain untuk menyasar masyarakat, juga untuk mengadvokasi pemangku kepentingan dan penentu kebijakan semua tingkatan wilayah yang ada di Kabupaten Malang, mulai dari desa/kelurahan, kecamatan hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Melalui sosialisasi dan advokasi tersebut diharapkan Program SMARTheath dapat lebih dikenali, dipahami dan diterima oleh masyarakat serta mampu meningkatkan komitmen/dukungan pemangku kepentingan dan penentu kebijakan.


Sosialisasi dan Advokasi Program SMARThealth di Ruang Rapat Raden Panji Pulang Jiwo Kantor Bupati di Kepanjen [14/10/2020]

Sosialisasi dan advokasi ini dilaksanakan di Ruang Rapat Raden Panji Pulang Jiwo Gedung Baru Kantor Bupati Malang yang beralamatkan di Jalan Panji No. 158 Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (14/10/2020), dan sebagai narasumbernya adalah Tri Awignami Astoeti, SKM, M.Mkes (Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Malang), Hariyati Andayani, S.E., M.M. (Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BAPPEDA Kabupaten Malang) dan Kustriadi (Kepala Seksi Penatausahaan Aset Desa  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malang).

Sedangkan yang diundang untuk kegiatan sosialisasi dan advokasi ini meliputi 7 jajaran Dinkes (Kadinkes, Kabid P2P, Kasi PTM dan Keswa, 4 staf PTM dan Keswa), 6 Kepala Puskesmas (Wagir, Pakisaji, Sumberpucung, Gondanglegi, Wajak, Pamotan), 6 Camat (Wagir, Pakisaji, Sumberpucung, Gondanglegi, Wajak, Dampit), Perawat Desa (Sidorahayu, Mendalanwangi, Karangduren, Kendalpayak, Karangkates, Jatiguwi, Sepanjang, Dadapan, Sukolilo, Majangtengah), 10 Kepala Desa (Sidorahayu, Mendalanwangi, Karangduren, Kendalpayak, Karangkates, Jatiguwi, Sepanjang, Dadapan, Sukolilo, Majangtengah), dan satu orang perwakilan Tim SMARThealth.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Kadinkes drg. Arbani Mukti Wibowo, dan sekaligus berkenan membuka kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Program SMARThealth ini. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi ketiga narasumber di atas.

Pemateri I diisi oleh Awi (sapaan akrab Plt Kabid P2P Dinkes) dengan judul Pengendalian Kesakitan dan Kematian Komorbid COVID-19 dengan Program SMARThealth di Kabupaten Malang. Lalu, diteruskan Pemateri II oleh Aan (panggilan keseharian Kabid PPM BAPPEDA) tentang Perencanaan Pembangunan dalam Program Posbindu SMARThealth di Kabupaten Malang. Terakhir adalah Pemateri III oleh Kus (sapaan keseharian Kasi Penatausahaan Aset Desa DPMD) yang mengambil judul Prioritas Penggunaan Dana Desa.

Usai pemaparan ketiga materi tersebut, dilanjutkan dengan diskusi dan sekaligus tanya jawab antara peserta dengan narasumber yang dimoderatori oleh Kasi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM.

Dalam seksi tanya jawab itu muncul 5 penanya. Penanya I dimulai oleh Camat Gondanglegi Prestiya Yunika AP, S.Sos., M.Si, penanya II Camat Kromengan yang merangkap menjadi Plt Camat Sumberpucung Joanico Da Costa, S.Sos. M.M., penanya III Sekcam Pakisaji Endah Sriyati, S.IP, penanya IV Sekcam Dampit Mariono, S.AP., M.M, dan penanya V Kades Karangduren Sihabur Romli.

Substansi dari pertanyaan dari kelima penanya tersebut memiliki kemiripan. Umumnya mereka siap ikut mendukung Program SMARThealth yang telah menjadi komitmen Bupati Malang. Mereka berupaya mengalokasikan pembiayaan pelaksanaan operasional Posbindu SMARThealth di desa dan keberlanjutannya sesuai kewenangannya.

Kendati memakan waktu hingga tiga jam, kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Program SMARThealth ini berjalan dengan lancar, dan hasilnya membuahkan rencana tindak lanjut atau kesepakatan bersama guna mendorong keberlanjutan Program Layanan Inovasi SMARThealth ini.

Tepat pada pukul 12.14 WIB, kegiatan ini ditutup oleh Plt Kabid P2P Dinkes Tri Awignami Astoeti, SKM, M.Mkes yang mewakili Kadinkes yang telah meninggalkan ruang rapat usai pembukaan karena ada tugas lain yang bersamaan. *** [1471020]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo



Read More »

Ratas bersama Kepala UPF Jantung RSUD Kanjuruhan

0 Comments

Rapat terbatas (Ratas) dengan Kepala UPF Jantung RSUD Kanjuruhan berlangsung di Ruang Klinik Jantung RSUD Kanjuruhan yang beralamatkan di Jalan Panji No. 100 Dusun Krajan, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (06/10/2020).

Agenda ratas yang dimulai pada pukul 07.30 WIB ini adalah membahas permasalahan sistem rujukan penyakit jantung dan mengenal forum komunikasi jejaring fasilitas kesehatan (faskel) penyakit jantung di Kabupaten Malang. Hal ini dimaksudkan agar supaya program SMARThealth ini bisa terhubung dengan sistem ini ke depannya.


Ratas di Ruang Klinik Jantung RSUD Kanjuruhan

Hadir dalam ratas itu adalah Kepala UPF Jantung RSUD Kanjuruhan dr. Sapto, Sp.JP , Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Kasi PTM dan Keswa) Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, staf Seksi PTM dan Keswa Nur Ani Sahara, S.Kep.Ns, dan Perawat Poli Jantung RSUD Kanjuruhan Eko Tarjo.

Acara ini diawali dengan pengutaraan maksud dan tujuan kedatangan Seksi PTM dan Keswa terhadap sistem rujukan penyakit jantung di Kabupaten Malang oleh Kasi PTM dan Keswa. Ratas ini diharapkan ada masukan input system rujukan penyakit jantung selama ini.

Menanggapi hal itu, dr Sapto, Sp. Jp menjelaskan panjang lebar perihal sistem rujukan tersebut. Sistem rujukan merupakan pelimpahan tanggung jawab medis dari fasilitas yang tidak atau kurang mampu dalam memberikan pertolongan baik secara komunikasi vertikal maupun horisontal kepada fasilitas kesehatan yang berkemampuan lebih tinggi dan yang lebih lengkap sumber dayanya, baik fasilitas, peralatan, tenaga kesehatan, dan obat-obatan.

Sementara itu, tindakan trombolik adalah tindakan dengan memasukkan cairan trombolik secara intravena dengan tujuan dapat mengencerkan kekentalan darah dan bendungan karena kekentalan darah pada kasus serangan jantung.

Pasein yang mengalami serangan jantung membutuhkan tindakan emergensi yang bersifat sangat segera ditangani paling tidak atau tidak boleh lebih dari 60 menit jika tidak akan berakibat fatal yaitu kematian. Untuk itu diperlukan tindakan segera dari tenaga medis untuk menyelamatkan nyawanya.

Tindakan pertolongan pertama dilakukan tindakan trombolik infus, tujuannya untuk membongkar adanya bekuan darah yang menyumbat peredaran darah perifer jantung atau menghilangkan kekentalan darah. Jika tindakan trombolik dilakukan dan berhasil dapat memperpanjang hidup pasein bertambah kurang lebih 24 jam. Tindakan trombolik hanya dapat dilakukan di 3 rumah sakit (RS) di Kabupaten Malang, yaitu RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada dan RSUD Lawang.

Tindakan selanjutnya dapat dilakukan pemasangan ring. Tindakan ini tidak ada RS di Kabupaten Malang yang mampu mengerjakannya. Di Malang Raya, RS yang memiliki fasilitas tersebut adalah  RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA Malang), RS Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM), RSI  UNISMA, dan RS Persada. Rujukan kasus serangan jantung dapat melalui Public Safety Center 119 (PSC 119) yang akan datang untuk penanganan.

Yang perlu mendapat perhatian dalam rujukan kasus penyakit jantung adalah stabilisasi pasein penyakit jantung sebelum dirujuk ke RS dengan kondisi tidak ada nyeri dada, tidak sesak napas, tidak gelisah, dan vital sign body aman; ketersediaan alat angkut di desa untuk langsung merujuk dengan segera untuk mendapatkan atau memanfaatkan waktu yang singkat, akan lebih baik jika tersedia pembiayaannya, dan komunikasi dengan tenaga medis dokter atau perawat untuk mendapat informasi tindakan awal sebelum rujukan dilaksanakan.

Dari hasil ratas ini, dr. Sapto, Sp. JP siap memnantu memberikan materi atau menjadi narasumber pada pelatihan ToT SMARThealth nantinya, dan akan mensosialisasikan jejaring ACS (Acute Coronary Syndrome) Kabupaten Malang kepada semua Puskesmas, Klinik dan praktek dokter mandiri.

Kesediaan dr. Sapto, Sp. JP ini sekaligus mengakhiri ratas yang berlangsung selama satu jam tersebut dengan memberikan pencerahan dalam soal rujukan penyakit jantung di Kabupaten Malang. *** [061020]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo



Read More »

Rapat Tim Program SMARThealth Dinkes

0 Comments

Sehubungan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kabupaten Malang Nomor: 440/61/KEP/35.07.103/2020 tentang Tim Penyelenggara Program Layanan Inovasi SMARThealth Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Tahun 2020, pada Selasa (06/10/2020) diadakan rapat Tim Kerja SMARThealth Dinkes di Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang yang beralamatkan di Jalan Panji No. 120 Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Rapat ini merupakan rapat perdana bagi Tim Penyelenggara Program Layanan Inovasi SMARThealth besutan Dinkes. atau biasa disebut Tim SMARThealth Dinkes ini terdiri dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dan Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan (Evapor). Sementara itu, Penanggungjawab Tim nantinya adalah Kadinkes dan pengarahnya adalah  Sekretaris Dinkes. Di situ tampak hadir juga perwaklan dari Tim SMARThealth Universitas Brawijaya (UB) Malang.


Rapat Tim Penyelenggara Program SMARThealth di Ruang Rapat Kadinkes

Agenda rapat ini adalah penyampaian program SMARThealth dan perkembangannya selama ini, dan rencana aksi tahun 2020 hingga tahun 2024. Oleh karena itu, diharapkan dalam rapat ini akan mendapat dukungan dari lintas bidang yang ada di lingkungan Dinkes. Sehingga ke depannya dari segi penganganggaran terjadi sinergisitas. Selain itu, dalam rapat itu juga dibahas draft Peraturan Bupati (Perbup) tentang Program Layanan SMARThealth.

Rapat yang sedianya dihelat pada pukul 09.00 WIB itu terpaksa harus mundur selama dua jam lantaran para Kabid sedang melaksanan rapat lain yang tak kalah pentingnya. Acara rapat baru dimulai pada pukul 11.03 WIB dengan dibuka oleh Tri Awignami Astoeti, SKM, M.Kes selaku Ketua Tim Penyelenggara SMARThealth. Dalam kesehariannya di Dinkes, Awi menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Yankes dan sekaligus merangkap sebagai Pelaksana Tugas Harian Kabid P2P.

Kemudian dilanjutkan dengan paparan Kepala Seksi (Kasi) Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Paulus Gatot Kusharyanto, SKM dengan judul Program Layanan Inovasi SMARThealth Dalam Mewujudkan Kabupaten Malang Sehat Jantung Tahun 2025.

Dalam paparan itu, Gatot (sapaan akrab Kasi PTM dan Keswa) menjelaskan apa itu SMARThealth, perkembangan dan keberlanjutannya. Di dalamnya dibahas juga road map pengembangan SMARThealth hingga menjadi tata kelola penanganan penyakit jantung yang kuat di Kabupaten Malang. Ia pun juga menjabarkan pelaksanaan kegiatan replikasi layanan inovasi SMARThealth. Tahun 2020 ini akan dimulai di 6 kecamatan yang terdiri dari 10 desa yang terdiri dari 3 desa pilot project intervensi SMARThealth dan 3 desa kontrol SMARThealth serta 4 desa baru. Sedangkan untuk tahun 2021 akan menyasar 10 kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 99 desa.

Pada pukul 11.44 WIB, Kadinkes drg. Arbani Mukti Wibowo dan Kabid SDK Pudji Hadi Prasetyo, SE memasuki ruangan. Mereka terlambat karena sedang ada rapat sendiri. Kehadiran Kadinkes ini memberikan semangat tersendiri dalam rapat ini.

Dalam arahannya, Kadinkes menyarankan agar penganggarannya dibuat per kegiatan. Misalnya untuk tahun 2020 untuk 10 desa dulu, kemudian tahun 2021 untuk 99 desa. Penganggaran harus dibuat per tahun agar supaya mudah menganggarkannya. Dalam rencana strategisnya jangan bicara bidang lagi, namun sudah atas nama Dinkes, dan hitungannya harus jelas.

Selain itu, Kadinkes juga mencermati apa yang telah dipaparkan oleh Kasi PTM dan Keswa tadi, dan sekaligus memasuki pembahasan Perbup. Kemudian Kadinkes meninggalkan rapat itu pada pukul 13.00 WIB, dan kembali memasuki ruangan rapat lagi pada pukul 14.10 WIB mendengar pembahasan Perbup yang cukup mengundang gempita urun rembug dari masing-masing bidang.

Menurut Kadinkes, Perbup itu seyogyanya bersifat aplikatif dan implementatif bukan kepada persoalan teknis. Sehingga, pembahasannya bisa fokus. Kadinkes pun memerintahkan stafnya yang lulusan hukum untuk membantunya.

Melihat para peserta rapat ada yang sudah memulai rapat sejak pagi dan dilanjutkan dengan rapat Tim SMARThealth terlihat lelah. Kadinkes berinisiatif untuk menyelesaikan pembahasan Perbup di luar rapat ini agar supaya mereka bisa berisitirahat.

Rapat akhirnya ditutup Kadinkes pada pukul 14.14 WIB bersamaan dengan habisnya baterai laptop yang digunakan untuk paparan di layar TV yang ada di ruang rapat Kadinkes tersebut. *** [061020]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ  Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Kegiatan Posbindu Anggrek 2 Kepanjen di Bulan Oktober 2020

0 Comments

Kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Anggrek 2 Kepanjen merupakan kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) secara mandiri dan kerkesinambungan. Posbindu ini bisa dikatakan sebagai kegiatan UKBM, usaha kesehatan bersumber daya masyarakat. 

Warga setempat menyebut kegiatan Posbindu Anggrek 2 ini dengan sebutan Posbindu SMARThealth, karena giatnya Posbindu ini mulanya dimotori oleh kader-kader kesehatan setempat yang telah mendapat pelatihan dari program SMARThealth.


Sebelum  memasuki ruangan Balai RW 01 Kepanjen, warga dicek suhu tubuhnya

Bulan ini, Oktober 2020, kegiatan Posbindu Anggrek 2 berlangsung di Gedung Balai RW 01 Kepanjen, atau dikenal juga dengan PAUD Tunas Ceria, yang beralamatkan di Jalan Banurejo RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (03/10/2020).

Kegiatannya yang sudah rutin secara mandiri semenjak tahun 2019 ini dimulai pada pukul 08.30 WIB, dan berakhir pada pukul 11.17 WIB. Dalam kurun waktu itu, jumlah warga yang memeriksakan diri di Posbindu itu berjumlah 37 orang, laki-laki ada 11 orang dan perempuannya ada 26 orang.

Dalam situasi pandemi corona ini, suasana pemeriksaan terlihat sedikit berbeda dengan lazimnya sebelum muncul COVID-19. Kegiatan kali ini menggunakan protokol kesehatan yang telah disarankan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Warga yang akan berkunjung ke Posbindu diatur pembagian jam kunjungnya. Hal ini agar supaya tidak terjadi penumpukan antrian, sehingga dengan demikian social distancing tetap bisa dipertahankan. Begitu ada warga yang akan periksa di Posbindu, dihimbau oleh kader yang bertugas sebagai among tamu agar supaya mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun di tempat yang telah disediakan. Kemudian mereka akan disambut oleh kader yang bertugas mengukur suhu badan dengan menggunakan thermometer infrared gun di mana pengecekan suhu tubuh tidak perlu bersentuhan dengan antar manusia. 

Setelah itu, mereka menuju ke meja  pendaftaran jika suhu tubuhnya dalam keadaan normal. Dari meja pendaftaran, mereka akan menuju meja 2 untuk melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Lalu, mereka akan menuju ke meja 3 untuk melakukan pengecekan tensi dan gula darah. Bila warga menghendaki pengecekan kolesterol dan asam urat, Posbindu Anggrek 2 bisa melayaninya. Dari meja 3 seharusnya menuju ke meja 4 untuk melakukan konseling kesehatan, akan tetapi kala itu dokternya tidak bisa hadir karena kegiatan lain yang tak kalah pentingnya.

Sehingga, mereka langsung menuju ke meja 5 yang digawangi oleh perawat dan bidan Ponkesdes Panji Husada Kepanjen. Petugas kesehatan itu siap melayani para warga yang periksa. Bila didiagnosis bermasalah dalam hipertensi, gula darah atau kolesterolnya, petugas kesehatan akan memberikan obatnya secara gratis.

Yang menarik pada pemeriksaan di bulan ini, adanya lima warga baru yang berkenan melakukan pemeriksaan di sini. Dua diantaranya berasal dari RT 07 RW 01. Satunya perempuan dan hasilnya normal. Kemudian yang satunya masih muda berumur 37 tahun berjenis kelamin pria, tensi dan kolesterolnya normal sehingga mereka tidak mendapatkan obat.

Kehadiran warga itu kemungkinan besar diperkirakan karena mengudaranya program SMARThealth di Radio Kanjurahan FM dalam acara temu wicara sehari sebelum kegiatan Posbindu tersebut. Dalam siaran itu, narasumber menghimbau kepada warga Kepanjen bila ingin periksa PTM ala SMARThealth bisa berkunjung di Balai RW 01 Kepanjen. *** [031020]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Program SMARThealth Mengudara di Radio Kanjuruhan FM Kepanjen

0 Comments

Program SMARThealth berhasil mengudara untuk pertama kalinya di Radio Kanjuruhan FM yang beralamatkan di Jalan Kawi No. 1 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (02/10/2020).

Siaran ini terselenggara berkat advokasi Seksi PTM dan Keswa dengan Seksi Promkes. Keduanya masih dalam naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Hasilnya, Seksi PTM dan Keswa diberi kesempatan untuk temu wicara tentang Program SMARThealth yang akan difasilitasi Seksi Promkes dan Radio Kanjuruhan FM, sebuah lembaga penyiaran publik lokal (LPPL) yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.


Temu Wicara Program SMARThealth di Radio Kanjuruhan FM Kepanjen

Siaran temu wicara yang sedianya dimulai pada pukul 08.30 WIB dan berdurasi 90 menit ini terpaksa mundur karena ada gangguan teknis di lingkungan radio tersebut. Acara baru mulai digelar pada pukul 09.34 WB di ruang penyiaran. Narasumber dalam siaran temu wicara itu menghadirkan Kepala Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang Paulus Gatot Kusharyanto, SKM, dan staf PTM Nur Ani Sahara.

Temu wicara yang sifatnya interaktif melalui saluran FM 97.3 Mhz ini dipandu oleh penyiar radio Ulis Sutisna. Seperti biasa, penyiar akan mengawali dengan pertanyaan dasar perihal apa itu program SMARThealth, kemudian apa latar belakang dan sasarannya, dampaknya dan apa kegiatan-kegiatan nantinya.

Dalam dialog interaktif itu muncul 5 penanya dari masyarakat yang berada di seputaran Kepanjen ini. Pertanyaannya pun beragam sesuai dengan serapan para pendengar radio tersebut. Mereka umumnya ingin lebih tahu dengan gamblang mengenai program SMARThealth tersebut. Ada yang menanyakan aplikasinya, sasarannya, di mana lokasinya, intensif kader hingga apakah program ini nantinya bisa menjamin kesehatan masyarakat.

Menurut Gatot (sapaan akrab Kasi PTM dan Keswa) yang diamini oleh staf PTM yang turut serta dalam siaran itu, program SMARThealth ini merupakan program layanan dasar dalam rangka deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) utamanya yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Di situ adanya penyertanya seperti hipertensi, diabetes dan kolesterol.

Oleh karena itu, nantinya warga yang berumur 15 tahun ke atas diharapkan mengikuti screening deteksi dini PTM yang diadakan di posbindu-posbindu yang ada di desanya masing-masing. Dari screening ini nantinya akan bisa memetakan kesehatan masyarakat, dan sekaligus mendongkrak SPM (Standar Pelayanan Minimum)  yang selama ini masih kurang.

Program SMARThealth ini tentunya akan memiliki faedah untuk kesehatan masyarakat manakala masyarakat tersebut juga mau mengikuti edukasi nantinya, seperti pola hidup sehat atau perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress). Jika CERDIK dijalankan dengan baik, maka dapat mengurangi risiko terkena hipertensi, diabetes, kolesterol maupun penyakit kardiovaskular. *** [021020]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo


Read More »

Kunjungan Seksi PTM Dinkes ke DPMD Kabupaten Malang

0 Comments

Kasi PTM dan Keswa Paulus Gatot Kusharyanto, SKM beserta staf melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang yang beralamatkan di Jalan Merdeka Timur No. 3 Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Seni (28/09/2020).

Tujuan kunjungan tersebut adalah dalam rangka konsultasi terkait dengan akan dilaksanakannya replikasi program layanan SMARThealth di desa maupun kelurahan yang ada di Kabupaten Malang.


Kunjungan Seksi PTM dan Keswa di Ruang Kerja Kepala Bidang Pemerintahan Desa Kabupaen Malang

Untuk persiapan replikasi SMARThealth itu diperlukan dukungan sumber daya kesehatan (Kader Kesehatan) sebagai pelaksana serta dukungan sarana dan prasarana Posbindu yang berasal dari ADD (Alokasi Dana Desa). Dari hasil kegiatan advokasi SMARThealth pada stakeholder di kecamatan, desa dan kelurahan serta Kepala Puskesmas dari tanggal 8 hingga 17 September 2020, disadari bahwa untuk keberlangsungan program SMARThealth di tahun mendatang perlu adanya kontribusi peran kecamatan, puskesmas, dan desa/kelurahan sebagai penunjang, seperti pengadaan Tablet Android, Glucosa Test, Cholesterol Test, Blood Pressure, pulsa, insentif kader maupun pos operasional lainnya. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dan sosialisasi serta sekaligus konsultasi dengan DPMD Kabupaten Malang.

Inisiatif konsultasi ini bermula dari masukan sejumlah kepala desa yang hadir dalam acara tersebut beberapa waktu yang lalu. Umumnya para kepala desa mengapresiasi dengan rencana replikasi program layanan SMARThealth ini, namun mereka perlu payung hukum untuk menganggarkannya.

Rombongan Seksi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Malang yang didampingi Tim SMARThealth ini, mulanya diterima oleh stafnya Kepala Bidang (Kabid) Peberdayaan Usha Ekonomi Masyarakat (PUEM). Sedianya dalam surat yang dilayangkan kepada DPMD, rombongan ini akan diterima oleh Kabid PUEM Drs. Mohammad Qodri, M.PSA. Akan tetapi pada saat kunjungan, Kabid PUEM tidak bisa menerima kunjungan tersebut karena sedang ada acara di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Akhirnya, diterima oleh Slamet Agustiono.

Dalam pertemuannya di ruang PUEM, rombongan Seksi PTM dan Keswa mendapat informasi bahwa pada tahun ini DPMD memberikan hibah untuk pembinaan Taman Posyandu bagi 20 desa yang besarannya masing-masing desa mendapat 25 juta.

Kemudian berkenaan dengan payung hukum penganggaran, rombongan ini disarankan berkonsultasi dengan Kabid Pemerintahan Desa (Pemdes) di ruangan yang berbeda.

Di ruang kerja Bidang Pemdes, rombongan diterima langsung oleh Kabid Pemdes Irina Widiyanti, S.E., M.Si. Rombongan menyampaikan kepada Kabid Pemdes bahwa kunjungannya ini ingin mendapat informasi tentang potensi desa yang bisa membantu kegiatan Posbindu di desa.

“Adakah aturan payung hukumnya,” kata Gatot (sapaan akrab Kasi PTM dan Keswa).

Menurut Rina (panggilan Kabid Pemdes), mengenai kegiatan kader umumnya sudah banyak desa yang menganggarkan, seperti misalnya Kader TB di Kepanjen malah sudah dibuatkan Perda. Kalau perihal Posbindu, memang yang tahu betul adalah Kabid PUEM. Hanya saja memang payung hukumnya nanti adanya di Pemdes.

Selain itu, desa juga sudah diwajibkan menganggarkan bidang kesehatan yang berkenaan dengan stunting. Di Permendes memang ada insentif untuk kader kesehatan.

“Kadang anggaran itu tidak dikeluarkan karena takut dobel atau duplikasi anggaran, misalnya anggaran dari Puskesmas dengan anggaran desa,” jelas Rina.

Oleh karena itu, Kabid Pemdes menyarankan kepada rombongan ini agar supaya menghimbau kepada perawat dan bidan desa turut hadir dalam Musrembangdes. Perawat dan bidan desa serta kader supaya mengusulkan anggaran dalam acara Musrenbang tersebut. Anggaran akan muncul tergantung usulannya di Musrembangdes tersebut, dan itupun menyesuaikan dengan anggaran di desa masing-masing.

Kunjungan rombongan Seksi PTM dan Keswa yang dimulai pada pukul 08.35 WIB dan berakhir pada pukul 09.43 WIB ini telah mencerahkan. Langkah-langkah apa yang akan dilakukan sudah mendapatkan arahan dari Kabid Pemdes tersebut, termasuk nantinya Dinkes akan mengundang Kabid Pemdes untuk berkenan memberikan paparan dalam Sosialisasi Replikasi SMARThealth lintas sektoral. *** [280920]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo



Read More »

Uji Coba Kader Online Survey di Kepanjen

0 Comments

Hari ini, Kamis (24/09/2020) dilakukan uji coba Kader Online Survey di Sekretariat SMARThealth dari pukul 16.28 WIB hingga pukul 17.28 WIB. Dalam uji coba, dihadirkan 5 kader SMARThealth yang ada di Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Kelima kader tersebut mewakili dari 5 RW yang ada di Kelurahan Kepanjen.

Kader Online Survey merupakan survei online di mana yang menjadi respondennya adalah para kader kesehatan. Survei online merupakan metode penelitian di mana kader menjawab kuesioner melalui situs web. Survei online ini dibuat dalam bentuk form di situs web.

Uji Coba Kader Online Survey di Sekretariat SMARThealth

Dalam Kader Online Survey ini terdapat 47 pertanyaan yang terbagi ke dalam 6 item. Item Data Diri memiliki 9 pertanyaan, Kesediaan Kader ada 7 pertanyaan, Pengetahuan dan Kompetensi mempunyai 5 pertanyaan, Sumber Informasi terdapat 9 pertanyaan, Informasi Pribadi terdiri atas 5 pertanyaan, dan Modal Sosial memiliki 12 pertanyaan. Jika ditotal semua pertanyaan yang ada di 6 item itu berjumlah 47 pertanyaan.

Tujuan uji coba Kader Online Survey ini adalah menguji instrumen pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kuesioner sebelum dipakai atau dilaksanakan di lapangan. Apakah pertanyaan-pertanyaannya membingungkan, sulit atau terlalu panjang, dan lain-lain.

Tampak hadir dalam uji coba tersebut adalah Agustin Shintowati (RW 01), Kristin Mariana (RW 02), Sumarmi Warto Dewo (RW 03), Rusmini (RW 04), dan Harti (RW 05). Mereka tampak serius dalam mengerjakan kuesioner tersebut di Ruang Pertemuan Sekretariat SMARThealth. Kelima kader itu disediakan kertas oleh fasilitator SMARThealth untuk menuliskan setiap permasalahan yang ada di pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tujuannya agar supaya kader segera mencatat segala permasalahan itu supaya tidak lupa.

Dari catatan yang ada di lembar tulisan kader tersebut, diketahui bahwa pada umumnya pertanyaan tidaklah terlalu sulit, perlu kehati-hatian dalam pemahaman. Yang membingungkan kader adalah kuesionernya tidak diberi nomor urut. Jadi kalau mau tanya perihal maksud dari pertanyaan, harus menuliskan pertanyaannya yang cukup panjang.

Selain itu, menurut kader, sebaiknya yang menggunakan bahasa Inggris diganti bahasa Indonesia saja seperti Next Page, Previous Page, dan Submit. Kebetulan mengisinya di Sekretariat, bisa tanya. Kalau mengisi sendiri, bingung mengartikannya. Kemudian juga, pada item Data Diri di pertanyaan urutan ke-6: “Sudah berapa lama Anda menjadi kader?” 

Kader mempertanyakan pertanyaan itu. Kader Posyandu kah? Kader SMARThealth kah? Atau kader lainnya? Alangkah baiknya disebutkan saja, misalnya kader kesehatan. Hal ini bisa dimengerti karena di lapangan, jabatan kader itu terkadang bisa lebih dari satu. Misalnya, selain sebagai kader Posyandu, juga terkadang merangkap menjadi kader PLKB.

Pertanyaan pada item Pengetahuan dan Kompetensi yang berbunyi: “Apakah Anda merasa memerlukan pelatihan tambahan untuk meningkatkan peran Anda dalam edukasi masyarakat dan upaya pencegahan COVID-19 di desa/kelurahan ini?” terdengar “aneh”. Menurut salah seorang kader, pengalaman mengisi kuesioner yang pernah dijalaninya menunjukkan bahwa setiap pertanyaan yang menggunakan awalan dengan “Apakah”, umumnya pilihan jawabannya “Ya” atau “Tidak”. *** [240920]


Penulis : Budiarto Eko Kusumo   ǀ   Penyunting Naskah : Budiarto Eko Kusumo



Read More »